Mafia Perebut Istri Orang

Mafia Perebut Istri Orang
Bab. 28. Kemarahan Arka.


__ADS_3

Beberapa saat berlalu, Apollo kembali melapor. "Saya sudah menemukan lokasi dimana suami dari wanita itu berada, Tuan.


Arka seketika mendongakkan kepalanya yang tengah menunduk dalam. Kedua tangannya yang bertumpu pada lutut ikut menopang kening. Ia menatap nanar pada lantai. Namun seketika tegak karena penyampaian dari Apollo yang ia tunggu sejak tadi.


"Dimana dia?"


"Di sebuah apartemen luar kota. Ada sebuah pesta di sana. Sebenarnya itu pesta minuman keras, obat-obatan terlarang serta hubungan bebas dengan lawan jenis maupun sesama jenis, Tuan." Penjelasan dari Apollo ini sontak membuat Arka semakin geram saja. Ia langsung berdiri dengan napas yang memburu karena kesal.


"Laki-laki laknat! Manusia sampah! Mulai saat ini, aku akan memisahkan dia dari Anjali. Wanita sebaik dia, yang selalu menjaga dirinya dari laki-laki. Kenapa bisa mendapatkan suami biadab yang kotor! Siapkan, kendaraan. Aku akan memberikan kejutan padanya." Arka berkata sambil mengeratkan rahangnya.

__ADS_1


"Sebentar, Tuan. Bagaimana dengan nona Anjali jika anda pergi?"


Mendapat pertanyaan dari Apollo, membuat Arka tersadar dari gelora emosinya. Ada seseorang yang lebih membutuhkan dirinya. Ada sosok yang harus ia harus ia jaga dan ia perhatikan saat ini. Sebelum, diagnosis dokter mengatakan baik-baik saja. Maka, Arka tidak akan pergi dari sisi Anjali. Ia telah berjanji pada wanita itu tadi. Selagi, Anjali masih dalam keadaan sadar.


Arka meluruhkan raganya hingga terduduk kembali di kursi tunggu. Kemudian, ia berucap lirih. " Kau benar. Anjali lebih membutuhkanku di sini."


"Serahkan pada saya. Kita akan mengundurkan pria itu perlahan. Sesuai data yang saya input darinya. Pria itu memiliki perusahaan yang terhubung dengan salah satu sekutu dari organisasi kita."


"Kita bisa menyerangnya dari jarak jauh. Ah, kau cerdas, Apollo! Pantas saja, paman menjadikanmu kaki-tangannya. Aku serahkan nasib manusia laknat itu padamu. Buat perusahaannya hancur, lalu hidupnya. Setelah itu, aku yang akan menghancurkan jiwanya perlahan-lahan. Biarkan, ia mengetahui identitas yang menghancurkan usahanya. Aku ingin lihat bagaimana raut wajah kagetnya," ucap Arka. Keluarlah sisi kejamnya.

__ADS_1


Ia akan menghabisi sampai akar, siapa saja yang telah menyakiti Anjali lahir dan batin. Ia tidak rela sedikitpun. Ia yang menjaga Anjali selama ini. Memastikan, bahwa wanita itu tetap suci. Hingga ia menghalalkan Anjali nanti. Tapi, takdir berkata lain pada keduanya.


"Saya mengerti, Tuan. Kita akan mengirim teror yang akan mengguncang jiwa pria itu perlahan-lahan. Biarkan dia yang mencari anda, bukan malah sebaliknya." Apollo menegaskan sebuah strategi penghancuran yang lebih kejam. "Setelah tak lagi memiliki pondasi dari segi materil, barulah anda hancurkan raganya hingga *****." Apollo kembali menegaskan dengan rahang yang juga mengeras.


"Baiklah. Hancurkan dia cepat. Aku tidak mau perlahan-lahan. Aku ingin cepat melihatnya hancur hingga dasar. Biar seluruh keluarganya, sadar. Bahwa Anjali kini memiliki seorang guardian yang akan membalaskan dendam sakit hati dan fisiknya selama ini!" Arka berteriak diakhir kalimatnya. Jika bisa, saat ini pun ia ingin menghujam sebuah belati kedalam jantung Guntur Angkasa. Setelah sebelumnya ia menyayat kulit pria itu perlahan-lahan.


Apollo hanya menyeringai melihat, Arka sang tuan mudanya seperti itu. Ia dapat memahami perasaan yang bergejolak di dalam dada dan juga kepala Arka. " Baik Tuan."


Tak lama, petugas berpakaian medis keluar dan menghampiri Arka dengan terburu-buru. "Tuan. Keadaan nyonya dan bayinya, kritis. Kami akan menjalankan operasi."

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2