Mafia Perebut Istri Orang

Mafia Perebut Istri Orang
Bab. 21. Roberto Louis.


__ADS_3

"Siapa? Siapa maksudmu, Roberto Louis?" cecar Arka bingung sekaligus heran. Kenapa pria tua di hadapannya ini begitu hangat acap kali menatap kearahnya.


"Tentu saja kau. Siapa lagi. Lihatlah foto ini baik-baik." Gabriel menyerahkan liontin yang cukup besar itu ke dalam telapak tangan Arka.


Arka memperhatikan dalam diam. Dia tak tau juga tak mengenal foto siapa saja yang ada di dalam liontin berbentuk hati ini.


"Wanita cantik dengan rambut ikal yang panjang ini adalah ibumu. Namanya adalah Martina Louis." Keterangan yang di sampaikan oleh Gabriel, membuat Arka seketika terperangah.


Bagaimana bisa perempuan yang ada di dalam foto ini adalah ibunya. Dalam artian seorang wanita yang telah mengandung selama 9 bulan serta melahirkannya ke dunia. Memang, Arka melihat sedikit kemiripan di antara mereka berdua.


"Kau sedikit mirip dengan Martina, akan tetapi kontur wajah serta tubuhmu lebih mirip dengan ayahmu. Suami Martina yang merupakan adik iparku, dialah Armando Vargoba. Kaki tanganku yang ikut mati terbunuh dalam pembantaian kala itu." Gabriel menatap wajah Arka di hadapannya dengan kedua mata yang mendung.


"Teruskanlah. Aku akan mendengarnya," ucap Arka mengijinkan Gabriel mengungkap semua masa lalunya. Karena Arka ingin mendapat kepastiannya. Darimana bisa pria paruh baya dihadapannya saat ini, mengaku sebagai pamannya.


"Aku akan bercerita padamu. Dua puluh tujuh tahun yang lalu. Klan Louis mendapat serangan dari klan lawan kami yang bernama Banderas. Rahasia kelemahan dari benteng serta berapa banyak pasukan bocor karena kala itu kami tidak menyadari bahwa ada penyusup yang menyamar sebagai koki. Kelompok ini di serang, ketika kami tengah terlelap. Meskipun kewaspadaan tinggi kami tetap kecolongan. Kau yang belum lama lahir kala itu di bawa pergi jauh oleh orangku.


Setidaknya, jika kami tidak selamat, kau masih bisa bertahan hidup. Harapanku, suatu saat kau akan kembali membuat klan ini di pandang lagi. Ternyata, orangku juga tidak selamat. Sejak saat itulah kami kehilangan jejak mu. Aku yang selamat dengan beberapa anak buahku yang setia, telah berusaha mencarimu kemana-mana selama bertahun-tahun lamanya. Namun, semua hasilnya nihil.


Hingga, aku memutuskan untuk membawa sisa orang-orang ku untuk bersembunyi dan menyamar. Membiarkan mereka semua beranggapan bahwa klan Louis telah mati dan musnah. Kami menimbun kekuatan dan merekrut beberapa orang selama beberapa tahun ini. Harapanku masih satu dan yakin jika suatu saat aku akan menemukan pewaris dari klan Louis yang hilang. Paman yakin jika dirimu masih hidup Entah di suatu tempat. Hingga, semua harapanku terbukti malam itu. Tanpa dicari kau menampakan dirimu sendiri di hadapan kami."

__ADS_1


Gabriel menghentikan ceritanya, lihatlah cukup banyak berkata-kata hingga membuat sebelah dadanya sesak. Mengingat kejadian berdarah membuat amarahnya kembali bergejolak.


Akan tetapi tubuh tuanya menolak, ia tak boleh terlalu tertekan dan terlalu banyak berpikir berat.


"Tuan, ingat tekanan darah anda. Tenanglah. Ketua baru kita telah kembali," ucap Apollo. Salah satu anak buah Gabriel sejak 20 tahun lalu yang masih setia mengabdi padanya. Karena pria ini berhutang nyawa pada keluarga Louis.


"Kau benar. Aku seharusnya senang dan tenang," sahut Gabriel seraya menepuk bahu Apollo yang memeganginya. Karena tadi Gabriel sedikit terhuyung. Pria ini terlihat melankolis jika berhubungan dengan keluarganya yang telah tiada. Namun, ketika berhadapan dengan para musuhnya maka Gabriel akan menjadi sosok yang seakan haus darah.


"Kau dengar kan. Kau adalah penerus dari keluarga Louis. Kau adalah pemimpin baru klan ini. Namamu bukan lagi Arka Sadewa melainkan Roberto Louis," ucap Gabriel. Seraya memegang erat tangan Arka.


