Mafia Intelijen

Mafia Intelijen
Nadine & Crish


__ADS_3

Chloe menunjukkan cengiran nya pada Crish dan Deon yang sama-sama diam saat melihat Nadine dan Mai, tatapan Crish saat menatap Nadine nampak berbeda. Begitu pun dengan Nadine yang menatap Crish dengan enggan, bahkan terdengar suara helaan nafas dari mulutnya.


"Sepertinya kalian sudah saling kenal bukan? hanya Mai yang masih belum." Ucap Chloe.


"Ahh iya, halo... Kalian bisa panggil aku Mai." Balas Mai dengan tersenyum kecil.


"Deon, Deon!!" Ucap Deon dengan cepat, bahkan Deon menyingkirkan Crish yang hendak berjabat tangan dengan Mai.


"Dia sudah punya kekasih." Ucap Chloe yang langsung membuat Deon menghela nafas berat.


"Aku mengerti." Lesu nya yang justru malah membuat Mai terkikik lucu.


"Jadi, kalian mau bergabung dengan organisasi kami?" Tanya Crish pada mereka berdua.


"Benar." Angguk Mai tapi tidak dengan Nadine.


"Jika Chloe sudah menyetujui nya maka kalian sudah bisa masuk, karena dia pemimpin kami sekarang." Ucap Deon.


"Ya, kami sudah tahu."


Mereka berbincang mengenai tugas dan pekerjaan mereka nanti nya, Chloe sudah tahu bahwa Nadine bisa berkelahi. Tapi, Chloe tidak percaya bahwa Mai juga sangat ahli, jika saja Mai tidak menunjukkan nya mungkin Chloe tidak akan tahu.


Chris, sebagai wakil dari Chloe langsung memperkenalkan mereka berdua pada semua anggotanya di markas. Nadine dan Mai yang melihat para rekannya sangat antusias pun membalas nya dengan senyuman yang sangat lebar, bagaimana tidak senang? selama ini mereka hanya memiliki satu rekan wanita yang itu pun sangat sulit untuk di takluki.


"Ini ruangan mu?" Tanya Nadine yang melihat lihat isi ruangan tersebut.


"Hmm, kenapa?" Balik tanya Chloe yang memilih untuk duduk di salah satu kursi.


"Tidak, aku pikir ruangan pemimpin seperti mu sangat luas. Ternyata biasa saja.." Celetuk Nadine membuat Chloe tersenyum.


Chloe bangkit dari duduknya dan menekan sesuatu di patung yang ada di atas meja nya hingga terbuka lah sebuah tangga menuju arah bawah tanah.


Nadine dan Mai yang melihat itu sangat terkejut saat lantai dekat mereka tiba-tiba saja terbuka dan menampilkan sebuah tangga yang nampak gelap.

__ADS_1


"Mau lihat?" Tanya Chloe yang langsung di balas anggukan.


Di nyalakan nya lampu menuju ruangan bawah tanah, sepanjang perjalanan Nadine dan Mai terus-menerus menatap kagum ruangan rahasia itu. Hingga akhirnya sampailah mereka di suatu tempat yang sangat luas dan besar, di sana nampak banyak sekali komputer dan alat-alat canggih lainnya.


Di sana juga tersedia beberapa ranjang dengan ukuran sedang, ada juga tabung besar yang nampak aneh, tidak hanya itu... Bahkan, mereka bisa melihat cctv di semua sudut kota.


"Ini? benar-benar keren!!" Kagum Mai dengan duduk di salah satu kursi yang ada di hadapan komputer nya.


"Hmm..." Dehem Chloe dengan duduk di ujung ranjang, untuk Nadine sendiri dia terus melihat-lihat ruangan bawah tanah milik Chloe itu yang serba canggih.


"Coba kau cari mengenai Aydin, sepertinya ada hal yang menarik yang di inginkan oleh Jeff. Aku sengaja tidak memberikan pekerjaan ini pada Crish dan Deon, karena mereka tidak tahu bahwa aku menjadi kekasih palsunya." Ucap Chloe dengan melangkahkan kakinya menuju salah satu komputer yang mati.


"Kau yakin?" Tanya Nadine memastikan.


"Tentu saja, aku akan meminta bayaran yang sangat mahal pada nya." Cengir Chloe yang membuat mereka menghela nafas panjang.


"Terserah apa kata mu, di mana komputer yang biasa kau gunakan?" Tanya Nadine.


"Yang ini." Balas Chloe dengan menghidupkan komputer nya.


