Mafia With Luv

Mafia With Luv
jeju


__ADS_3

   Bosan.


  Jaerin memang tipe gadis seperti itu. Mudah merasa suntuk, dan sangat tidak betah berdiam diri. Hiperaktif. Menjadi dokter memang sangat cocok untuk dirinya, sangat sibuk terutama jika sudah berurusan dengan pasien. Niat awalnya, setelah lulus kuliah jaerin akan mengambil kuliah lagi dan ingin mendapatkan gelar dokter bedah sebelum usianya menginjak 30 tahun.


  Tapi takdirnya memang sudah buruk, semuanya hanya angan tak tercapai. Dengan sejuta kebohongan yang berusaha ia anggap sebagai pertolongan. Semuanya hanya pelarian, dikala hal yang sesungguhnya belum sanggup ia hadapi.


   Percuma juga mencari, karena hanya sehunlah yang bisa ia percayai kini, seburuk apapun sehun, akan tetap menjadi tempat berlari dan kembali. Hanya oh sehun.


  Setelah meyakinkan dirinya untuk kesekian kalinya. Akhirnya jaerin memberanikan diri untuk mendatangi sehun yang tengah menatap laptopnya dengan serius, sesekali menggaruk-garuk rambutnya yang acak, tak teratur, berantakan. Mungkin frustasi dengan pekerjaanya, karena jangan lupakan bahwa sehun adalah seorang CEO.


   Melihat hal itu tak mengurungkan niat awal jaerin, ikut mendudukan tubuhnya disamping sehun. Berusaha tak mengusik lelaki itu, yang pada akhirnya tetap mendapatkan lirikan dari sehun dengan senyuman manis yang berusaha sehun tampilkan.


   "Kau lapar?" Tanya sehun, meletakan laptop yang sebelumnya ia pangku keatas meja yang ada dihadapannya.


   "Tidak, aku masih kenyang." Jawab jaerin.


   Sehun hanya mengangguk sebagai jawaban, dia terus menatap jaerin dengan intens. Sejujurnya jika ada jaerin disampingnya atensi akan terus tepusat pada jaerin seorang. Gadis yang satu itu memang memiliki magnet yang dapat menarik semua perhatian pada dirinya seorang.


    "Sehun."


  Satu kata penuh penekanan, tegas dan sedikit lirih membuat sehun menatap bingung pada jaerin. Tak biasanya gadis yang satu itu berucap seserius ini, pastinya akan ada satu hal yang ingin ia jelaskan.


    "Apa kau mencintaiku?"


  Lagi pertanyaan itu terlontar dari mulut jaerin, bukan sekali jaerin bertanya tentang rasa cinta sehun pada dirinya. Hanya saja jaerin sendiri bingung dengan perasaannya, mungkin saja ini hanya manipulasi, tapi siapa yang akan ia percayai lagi?


   Sehun yang mendengar pertanyaan itu kembali terlontar dari jaerin hanya bisa menghela nafas panjang. "Kau pasti sudah tahu apa jawabannya jung jaerin." Jawab sehun berusaha terlihat tenang, padahal sejujurnya ia risih dengan pertanyaan itu.


   Menggapai kedua tangan sehun, menggenggamnya dengan sangat erat. Tatapan jaerin begitu berbeda, penuh harapan dan sangat tulus. Ada banyak kisah yang tergampar jelas dari kedua mata dengan obsidian hitam legam itu. Sangat kentara.


    "Aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya kau rasa. Tapi ya, sepertinya sama. Kau memang mencintaiku." Jawab jaerin memberikan senyuman tulus pada sehun.


  Kemudian tangan wanita itu terulur untuk mengambil sesuatu didalam saku hodie yang ia kenakan. Menggenggam sebuah kertas kecil itu, lalu meletakannya tepat diatas telapak tangan sehun yang tengah ia genggam.


    Sehun menyerngit bingung, pasalnya sebuah kertas yang diberikan oleh jaerin yang kini berada di telapak tangannya, sedikit mencurigakan.


    "Apa ini?" Tanya sehun akhirnya yang terlanjur penasaran.


   "Bacalah, aku harap setelahnya kau mengerti, kenapa aku terus menanyakan apakah kau mencintaiku." Jelas jaerin.


   Sontak hal itu membuat sehun gugup setengah mati. Penjelasan jaerin seakan mengatakan bahwa ada alasan dibalik ia melakukan ini, dan tentu saja sehun takut akan hal itu. Dibukanya selembar kertas yang diberikan oleh jaerin itu padanya, lalu membacanya dengan ragu.