Pria ini masih bingung dan belum bisa mencerna kenyataan di hadapannya. Bagaimana bisa dirinya yang hanya seorang montir bengkel kecil tiba-tiba menjadi penerus dari keluarga kaya sekaligus ketua klan mafia.


Arka yang sejak kecil memang merasa lain dengan anak yang lain mulai curiga dan menanyakan asal-usulnya. Pada saat itulah wanita tua yang selalu mengenakan kebaya dan kain ketika melakukan pekerjaannya di sawah maupun pinggiran hutan. Menceritakan bagaimana ia menemukan arca bayi kala itu.


Si mbok yang belum mempunyai anak laki-laki karena itu sangat senang ketika menemukan baju merah yang sedang menangis karena kehausan dan kedinginan. Ia seakan mendapatkan anugerah besar dari yang maha kuasa kemudian segera pulang ke rumah dengan tangis bahagia.


Letak rumahnya yang kebetulan berjarak sangat berjauhan dan tetangga yang lainnya, membuat tidak ada siapapun yang curiga ketika ia mengatakan bahwa Arka adalah anak yang baru saja dilahirkan olehnya. Meskipun lama kelamaan ketika Arka beranjak besar orang-orang itu mulai curiga karena kontur wajah serta tubuh Arka berbeda dari genetik keluarganya.


Si mbok tak peduli tetap mengakui bahwa Arka adalah anaknya dengan mendiang suaminya. Ia terus menghidupi Arka dan juga putra laki-lakinya setelah suaminya itu meninggal.

__ADS_1


Melakukan pekerjaan apapun itu meski berat sekalipun ia tidak peduli. Demi menghidupi ketiga anaknya yang menjadi yatim sejak kecil.


"Darimana kau tau, dan apa yang membuktikan jika diriku ini adalah anak dari wanita yang kau sebut bernama Martina?" tanya Arka penuh selidik. Ia tidak mau begitu saja menerima kenyataan ini secara mentah-mentah.


"Aku jika bayi Madinah memiliki tanda yang sangat langka. Bahkan tanda itu membuktikan jika dirimu adalah pemimpin kami selanjutnya. Kabar mengenai tanda yang terdapat di tubuhmu itu sudah menyebar ke beberapa klan musuh kami. Karena itulah yang kemudian menyulut keinginan mereka untuk memerangi kelompok kita karena sasaran utamanya adalah untuk menghabisimu. Kau tau, berapa nyawa yang telah melayang demi menyelamatkan nyawamu? bahkan kedua orang tuamu sendiri pun mati dengan sangat tragis. Entah kenapa aku yang justru panjang umur sampai saat ini." Gabriel kembali mengutarakan kisah itu dengan sebenar-benarnya. Dalam keadaan menahan tangis hingga bibirnya bergetar.


Ia sungguh lemah jika kembali mengingat Bagaimana satu persatu keluarganya itu tiada dalam keadaan yang mengenaskan. Di depan kedua matanya semua itu terjadi dengan jelas. Dan, sinyalnya ingatan Itu terus berputar hingga sekarang.


"Tanda ini adalah rasi bintang tertua, yaitu Orion." Gabriel membuka dada Arka sebelah kiri dan menunjukkan tanda yang menyerupai titik macam tahi lalat. Namun, jika di perhatikan memang menyerupai bentuk rasi bintang Orion.


Arka baru menyadari, itulah arti dari tanda di bagian atas dadanya itu.


"Kau tahu, Orion memiliki arti pemburu hebat di malam hari dari barat. Klan kita dari daerah barat. Dan ayahmu juga ayahku yang merupakan kakekmu adalah dua sosok pria yang merupakan pemburu hebat. Mereka mampu menghabisi setiap musuhnya dengan satu kali gebrakan. Kau satu-satunya dari keturunan Louis yang, mempunyai tanda seperti mereka berdua. Apa kau mengerti sekarang, Roberto?" Gabriel mantap dalam ke bola mata Arka yang pekat dan seakan menariknya kedalam pusaran. Bagaikan galaksi Bima sakti.


"Jadi, aku--" Arka masih tak percaya dengan kenyataannya ia dapat di saat ini. Tapi, jika hal ini dapat menjadikannya kuat dan berkuasa, maka akan menerimanya dengan senang hati.


*Dengan identitas baru yang ku dapat. Aku pasti bisa mengeluarkan mu dari penjara itu. Anjali.


...Bersambung*...

__ADS_1


__ADS_2