
Mai tersenyum-senyum sejak tadi, kini mereka sudah berada di dalam ruangan milik tuan Kim yang tengah berbincang santai dengan mereka. Namun tak bisa mereka pungkiri bahwa mereka tidak terlalu lancar bahasa Korea sehingga percakapan mereka menggunakan bahasa mereka, Inggis.
"Tuan Kim, semua hal yang anda butuhkan sudah kami siapkan. Mengenai keberangkatan anda besok, kami juga sudah siap." Ucap Nadine dengan serius.
"Baik, terimakasih atas kerjasama nya. Maaf, untuk dua hari kedepan saya akan merepotkan kalian bertiga." Ucap nya dengan sopan.
"Tidak apa-apa, ini sudah menjadi tugas kami." Senyum mereka bertiga.
"Kalau begitu kalian sudah boleh kembali, tapi..... Apa kalian bisa menyembunyikan seseorang? maksud saya, itu..." Ucap nya dengan sedikit ragu.
"Mengenai kekasih anda? Mai akan mengurusnya dan akan terbang dengan pesawat yang berbeda." Balas Chloe dengan tersenyum.
"Ahh syukurlah, saya yakin jika kalian sudah tahu mengenai hal ini." Malu nya.
"Tuan tenang saja, para media tidak akan ada yang tahu mengenai hal ini. Jadi, nikmati waktu berlibur anda nanti nya..."
"Baik terimakasih..."
"Itu, bolehkah jika kami mengambil foto bersama dengan anda? ini, kami sangat mengidolakan anda.." Malu Mai dengan menggaruk tengkuknya.
"Ah hahaha tentu saja." Tawa nya yang membuat mereka bertiga gemas sendiri di buat nya, dengan cepat mereka pun langsung berfoto dengan banyak gaya dan ekspresi.
"Terimakasih tuan Kim, kalau begitu kami permisi..." Pamit mereka bertiga dengan tersenyum lebar.
Di sepanjang perjalanan, mereka bertiga terus heboh mengenai sosok Kim yang dapat mereka lihat secara langsung.
"Kau akan pulang kemana?" Tanya Nadine.
"Entahh, apart mungkin. Apa kalian mau menginap?" Tawar Chloe dengan melirik mereka.
"Oke...."
Mobil yang Chloe kendarai melaju dengan kencang, hingga akhirnya berhenti lah di sebuah apartemen yang tidak terlalu menonjol karena letaknya yang jauh dari kota, apartemen itu juga tidak terlalu mewah namun memiliki fasilitas yang lengkap.
"Aku lapar, karena asik memperhatikan tuan Kim aku jadi tidak nafsu makan saat bersama nya tadi." Keluh Mai dengan merebahkan tubuhnya di sofa apartemen Chloe.
"Gofood?" Tawar Nadine yang langsung di balas anggukan oleh Chloe dan Mai.
"Aku akan mandi dulu..." Ucap Chloe yang di balas anggukan oleh mereka berdua.
Chloe masuk kedalam kamar nya dan segera membersihkan tubuhnya dengan tak sabar, setelah selesai barulah dia keluar dan melihat jika Nadine dan Mai masih menunggunya di ruang tamu dengan makanan yang sudah tersaji di atas meja.
__ADS_1
"Kalian menunggu ku?" Tanya Chloe dengan duduk di samping Nadine.
"Hmm." Angguk mereka berdua yang mulai melahap makanan nya.
"Kau sudah mengatakan hal ini pada suami mu?" Tanya Mai dengan memakan burger nya.
"Belum, aku rasa dia sibuk." Balas Chloe yang membuat Mai menghela nafas berat.
"Tadi Nero menghubungi ku dan mengatakan bahwa Jeff terus marah dan kesal, mungkin karena kau tidak memberikannya kabar." Jelas Mai.
"Ahh, bukankah seharusnya dia tahu apa yang aku lakukan sekarang? semua pergerakan ku bahkan dia tahu, untuk apa lagi aku harus mengatakan nya?" Heran Chloe yang membuat Nadine dan Mai menatapnya bodoh..
"Terserah apa katamu, kalian memang sama-sama bodoh jika menyangkut hal ini." Ucap Nadine yang di balas tatapan heran dari Chloe.
Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt
Nadine dan Mai langsung melirik Chloe saat mendengar suara teleponnya itu, namun Chloe hanya mengedikan bahu nya acuh dengan menunjukan siapa yang menelepon nya itu.