  Setelah menatap selembaran kertas itu dan membacanya, raut muka sehun berubah menjadi serius. Melotot kaget, karena apa yang dibacanya merupakan sebuah kunci dari segala masalah yang dialami oleg jaerin.


    "Apakah ini—" Tanya sehun menggantung.


  Jaerin langsung membalasnya dengan sebuah anggukan yakin, dan senyuman tipis menatap sendu pada sehun. "Maaf, harusnya aku tidak menyembunyikan ini dari mu. Hanya saja, aku rasa alasanmu mempertahankan ku tidak masuk akal. Jadi aku memutuskan untuk berbohong mengenai kalung itu dan segalanya." Jelas jaerin dengan suara parau merasa bersalah karena telah menyembunyikan hal ini dari sehun.


    "Tapi saat dimana kau benar-benar menyatakan hal itu. Aku memutuskan untuk yakin, dan menyerahkan surat ini padamu. Seperti apa yang kau katakan, aku sangat ingin kita hidup bersama tanpa gangguan dari dunia mafia. Ingin hidup saling mencintai dengan damai sampai tua tanpa luka atau balas dendam dan sebagainya. Aku ingin semua ini berakhir dengan segera."


   "Karena aku mempercayai mu dan mencintaimu."


   Sehun terenyuh mendengar pertanyaan Jaerin yang terlihat begitu tulus dan dalam. Mengena kehatinya yang terdalam, hingga tak sadar sudah membawa jaerin dalam pelukan hangatnya. Semakin yakin bahwa apa yang ia lakukan tidaklah salah. Dia benar-benar yakin, mempertahankan jaerin dalam hidupnya adalah hal tepat.


    "Terimakasih jaerin, aku berjanji akan benar-benar mewujudkan impian mu. Bukan, imipian kita. Hidup bersama sampai tua hingga maut memisahkan."


   ***

__ADS_1


   "Sehun, ada apa?" Tanya Jaerin setelah membuka pintu ruangan kerja sehun, dirinya yang sedang melukis tiba-tiba dipanggil oleh woonhoo untuk datang keruangan kerja sehun.


   "Kemari, aku butuh bantuanmu." Jawab sehun yang masih duduk diatas kursi kerjanya.


   Jaerin mendekat kearah sehun, berdiri tepat disamping lelaki itu. Tampak bingung akan melakukan apa selanjutnya, sebab sehun masih terdiam, menatap layar laptop yang berada dihadapannya.


  Brrruuk


   Jaerin sedikit tersentak karena sehun yang langsung memeluk bagian perut jaerin. Mengukungnya dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya diarea perut jaerin.


  Peka akan kondisi, walau masih terkejut. Jaerin dengan segera mengulas surai hitam itu pelan, sementara sehun masih mencari kehangatan disana. "Ada apa hm?" Tanya jaerin, sepertinya ada yang terjadi dengan sehun sehingga membuat lelaki itu sedikit manja padanya.


   "Aku sibuk sekali, lelah rasanya." Keluh sehun, bergumam sebenarnya karena wajahnya masih menempel pada perut jaerin.


   "Mau istirahat?" Tawar jaerin.


   "Tidak bisa, aku harus menyelesaikan ini. Agar bisa segera mencari data itu." Jawab sehun.


   "Jangan dipaksa, lebih baik beristirahat saja. Nanti sakit." Ucap jaerin, sedikit memaksa karena memang sedari kemarin sehun tidak berhenti menatap layar laptopnya.


   "Tidak apa, asal kau disini. Sudah cukup." Sanggah sehun lagi, masih bergelayutan pada perut jaerin.


   "Baiklah, aku akan menemani mu disini. Siapa tahu aku bisa membantu."


  Jaerin dengan segera menatap sehun, memberikan senyum tipis pada lelaki itu sebelum akhirnya ikut mendudukan tubuhnya disalah satu kursi kosong yang berada disana. Tentunya setelah berhasil melepaskan pelukan sehun.


     "Sehun, bagaimana? Kau sudah memecahkan kode itu?" Tanya jaerin penasaran.


   Sehun yang sebelumnya tengah membenarkan posisi duduknya, langsung melirik jaerin kemudian duduk dengan tegak menatap sang gadis yang tepat berada didepannya.


