Mafia Perebut Istri Orang

Mafia Perebut Istri Orang
Bab. 23. Pelantikan Ketua Yang Baru.


__ADS_3

Waktu yang berlalu tak terasa hingga, Arka mendapat kepulihan dan juga kemampuan baru. Lebih dari dua pekan ia memendam perasaan rindunya pada sosok wanita yang tak pernah tergantikan oleh siapapun.


Setelah kemarin malam Gabriel mengadakan perayaan lagi ketika ia mengumumkan Arka sebagai ketua organisasi mereka yang baru. Semua memanggil Arka dengan nama baru, yaitu Tuan Roberto.


Sungguh, momen yang tak pernah hadir dalam mimpinya sekalipun. Hal yang tak pernah mampir dalam bayangannya. Satu kejadian dan takdir yang berada di luar nalarnya. Hingga saat ini Arka tidak dapat mengungkap dengan kata-kata, untuk dapat mengibaratkan perasaannya saat ini.


Arka merasa jika saat ini dirinya seakan terlahir kembali menjadi sosok yang lain. Sosok yang memiliki sesuatu, kekuatan, kekuasaan serta kemampuan tak terbatas. Ia kini dapat melakukan apapun yang ia inginkan. Mengalahkan siapapun yang selalu berniat menjatuhkan dirinya.


Satu pria yang akan Arka basmi terlebih dulu, siapa lagi kalau bukan Guntur Angkasa. Dirinya berpikir inilah saatnya dia dapat melakukan hal yang berguna, di mana beberapa waktu lalu ia tak memiliki kemampuan untuk itu. Aku akan melepaskanmu Anja. Mengeluarkan mu dari penjara itu.


Arka tidak dapat berhenti untuk tidak memikirkan Anjali sebentar saja. Tekadnya kuat berlatih adalah demi rencananya untuk bisa membebaskan wanita yang dicintai itu. akan merasa dirinya sudah kuat dan memiliki kekuasaan saat ini.


*Aku pasti bisa membawaku keluar dari sana. Aku akan mengambil mu kembali dari tangan pria gila itu. Kita akan hidup bersama Anjali. Aku akan membahagiakan mu saja juga bayi yang kau kandung. Tak peduli jika itu adalah anak dari Guntur sekalipun.


Aku akan memiliki mu lagi. Kita pasti akan bersama. Tunggulah Anjali*.


Meskipun di markas ada beberapa wanita yang cantik dan berusaha mendekatinya. Arka yang slalu bersikap dingin terhadap wanita selain Anja. Membuat Gabriel benar-benar melihat sosok dari Armando di dalam sikap keponakannya itu. Kesetiaan terhadap perasaannya meskipun, ia tak bisa memiliki.


Arka juga merindukan si mbok, ibu angkat yang telah merawatnya sejak bayi. Gabriel memberikan ponsel baru agar Arka dapat menghubungi wanita itu.


"Terima kasih, Paman. Meskipun ini terlalu berlebihan. Aku belum pernah menggunakan ponsel semewah ini," ucap Arka dengan senyum bahagia. Setidaknya ia kini dapat merasakan menjadi apa yang selama ini hanya mampu ia lihat.

__ADS_1


"Ini tidak seberapa. Kau memiliki harta peninggalan dari ayahmu, Armando. Hanya saja, Paman tidak menyimpannya pada bank lokal. Kita juga memiliki perusahaan yang membuat kami semua masih bertahan hingga saat ini dari penghasilannya.


"Selama ini belum ada yang tau siapa pemimpin sesungguhnya. Karena perusahaan itu Martina yang mengurusnya sebelum menikah dengan Armando. Setelah pembantaian dan kami di haruskan sembunyi. Ada seorang kawan yang mengambil alih. Seakan-akan jika perusahaan itu paman jual. Padahal tidak. Kami hanya, bereaksi seakan bahwa kami semua benar-benar menghilang.


"Suatu saat, Paman akan membawamu tampil. Dan kembali mengambil alih kekuasaan sepenuhnya. Untuk saat ini, biar kau beradaptasi dahulu. Kemudian selesaikan masalahmu satu persatu. Ingat! kau harus membalas perlakuan orang yang telah membuatmu terluka sepatah itu. Jika bukan karena serum ciptaan profesor Nagara. Kau akan seumur hidup berada di atas ranjang dengan berbagai alat di tubuhmu." Gabriel menjelaskan dengan sorot mata berkilat. Dirinya pribadi tak terima jika orang-orang yang telah membuat keponakannya menderita hidup dengan tenang.


Karena itu, Gabriel akan membantu dan mendukung sepenuhnya.


"Baiklah, Paman. Aku juga tidak akan membuat hidup pria itu tenang. Apalagi ketika sang istri yang tengah mengandung anaknya tak lagi berada di sisinya. Aku akan menyiksa batinnya terlebih dulu. Aku ingin ia merasakan bagaimana rasanya kehilangan. Ketika seseorang yang kau sayang diambil orang tanpa peringatan." Arka menampilkan seringai sinis di wajahnya.