"Halo?"
"Chlo, sayang. Apa kau sibuk nak?" Tanya nya, itu Chareen ibu nya Jeff.
"Ahh tidak ma, ada apa? apakah ada sesuatu yang mama butuhkan?" Tanya Chloe dengan meminum air nya.
"Baik ma, aku akan membujuknya besok. Tapi aku tidak berjanji, karena aku juga harus pergi bekerja besok." Balas Chloe.
"Tidak apa-apa, terimakasih ya..."
"Sama-sama, apakah ada hal lainnya ma?"
"Tidak ada, kalau begitu mama tutup ya..."
"Iya..."
Chloe menghela nafas berat, dia memijat pelipisnya yang terasa pusing. Mai dan Nadine nampak penasaran dengan obrolan mereka namun mereka tidak mau bertanya, mereka ingin Chloe sendiri yang mengatakannya.
"Jam berapa kita akan berangkat?" Tanya Chloe dengan membuka matanya.
"Jam 6 an, ada apa? apa ada sesuatu yang penting?" Penasaran mereka.
"Hm... Nyonya Chareen menyuruhku untuk membujuk Jeff agar bisa pulang ke kediaman utama karena lusa adalah hari peringatan kematian kakek dan neneknya." Jelas Chloe.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? apakah keluarganya tidak akur?" Heran Mai, dia tidak pernah tahu mengenai keluarga besar Nero karena takut.
"Entahlah, namun aku dengar.... Semenjak wanita gila itu kumat, Jeff tidak lagi berhubungan baik dengan keluarga utama."
"Itu sudah pasti, di sana pasti dia merasa tertekan." Angguk Nadine.
"Kalau begitu tunggu apa lagi? sebaiknya kau pergi sekarang, besok tidak ada waktu lagi untuk membujuknya." Jelas Mai.
"Hhh... Kalau begitu aku bersiap dulu, apa kalian akan ikut?" Tanya Chloe.
"Tidak, kami akan disini untuk mengerjakan pekerjaan yang masih belum selesai."
"Baiklah, kalau terjadi sesuatu segera hubungi aku."
"Tentu."
••••
"Sial!!!! siapa yang meletakkan tembok disini? apa dia tidak tahu jika ini sangat menggangu ku? segera bongkar dan pindahkan tembok ini! membuat ku kesal saja!" Marah seseorang dengan begitu menggelegar di penjuru mansion tersebut.
"Kenapa kau menggila seperti ini? oh ayolahhhh Jeff!! jangan mempermalukan dirimu sendiri, kau nampak bodoh dengan sikap aneh mu sekarang." Heran Nero.
"Kau menasehati ku?" Tanya Jeff dengan tajam.
"Tentu saja tidak, mana berani aku menasehati mu." Balas Nero dengan cepat.
"Cih.."
Mansion tersebut nampak begitu mencekam, bahkan Aleyza dan kedua temannya pun tak berani untuk mendekati nya. Mereka takut kena amuk Jeff jika terus mengganggu nya, begitu pun dengan para pelayan yang nampak pasrah.
Chloe datang dengan menghela nafas panjang, dia tahu apa yang terjadi di sana. Dengan cepat dia masuk dan melihat keadaan di dalam rumah, di ruang tamu dia melihat beberapa pelayan yang duduk dengan terus menundukkan kepalanya di lantai.
Banyak sekali barang pecah di sana, tidak hanya itu... Dia juga melihat pengawal yang nampak berdiri dengan ekspresi buruk nya, ya!! sepertinya Jeff melakukan sesuatu pada mereka semua.
Apakah laki-laki itu sudah gila? atau memang sudah gila beneran?
"Apa yang terjadi?" Tanya Chloe dengan membantu para pelayan tersebut yang nampak bergetar ketakutan, ini memang sudah menjadi resikonya bekerja di sana.
"N-nona..." Senang mereka.
"Kau datang lagi kemari? sangat tidak tahu malu!!" Ucap Aleyza dengan menatap Chloe yang saat itu juga ingin tertawa.
__ADS_1
"Ada apa dengan pipi mu? kau nampak seperti badut!" Sindir Chloe yang membuat Aleyza geram, namun detik berikutnya dia justru tersenyum. Mungkinkah kemarahan Jeff kali ini di sebabkan oleh nya? dia sudah tidak sabar untuk melihat Jeff yang akan menyiksa Chloe.
Maafkan author yang baru upp, apakah kalian masih suka dengan ceritanya?