  Melongo tak percaya, karena jaerin pikir kode itu akan sulit dipecahkan. Tapi nyatanya hanya dengan sekali membaca sehun langsung dapat mengetahui maksud dari data itu.


   "Lalu apa artinya? Coba jelaskan. Penasaran sekali. Jika ingat, kepalaku sampai pening begitu membaca kodenya." Pinta jaerin dengan wajah memelas. Kesal juga jika ingat bagaimana ia mencoba memecahkan kode itu dengan susah payah.


    "Mendekatlah, akan ku jelaskan." Perintah sehun, mengayunkan tangannya pada jaerin agar mendekat.


   Jaerin hanya menurut, sedikit menarik kursi yang memiliki roda itu agar semakin dekat dengan sehun. "Bagaimana?" Tanya jaerin sambil menopang dagunya dengan tangan."


   Sehun membalas pertanyaan jaerin dengan senyuman, lalu membuka laci nakasnya dan mengambil selembar kertas yang sebelumnya jaerin berikan. Membuka itu hingga menampakan kode-kode atau sandi yang kata Jaerin sangat memusingkan.


    "Pertama S3-TG3-U1-TL3-U1. Merupakan sandi arah mata angin. Kau bisa lihat buku panduan ini." Ujar sehun, menunjukan sebuah buku panduan yang berisi ratusan kunci sandi riddle yang hampir seluruhnya telah ia hafal.


   Jaerin mengangguk, menatap buku panduan itu yang sudah terbuka dan menampilkan sebuah arah mata angin dengan keterangan-keterangan yang tertera. "S3 disini berarti huruf U, sedangkan TG3 merupakan huruf T." Jelas sehun menunjuk beberapa huruf dan simbol yang berada dibuku panduan, lalu menyamakannya dengan selembar kertas milik jaerin.


   "Paham, aku paham." Teriak jaerin girang, karena mengerti dengan apa yang sehun jelaskan.


  Dengan segera gadis itu meneruskan simbol yang tersisa setelah mengetahui caranya dari sehun. "U1-A, TL3-R, U1-A. Utara?" Tanya jaerin menatap sehun yang masih memperhatikan dirinya.


   "Ya, benar maksudnya adalah utara. Lalu selanjutnya angka ini adalah sandi berlapis, akan sulit mungkin untuk mu memecahkannya karena menggunakan dua sandi sekaligus. Sandi angka 1 lalu dipecahkan lagi menggunakan sandi rot 13. Tapi artinya adalah rapeseed." Jelas sehun.


   "Rapeseed? Bunga rapeseed?" Tanya jaerin yang sendirinya juga bingung dengan maksud kode ini.


    "Ya, dan yang selanjutnya menggunakan sandi QWERTY keyboard. Jadi cara memecahkan sandi ini harus melihat qwerty keyboard." Tambah sehun yang kini sudah membawa sebuah keyboard komputernya yang menggunakan tipe qwerty pada hadapan jaerin.


   "H disini jika kita melihat yang berada disamping huruf H adalah J, jadi yang dipergunakan adalah j." Jelas sehun lagi, berusaha Pelan-pelan agar jaerin bisa memahaminya.


   "Jadi seperti W? Yang berada disamping huruf W adalah E? Seperti itu?" Tanya jaerin lagi meyakinkan.

__ADS_1


   "Kau hebat sekali, pantas saja kau sudah lulus dengan gelar dokter diusia mu yang semuda ini." Puji sehun, terkekeh ringan setelahnya mengacak-acak pucuk rambut jaerin.


   "Jadi, jika di teruskan H Adalah J dan Y adalah U. J-E-J-U."


   "Tunggu. Utara? Jeju? Rapeseed?"


    "Apa yang kau tahu tentang itu? Apakah sebuah tempat?" Tanya sehun penasaran karena melihat reaksi jaerin yang seperti itu.


   Jaerin menatap sehun dengan mata membulat, mulutnya menganga sesekali matanya berkedip cepat tak menyangka. Dia tahu apa maksud dari setiap kode ini. Dan dia sangat dekat dengan apa yang di maksudkan.


    "Sehun, kita harus ke jeju. Dipadang rapeseed bagian utara. Ada vila milik keluarga ku. Vila yang tak pernah diketahui oleh banyak orang."