"Halo, Mbok. Piye kabare. Iki anakmu yang ganteng. Arka ...."


Gabriel tersenyum lebar kala Arka menghubungi wanita tua itu. Ia kembali duduk di kursi santai sambil menikmati cerutunya. Hingga pada bagian Arka memekik, ia pun menegakkan tubuhnya.


"Apa yang sudah Paman lakukan? Kenapa si mbok bilang kalau rumahnya sekarang sedang dibangun dan hampir selesai. Bahkan, sawah peninggalan bapak juga sudah di tebus. Tolong jelaskan Paman?" tanya Arka meminta penjelasan karena dirinya benar-benar bingung. Ia bahkan belum menceritakan siapa wanita itu. Dimana tempat tinggalnya, tapi bagaimana bisa pamannya ini menemukan mereka dan mengubah seluruh hidup wanita yang sudah Arka anggap sebagai ibu kandungnya sendiri.


"Wanita itu pantas mendapatkan itu semua. Bahkan, makam suaminya pun telah paman pindahkan di sebelah kebun. Agar, si mbokmu itu tak perlu naik turun bukit untuk sekedar mengunjungi peristirahatan terakhir suaminya."


"Bahkan sekolah, Acil juga telah pindah." Arka benar tak percaya. Secepat itu pergerakan Paman dan organisasi ini. Merubah kehidupan Si mbok dan Acil menjadi lebih baik. Hal yang tak mungkin ia lakukan jika hanya mengandalkan gaji montir bengkel kecil saja.


"Adik angkatmu itu, harus mendapatkan pendidikan yang terbaik. Demi masa depannya. Satu yang tidak dapat kami temukan. Anak perempuan dari wanita itu. Kemana dia? Kenapa wanita itu tidak tau?" cecar Gabriel.

__ADS_1


"Itu ... karena mbak Leni tidak pernah pulang sejak lima tahun lalu. Juga tidak pernah memberi kabar pada kami. Biar saja, dia yang memutuskan hubungan dan tidak mau tau keadaan orang tua. Tak perlu lagi Paman mencari keberadaannya. Biar saja!" tukas Arka. Nampak kemarahan di balik sikapnya.


"Hemm ... jadi begitu." Gabriel kemudian diam. Pria paruh baya ini tak mau membahas lagi. Biarkan Arka yang menyelesaikan masalah itu nanti.


"Aku akan menyelidikinya nanti, Paman. Setidaknya kaki harus tau apa alasan yang membuatnya seakan melupakan kami, terutama si mbok." Arka berkata dengan rahang yang beradu.


"Roberto, kau adalah ketua dari organisasi ini. Tak ada hal yang tak bisa kau lakukan. Informasi apa yang ingin kau cari. Kau hanya tinggal memberi perintah saja. Tapi, selesaikan dulu masalah dengan suami dari mantan kekasihmu itu. Buat dia menyesal!" seru Gabriel seraya menepuk bahu Arka alias Roberto.


"Ya, aku pemimpin di sini." Arka pun menyeringai. Setelah mengetahui bahwa keadaan dari orang tua angkatnya baik-baik saja di desa bahkan sangat baik. Maka saat ini Arka akan menjalankan rencananya untuk membalas semua tindakan dari Guntur kepadanya.


Pertama-tama, dia akan mengunjungi Anjani terlebih dahulu. Setidaknya harga ingin tahu bagaimana keadaan wanita itu saat ini. Ia berharap Guntur tidak melakukan hal di luar batas seperti apa yang dilakukan pria itu kepadanya.


"Apa ini rumahnya, Ketua?" Kedua mata elang Apollo memindai bangunan yang kini berada di depan matanya. Ia dan Arka telah turun dari sebuah mobil jeep Wrangler berwarna hitam.


Dengan kaca mata hitam yang bertengger di atas hidung keduanya. Serta kostum serba hitam khas dari organisasi ini. Klan mafia keluarga Louis.


"Ya, ini adalah sangkar yang memenjarakan Anjali. Aku ingin kau mengawasinya selama dua puluh empat jam. Kabarkan padaku setiap pergerakan yang mencurigakan. Aku ingin menemui kawan-kawan ku dulu. Setidaknya aku harus ijin keluar dari bengkel itu secara baik-baik." Arka menanggalkan Coat luaran yang menjadi kostumnya, kemudian mengganti dengan jaket denim biasa.


Kemudian Arka mengendarai motor yang telah di persiapkan. Sebuah kendaraan roda dua berwarna merah metalik dengan jok belakang yang tinggi. Sebuah helm full face yang juga berwarna merah.


"Baik Tuan." Apollo menundukkan kepalanya. Hingga, sosok Arka tau-tau telah berbelok di balik gang.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2