
Malam itu sehun benar-benar datang keacara perkumpulan organisasinya, sesuai dengan apa yang dibicarakan oleh chanyeol dia tak mau kehilangan jaerin jika sampai pimpinan sehun mengetahui keberadaan jaerin dan membuatnya hilang selamanya karena sampai kapanpun sehun tidak akan rela untuk melakukan hal itu.
Sehun datang dengan mobil Rolls Royce phantom miliknya diantara para mafia yang lainnya sehun memang yang paling kaya, karena selain bekerja sebagai mafia sehun juga adalah seorang pemilik perusahaan turunan keluarganya, sehun memiliki bisnis tambang dan minyak bumi yang hampir tersebar diseluruh dunia, tak heran sehun memiliki mansion yang sangat besar.
Oh yah selain seorang mafia sehun juga adalah seorang assassin baginya asal itu membunuh dan mendapatkan uang pekerjaan itu akan dilakukan.
"Kau datang sehun?" Seorang lelaki menyapa sehun yang baru saja melangkahkan kakinya di ballroom sebuah rumah yang sangat besar, ini sebenarnya bukan rumah biasa tempat ini adalah markas persembunyian organisasi mafia yang sangat terkenal diseluruh dunia, karena di organisasi ini tak sembarangan orang bisa bergabung, hanya seseorang dengan tekad kuat dan sebuah dendam yang mampu bertahan termasuk sehun.
"Ya aku datang." Sehun memang akan selalu dingin kepada siapapun, walau itu teman dekatnya sendiri baginya jika tak ada hak yang penting yang perlu untuk dibahas maka cukup diam dan tak perlu basa basi dia tidak suka itu.
"Biasanya kau tidak akan datang." Kali ini seseorang ikut menimpali ketika mendengar percakapan antara sehun dan chanyeol, lelaki dengan kaus oblong dan juga celana jeans berwarna navy itu tersenyum pada sehun dan chanyeol, namanya kim jongin, mereka biasa memanggil lelaki itu dengan nama kai.
"Bukan urusanmu." Jawab sehun memutuskan meninggalkan kedua sahabatnya ini, ketahuilah mereka sudah bersama hampir 10 tahun namun sehun tidak pernah bisa merubah sikapnya selalu cuek dan dingin.
Sehun berjalan pelan menuju ruangan dimana mereka semua akan mengadakan rapat, semua anggota disini terlihat asing bagi sehun yah sebutlah sehun adalah seorang anggota yang tidak punya aturan, dia datang dan pergi sesuka hatinya, namun bos tertinggi sangat menyayangi sehun, bukan menyayangi dalam hal 'itu' namun dengan adanya sehun organisasi ini tetap bisa berjalan dengan lancar, karena hanya sehunlah yang mempunyai banyak koneksi agar segala bisinis organisasi bisa berjalan dengan lancar.
Mungkin para anggota yang lain mengetahui akan sehun, tapi sekali lagi sehun akan selalu tak acuh pada orang sekitarnya karena baginya dia tidak butuh diperdulikan dan dia tidak pernah memperdulikan.
"Tunggu! Tunggu!" Seseorang dengan jas hitam berlari menuju sehun agar bisa menyamai jalan langkahnya yang cepat, dengan sekuat tenaga lelaki itu menghentikan laju langkah sehun dengan menarik paksa tangan sehun, yang membuat lelaki itu memdapatkan tatapan maut dari sehun.
"Apa yang kau lakukan." Nadanya terdengar sangat menyeramkan, bahkan wajah sehun terlihat tak lagi bersahabat menakutkan bukan?
"Kau oh sehun bukan?" Tanya lelaki itu dengan nafas yang memburu, dia terlihat sangat lelah karena mengejar sehun.
"Jikalau bukan kau akan apa?" Tanya sehun tak lepas memandang lelaki yang ada dihadapannya ini, lelaki ini masih sangat muda lebih muda ketibang oh sehun.
"Aku tahu kau memang oh sehun." Lelaki dengan nama younghoon itu tersenyum kecil, karena mengetahui lelaki yang ada dihadapannya ini berbohong.
"Jika kau memang mengetahui namaku! Lalu apa urusanmu!" Sehun akhirnya menaikkan suaranya satu oktaf membuat younghoon terdiam sesaat memandang nanar mata sehun.
"Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku adalah salah satu orang yang menjadikan mu sebagai panutan." Jelas younghoon tak melepaskan pandangannya dari sehun, tatapan kagum sangat terpancar dari mata younghoon ketika menatap sehun.
"Hanya itu? Aku tak butuh kau menjadikan diriku sebagai panutan, carilah panutan mu yang lain, yang lebih pantas dari pada diriku." Jawab sehun angkuh lalu pergi meninggalkan younghoon yang sudah tersenyum masam.
Dia seharusnya tahu untuk tak melakukan hal ini, namun rasa kagumnya terhadap sehun terlampau besar sehingga membuatnya tak pernah berfikir lanjut tentang apa yang ia lakukan.
Younghoon tertawa miris, digenggamnya sebuah foto sehun yang baru saja hendak ia berikan pada objek yang menjadi model di foto itu, mengatakan bahwa dirinya ingin meminta tanda sebagai motivasi, namun sayang foto younghoon sobek lalu membuangnya ke tempat sampah.
Dia salah memilih sehun sebagai panutan.
***
Kini mereka semua sudah berkumpul disebuah ruangan yang cukup luas, diruangan tersebut mereka duduk mengelilingi sebuah meja bundar yang sangat besar, semua sudah mendapat kursi untuk mereka duduki termasuk sehun dia mendapatkan tempat duduk istimewa karena bos besar sangat mengistimewakan sehun.