   Tepat setelah ucapan jaerin tadi, sehun mengerti akan sesuatu. Semua ini berhubungan, keluarga jaerin dan korea ada sesuatu yang belum terungkap hingga sekarang. Mungkin saja dendam yang tersimpan bukan hanya dari sehun, melainkan dari orang lain yang akan tiba-tiba menyerang.


  Mungkin saja


  ***


     Setelah hampir menempuh perjalanan selama 20 jam, akhirnya jaerin dan sehun bisa sampai ditempat yang mereka tuju. Pulau jeju, kini mereka sudah sampai disana. Didepan sebuah vila yang cukup mewah, dengan seorang lelaki lain yang berdiri disamping jaerin.


   "Nona ini kuncinya. Jika nona butuh apapun, saya akan selalu ada dirumah, senang melihat nona kembali." Ucap lelaki berumur setengah abad itu, terlihat sangat jelas dari keriput yang berada pada bagian keningnya.


   "Terimakasih ahjussi." Jawab jaerin menerima sebuah kunci yang disodorkan oleh lelaki tadi.


   "Sama-sama nona, saya pergi." Pamitnya lalu membungkukan tubuh, setelahnya berjalan pergi meninggalkan jaerin, sehun dan beberapa anak buahnya yang masih terdiam di depan pintu vila itu.


   Jaerin tersenyum tipis, melambaikan tangannya pada cho dae yun yang ia sebut sebagai ahjussi, daeyun merupakan masyarakat yang diperintahkan oleh jiwoo untuk menjaga vila ini ketika dirinya tak ada. Mengurusnya dan membersihkannya, sehingga dari luar vila ini nampak sangat terurus dan rapih.


   Mendorong pintu vila itu setelah membuka kuncinya. Jaerin menarik tangan sehun agar segera masuk kedalam vila mewah milik keluarga jung, walau tidak sebesar mansion sehun, tapi rumah ini tak kalah keren dengan arsitektur khas eropa yang begitu kentara.


    "Bagaimana mereka punya vila ini, sementara ketika ku cari tahu, vila ini tidak ada di daftar kekayaan dan properti keluarga jung." Tanya woonhoo yang juga ikut bersama mereka menuju jeju.


   "Appa ku mungkin mengatas namakan ahjussi daeyun sebagai pemilik vila ini." Jawab jaerin, sambil berjalan membuka gorden yang menutupi jendela.


   "Jaerin, biarkan pengawal yang melakukannya, lebih baik kau istirahat sekarang. Lelahkan?" Tanya sehun yang sudah berdiri dibelakang jaerin, lalu mengelus pucuk rambutnya.


   "Baiklah. Vila ini memiliki 5 kamar, 3 kamar utama dan 2 kamar tamu. Kalian bisa memilih kamar sesuka kalian. Aku akan pergi ke kamarku." Jelas jaerin dan memilih mengambil koper miliknya yang sebelumnya dibawa oleh pengawal sehun.


   Sehun yang melihat kepergian jaerin hanya bisa tersenyum tipis, memerintahkan para anak buahnya untuk beristirahat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh jaerin tadi. Mereka bebas memilih kamar, tentunya pegawai sehun juga tahu diri.


   "Vila ini sangat besar. Akan sulit mencari kumpulan data itu." Ucap woonhoo yang masih bersama dengan sehun diruangan mirip seperti ballroom, membentuk lingkaran dan sangat luas dengan pilar-pilar disetiap sisi.


   "Jaerin adalah kuncinya, gadis itu tahu pasti letak data itu. Jangan khawatir." Jawab sehun, berjalan mengelilingi ballroom itu, memperhatikan beberapa lukisan indah yang terpajag di dinding.


   "Jika data itu kau dapatkan, apa yang akan kau lakukan?" Tanya woonhoo.


   "Tentunya aku akan mendapatkan apa yang aku mau. Membalaskan dendam, aku ingin ia menderita, seperti rencana awal." Jawab sehun.


  Woonhoo mengangguk yakin dengan jawaban sehun, dan memilih undur diri dari ruangan ballroom itu. Sehun tersenyum miring, ketika tujuan yang selama ini ia rancang siap terwujudkan.


    "Gadis bodoh."


   ***


Gimanaaaaaa? Hayooo? Sehun sebenarnya jahat engga sih yawlahh. Kasian jaerin. Kesel beut. Wkwkwkwk


sebenarnya ini ara udh sering up mafia with luv di platform lain, terkadang ara malas buka noveltoon:( makanya update sekaligus kaya gini. Maaf yah

__ADS_1


__ADS_2