
Guntur mencekik batang leher Marissa yang jenjang. Hingga raga ramping yang masih mengenakan lingerie transparan itu mundur menabrak dinding.
"Sejak kapan kau berkhianat di belakangku, hah!" teriak Guntur di depan wajah Marisa hingga ludahnya muncrat.
Wajahnya memerah begitu juga dengan matanya. Dadanya turun naik seiring dengan deru napasnya yang memburu.
Marissa mengeluarkan air mata. Kedua tangannya terulur untuk memegang lengan kekar Guntur. Pria yang selama ini menjamin hidupnya dengan segala kemudahan serta kemewahan. Namun, sifat serakah dari Marissa membuatnya bermain dengan berbagai pria di belakang Guntur. Karena wanita sepertinya tidak akan pernah merasa puas apalagi bersyukur.
Marissa terlihat berusaha mengeluarkan suaranya. "A–aku--"
Namun, hal itu membuat Guntur semakin mengencangkan cengkeraman dari jemarinya yang besar dan kokoh itu. "Masih berusaha mengelak rupanya. Kau tau kan, jika aku sangat membenci penghianat. Aku benci perempuan murahan!" hardik Guntur secara kasar. .
Marissa semakin kesulitan bernapas. Wanita itu juga nampak ketakutan. Hingga pucat pasi. Karena wajah Guntur sangat menyeramkan dan tatapannya juga bagaikan hewan buas.
__ADS_1
"Aku akan membuatmu tak bisa jual diri lagi!" Guntur menatap tajam dan menusuk ke arah Marissa. Ia menurunkan tangannya dari leher. Marissa langsung terjatuh lunglai ke atas lantai. Tapi, tanpa memberinya kesempatan Guntur langsung menariknya dan melempar dengan keras ke atas tempat tidur. Hingga menimbulkan bunyi yang keras.
Benturan pun tak dapat di elakkan lagi. Kepala, Marissa membentur headboard dipan hingga mengeluarkan cairan merah berbau anyir.
"Sakit!" Marissa mengerang sambil memegangi kepalanya. Belum juga nafasnya dapat teratur kembali seperti semula. Wanita seksi itu kembali mendapat serangan lanjutan dari Guntur.
Pria gagah nan tampan yang selama beberapa tahun ini memuaskan birahi serta kehidupan sosialnya. Kini menarik kasar lingerie yang ia kenakan hingga robek. .
Pakaian tipis berbahan sutera mahal itu, tak berbentuk lagi. Menampilkan lekuk tubuh yang sebelumnya selalu membuat Guntur bergejolak dalam gelora dahsyat. Tapi, kini kedua mata Guntur menatap tubuh itu dengan jijik. Seringai buas tercipta, membuat wanita yang tergolek di hadapannya ini beringsut ketakutan.
Guntur biasa melakukan penyiksaan terhadap Anjali. Tapi, Baru kali ini ya bertindak kasar terhadap wanita yang ia cintai. Karena yang mendapat sebuah bukti nyata bahwa Marissa berkhianat.
"Ho–honey. Tolong jangan marah. Apa yang membuatmu tiba-tiba begini. Tolong jangan percaya apapun kabar dari orang luar. Percayakan padaku," jelas Marissa lirih penuh permohonan. Ia nampak memelas dan mengiba. Karena sejatinya Marissa tidak kuat dan sanggup jika di perlakukan kasar. Ia nampak gemetar ketakutan.
__ADS_1
Guntur tak peduli, ia merangkak di atas tubuh wanita yang sudah ia berikan kepercayaan sepenuhnya. Kemudian, menekan buah dada dan mencengkeramnya kuat, hingga Marissa memekik kesakitan.
"Sakit, Honey ...," ucap Marissa dengan rintihan menyayat hati. Tapi Guntur tak peduli. Ia semakin mengencangkan cengkeramannya, sembari menyeringai sinis.
Deru napasnya menggebu seiring amarah dan napsu yang menumpuk jadi satu. Tak terima dengan penghianatan Marissa. Di barengi dengan berita jika perusahaannya mengalami penjebolan dana sebanyak tiga triliun. Kepalanya seketika mengeluarkan bara api.
"Sakit? Kau tau apa soal rasa sakit? Bahkan kau melakukan ini bukan sekali dua kali. Dengan mereka yang wajahnya di bawah rata-rata. Apa kau ini sedang menghinaku, hah!" Guntur kemudian memberi tamparan keras beberapa kali di wajah cantik nan mulus Marissa. Hingga, sudut bibir wanita ini mengeluarkan darah.
"Itu berita tidak benar! Aku pasti sedang di fitnah! Kau harus percaya padaku, Honey!" Sekuat tenaga Marissa masih berusaha untuk membela dirinya. Meskipun beberapa buku tersebut telah sangat jelas berada di dalam genggaman Guntur. Tentu saja hal itu membuat pria yang menjadi kekasihnya ini semakin naik pitam. Guntur pun kalap. Ia memukuli Marissa dengan membabi buta.
"Wanita tak tau diuntung! Jalaang!" Guntur melepaskan ikat pinggangnya yang besar, kemudian menggunakannya untuk memecut raga Marissa.
...Bersambung ...
__ADS_1