"Hhh... Kau buka cctv di kediaman Jeff, sepertinya wanita gila itu sedang membuat rencana." Ucap Chloe yang langsung di angguki oleh Mai.


"Sorry jika sedikit lama karena aku tidak ahli seperti Nadine." Balas Mai yang di balas anggukan oleh Chloe.


Melihat Nadine dan Mai yang sibuk dengan komputer nya, membuat Chloe tersenyum dan terus menatap mereka. Hidup dalam lingkungan seperti ini membuat nya sangat ahli dalam melakukan apapun, tapi Chloe sangat jarang mengeluarkan kemampuan nya itu karena dia tidak ingin terlalu menonjol.


"Lihatlah, kau benar! wanita gila itu membawa dua teman cabe nya ke kediaman Jeff." Heboh Mai dengan memperlihatkan isi komputer nya, namun hal itu justru membuat Nadine menatapnya kesal.


"Hehehe sorry, kau lanjut saja..." Cengir Mai dan kembali melihat Nadine yang tengah fokus.


"Hmmm... Sebelumnya, aku sudah menerapkan sistem keamanan di kamar Jeff. Jadi, mereka tidak akan bisa memasuki nya." Santai Chloe dan duduk di samping Mai.


"Baguslah jika begitu, lalu rencana apa yang akan mereka buat? bukankah kau bilang malam ini kau akan pulang ke apartemen?" Heran Mai.

__ADS_1


"Entahlah, mungkin mereka hanya merencanakan nya saja atau mungkin.... Mereka tahu bahwa aku akan kembali lagi besok?"


"Bisa jadi, lalu apa yang akan kau lakukan?aku sudah tidak sabar melihatnya..." Tanya Mai dengan penuh semangat.


"Tenang saja, bukankah Jeff sudah membiarkan hal khusus untuk ku di kediaman nya? jadi, aku akan membawa kalian juga ke sana...." Santai Chloe.


"Wahhh benarkah? kalau begitu aku akan menyiapkan pakaian yang cantik!" Senang Mai dengan melirik Nadine yang nampak serius dengan pekerjaan nya.


"Chloe, bantu aku sebentar." Panggil Nadine.


Chloe mengeryit, sebelum akhirnya mendekati Nadine. Terlihat bahwa Nadine sedikit kesulitan untuk meretas sebuah rekaman yang ada di salah satu bar terbesar di kota.


"Berikan padaku." Ucap Chloe dan mengambil alih komputer tersebut.


Terlihat bahwa mereka pun terus-menerus memberikan virus pada Chloe, sepertinya orang di balik bar juga sangat ahli sehingga membuat Chloe sedikit kesulitan untuk meretas nya.


Nadine dan Mai menjadi tegang karena sudah beberapa menit Chloe terus bersaing untuk saling memberikan virus pada akunnya namun tidak ada yang berhasil, namun menit berikutnya Chloe berhasil membobol sistem keamanan bar tersebut.


Chloe segera menyalin semua rekaman yang sebelumnya terdapat Aydin di sana, butuh 10 menit untuk menyalin nya. Hingga akhirnya, semua data yang Chloe gunakan sudah berhasil ia dapatkan.


"Sudah?" Tanya Nadine dan Mai saat melihat Chloe menghela nafas lega dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


"Iya, sepertinya mereka juga bukan orang sembarangan. Jika aku tidak menyalin nya mungkin semua data nya akan hilang terkena virus yang mereka buat." Jelas Chloe dengan mencabut flashdisk nya.


"Ayo kita lihat." Ucap Mai dengan mengambil laptop Chloe.


Terlihat sosok Aydin yang tengah minum dengan beberapa wanita seksi di sampingnya, bahkan Aydin tak segan-segan untuk melakukan tindakan yang tidak senonoh pada wanita penghibur itu.


"Apakah dia Aydin yang selalu muncul di berita karena sikap baik dan polosnya?" Tanya Mai dengan jijik.


"Sepertinya aku tahu alasan Jeff meminta nya, bukankah perusahaan Aydin merupakan saingan bisnis nya?" Tanya Nadine.


"Ya, aku sudah menghapus semua data yang berhubungan dengan akun ku. Aku hanya heran, bukankah Jeff seorang mafia yang memiliki bawahan hebat dan keren? lantas, kenapa dia meminta nya pada ku?" Heran Chloe.

__ADS_1


"Kan Jeff sedang mengetes mu Chloe, tidak sulit bagi nya untuk mengetahui semua tentang mu." Balas Mai dengan santai.


Jangan lupa like dan komen yaa


__ADS_2