Mafia Intelijen

Mafia Intelijen
Pisah pesawat


__ADS_3

"Jeff sialan!!" Geram Chloe dengan mengeluh karena pinggangnya terasa sakit dan remuk, dia melirik Jeff yang masih tidur nyenyak di samping nya setelah puas melakukan percobaan pada nya hingga pagi mendatang dan Chloe hanya tidur selama 2 jam.


Di lirik nya jam yang menunjukan pukul setengah 5 pagi, dengan cepat Chloe segera mandi agar tubuhnya sedikit membaik.


Semua tanda yang di berikan Jeff langsung ia tutupi menggunakan bedak nya, setelah di rasa cukup barulah Chloe menghubungi Nadine dan Mai untuk menjemputnya di mansion Jeff.


"Aku pergi dulu, kau jangan membuat masalah lagi Jeff." Bisik Chloe dengan mengecup bibir Jeff sekilas sebelum akhirnya pergi dengan sedikit terburu-buru.


Jeff merasakan ciuman di bibirnya namun dia tidak bisa membuka matanya karena masih mengantuk,dia baru tidur beberapa menit yang lalu karena asik memandang wajah Chloe yang nampak kelelahan itu.


Di lorong mansion, Chloe melihat para pelayan yang sudah bersiap-siap untuk membersihkan rumah dan mulai bekerja. Mereka langsung menyapa Chloe dengan penuh antusias, Chloe tidak terlalu memperhatikan hal itu karena dia pikir mereka hanya menjilat nya saja.


"Nona, apa perlu saya antar?" Tanya salah satu pelayan dengan sopan.


"Tidak perlu, apakah teman ku sudah datang?" Tanya Chloe.


"Sudah nona, mereka sudah menunggu anda di ruang makan." Jelas nya yang di balas anggukan oleh Chloe.


Terlihat dua orang wanita dan satu laki-laki tengah berada di ruang makan, meskipun Nero terlihat mengantuk namun dia tetap saja berada dalam sana untuk menemani Mai.


"Syukurlah kau datang dan tidak membawanya..." Lega Nadine karena dia lelah harus melihat keromantisan mereka berdua.


"Hmm.." Angguk Chloe dengan sedikit tak bersemangat.


"Ada apa? apa kau sakit?" Tanya Mai penasaran.


"Tidak apa-apa, hanya kurang tidur saja." Jujur Chloe dengan terus menguap.


"Ahh begitu, kau bisa tidur setelah sampai di pesawat nanti." Senyum Mai yang di balas anggukan oleh Chloe.


"Jadi, kalian akan berangkat terpisah?" Tanya Nero.


"Iya, Mai akan pergi dengan kekasihnya tuan Kim nanti." Angguk Nadine.


"Kenapa harus kau?" Tanya Nero dengan sedikit tak senang, bagaimana pun Nero sudah percaya pada Chloe yang nampak bisa melindungi Mai yang masih awam ini.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku sudah menyiapkan semuanya. Kau tak perlu khawatir dan lagi, aku tidak selincah dan se pandai mereka jika ada sesuatu yang terjadi di sana." Ucap Mai dengan memegang tangan Nero yang nampak cemas dan khawatir.


"Kau tenang saja, Mai akan pergi menggunakan pesawat pribadi. Sedangkan kami, akan memakai pesawat biasa karena harus memantau tuan Kim yang sudah mulai syutingnya." Jelas Chloe yang tahu kekhawatiran Nero.


"Hhh syukurlah..." Lega Nero.


"Nona..." Panggil seseorang, Chloe membalikkan tubuhnya dan melihat Samuel di sana dengan pakaian biasa yang membuat nya terlihat tampan.


"Ahh kau sudah datang? apa semuanya sudah di atur?" Tanya Chloe dengan bangkit dari duduknya.


"Sudah nona." Angguk nya.


"Kalau begitu, ayo berangkat. Kau hati-hati di jalan..." Ucap Chloe pada Mai.


"Terbalik Chloe, harusnya aku yang mengatakan itu pada kalian. Hati-hati di jalan, jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku." Ucap Mai dengan tersenyum lebar.


"Tentu..."


Chloe melangkahkan kakinya dengan Nadine yang berada di sampingnya, sepanjang perjalanan Nadine terus saja membicarakan kegiatan Kim yang ternyata akan selalu di pantau 24 jam oleh kamera.


"Sudah, mungkin Mai akan segera menjemputnya nanti. Kita hanya berselang 4 jam saja dari jam penerbangan, sehingga tidak akan terlalu mencolok." Jelas Nadine.


"Aku mengerti." Angguk nya.


Samuel terus saja melirik ke arah kaca yang mengarahkan pada Chloe dan Nadine yang nampak sibuk dengan pekerjaannya, terlebih dia melihat Chloe yang nampak cekatan dan juga terlihat berpengalaman itu.


"Astaga, aku mengantuk sekali." Keluh Chloe dengan jujur, dia sudah berkali-kali menguap di dalam mobil.


"Memangnya kau tidur jam berapa? apa Jeff melakukan nya sampai subuh?" Tanya Nadine dengan membantu memijat kepala Chloe.


"Binatang itu!!! dia tidak melepaskan ku sedetik pun, bahkan... Jika aku tidak tidur mungkin dia akan melakukannya sampai kalian datang tadi." Jujur Chloe, di antara mereka memang tidak akan pernah ada rahasia.


"Astaga, apa dia sangat kuat? sepertinya stamina nya tidak akan pernah habis. Benarkan?" Tanya Nadine.


"Hhh... Bukan hanya kuat, dia juga bisa menggila!!" Keluh Chloe dengan memijat pinggangnya.

__ADS_1


Samuel terus menyimak obrolan mereka yang nampak ambigu seperti ini, apakah para wanita sudah terbiasa membicarakan hal ranjang pada temannya?


"Sam." Panggil Chloe.


"Iya nona?"


"Sudah berapa lama kau bekerja untuk Jeff?"


"Sejak saya kecil saya sudah tinggal di markas nona, ayah saya sudah bekerja sejak dulu di sana." Jelas nya yang di balas anggukan oleh Chloe, pantas saja Nero berkata bahwa Samuel jarang keluar namun memiliki kekejaman dan kekuatan yang besar, dia saja sudah melihat hal yang tak seharusnya dia lihat sejak kecil.


Jika sejak kecil mereka sudah di perlihatkan oleh hal-hal seperti itu, maka jangan sampai kalian terhasut oleh wajahnya yang tampan dan ekspresi nya yang biasa saja karena bisa saja mereka membunuh tanpa mengeluarkan kekuatan.


"Nona, saya sangat kagum pada anda. Anda bisa mengontrol tuan dengan mudah..." Jujur Samuel dengan melirik Chloe dari kaca.


"Laki-laki seperti dia, meskipun terlihat menyeramkan namun jika sudah mengenalnya dengan benar, kau tidak akan percaya jika dia memiliki sisi yang tidak pernah ia perlihatkan pada orang lain." Ucap Chloe.


"Itu memang benar, tuan Jeff memang sangat baik meskipun kebaikan nya selalu di tutupi oleh sikap nya yang kejam dan tidak berprikemanusiaan." Setuju Samuel.


Untuk Nadine, dia hanya diam dan terus menyimak obrolan Chloe dan Samuel yang nampak asik membicarakan Jeff.


••••


"Hahhaa lihatlah anak mu yang bodoh itu, dia seperti anak anjing yang sangat malang!!" Tawa Alegra dengan puas, dia di perlihatkan video semalam oleh Nero. Di mana, Jeff nampak begitu berbeda dari biasanya.


"Meskipun sikapnya hampir sama seperti mu namun kelihatannya Jeff lebih parah dari mu, dia benar-benar berbeda." Serius Chareen yang biasanya selalu antusias kini nampak berpikir keras.


"Itu memang benar, dia sangat luluh terhadap kekasihnya itu. Apa menurutmu, dia melakukan sesuatu trik pada Jeff? tapi aku rasa, Jeff tidak sebodoh yang aku pikirkan." Heran Alegra.


"Kau yang bodoh!! sepertinya sikap penurut dan manis Jeff itu karena dia tidak ingin jika Chloe tidak memberikannya lagi, maksud ku... Kau tahu sendirilah." Ucap Chareen dengan menatap suaminya.


"Itu memang benar, bagaimana jika kita membuat adik lagi untuk Jeff? supaya nanti anak nya Jeff bisa bermain dengan nya." Tanya Alegra dengan memeluk Chareen.


"Mimpi saja kau!! apa kau sudah lupa dengan umurmu? kau sudah tua dan seharusnya menggendong cucu bukannya anak!!" Kesal Chareen dengan menggeplak kepala Alegra.


"Aku masih bisa membuat mu lemas di atas ranjang, jangan ragukan stamina ku sayang..." Bisik Alegra dengan mengangkat tubuh Chareen dan membawanya ke dalam kamar.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yaa, satu komen dari kalian sudah buat author senang🌼


__ADS_2