Sehun bahkan sering disebut sebagai anak emas karena bos yang selalu membela dirinya, tapi sekali lagi sehun tetap lah sehun dia tidak akan pernah peduli dengan siapapun orang yang memperhatikan dirinya.
Sehun terdiam tanpa berminat untuk menyapa siapapun yang berada disini, karena memang rapat organisasi hari ini dihadiri oleh seluruh pemimpin organisasi dari seluruh dunia, termasuk beberapa anggota khusus yang sudah memiliki banyak keahlian.
Contohnya seperti chanyeol yang sudah terkenal sebagai seorang pembunuh jarak jauh yang sangat ditakuti keberadaannya, chanyeol sampai saat ini masih menjadi buronan polisi, namun polisi tak pernah mengetahui identitas aslinya.
Lalu jackson wang, lelaki itu sangat terkenal dengan tekniknya dalam menggunakan sebuah pisau, dia bahkan bisa membidik sebuah sasaran dari jarak 20 meter hanya dengan menggunakan sebuah pisau dapur.
__ADS_1
Semua orang yang berada disini bukanlah orang-orang biasa, melainkan orang-orang hebat yang memiliki bakat akan tetapi mereka lebih memilih menjadi pembunuh agar bisa terus melatih kemampuan mereka.
Dan sehun termasuk diantara orang-orang hebat ini.
Tak lama seorang lelaki dengan jas berwarna abu mendatangi meja bundar, terlihat sebuah sisa luka yang masih membekas didahinya, membuktikan bahwa dunia sekejam itu padanya.
Namanya kim suho, lelaki ini adalah pemimpin organisasi mafia yang sangat ditakuti oleh dunia, ralat dia adalah penerus dari organisasi BLACK SHADOW yang sebelumnya didirikan oleh ayahnya.
Dengan gagahnya lelaki berwajah sangar itu menempati kursi kosong yang disediakan khusus untuk dirinya, sambil menatap para tamu yang hadir, suho memberikan sebuah senyum kecil untuk menyapa.
"Selamat malam semuanya." Sapa suho dengan suara berat miliknya, bola matanya mengitari seluruh meja bundar melihat siapa saja para anggotanya yang datang pada malam ini.
"Malam." Jawab seluruh anggota dengan serempak.
"Jadi pertemuan kali ini saya akan membahas tentang perencanaan penyelundupan narkoba dan senjata yang akan dilakukan dibeberapa negara baru." Tiba-tiba sebuah hologram menyala menampilkan peta dunia.
"Setelahnya melihat beberapa hasil laporan penyelundupan senjata dan narkoba, saya dan petinggi BLACK SHADOW memutuskan untuk memindahkan jalur penyeludupan, sebelumnya kita sering menyelundupkan barang ke amerika serikat, namun setelah damainya korea utara dan amerika, amerika memutuskan untuk menghentikan suplei barang kita." Jelas suho sambil menatap hologram video yang sudah di riset sedemikian mungkin agar menampilkan lokasi yang menjadi tempat penyelundupan mereka.
"Jadi ada beberapa permintaan senjata dan narkoba dari negara german, saya sudah memikirkan hal ini jadi saya putuskan kita membuka jalur penyeludupan di german, terlebih ini dapat menjadi batu loncatan agar organisasi kita bisa melebarkan sayapnya didaerah eropa."
Semua orang bertepuk tangan mendengar penjelasan suho, mereka semua memang menunggu hal ini pelebaran sayap BLACK SHADOW ke daerah eropa yang berpotensi.
"Jadi saya membutuhkan beberapa pemimpin yang mampu mengatur segala rencana dalam rencana ini, jadi saya meminta oh sehun secara hormat memberikan tenaga dan waktunya untuk menjadi pemimpin dalam rencana ini."
Semua orang disana menatap sehun yang hanya terdiam tak menampilkan ekspresi apapun, tak ada ekspresi kaget yang terpancar dari wajahnya hanya terlihat sehun yang menalikkan sebelab alisnya bingung.
"Maaf aku tidak bisa menerima kehormatan itu, ada banyak hal yang tak bisa aku tinggalkan." Jawab sehun, semua orang di ruangan itu riuh ketika mendapati sehun menolak perintah suho.
"Baiklah aku tahu sehun akan selalu sibuk dengan banyak urusan, termasuk perusahaan miliknya, bukan?" Jelas suho walau dengan sebuah tatapan licik pada sehun.
"Pimpinan untuk rencana adalah kim jongin." Suho menatap jongin yang sudah menampilkan ekspresi kaget dan tidak menyangka, pasalnya jongin atau kai tak terlalu terkenal di organisasi.
Semua orang disana bertepuk tangan tapi ada beberapa yang memberikan tatapan tak suka pada kai, tapi rapat ini adalah pilihan suho tidak boleh ada yang menolak segala keputusan yang diambil oleh suho, karena bagi para mafia berdiskusi ataupun berdebat hanya membuang waktu.
Sehun hanya menatap malas para anggota yang banyak memberikan selamat pada kai karena berhasil menjadi pemimpin misi penyelundupan.
"Tapi, saya masih membutuhkan oh sehun agar bisa melancarkan penyeludupan ini." Tambah suho, sehun tersenyum dingin.
"Saya akan membantu sebisa saya bisa." Jawab sehun membuat suasana hening seketika, percayalah setengah anggota BLACK SHADOW membenci oh sehun karena dirinya adalah anak kebanggaan suho dan suho selalu membela apapun yang sehun lakukan.
Lebih tepatnya para anggota cemburu sosial karena perlakuan lebih suho pada sehun.
***
Gadis itu menggeliat mencoba mencari posisi nyaman dimana dia bisa tidur dengan nyenyak, namun lengan kekar yang mengkukung dirinya membuatnya kesulitan untuk mencari posisi yang tepat.
Jaerin mencari asal lengan kekar ini, sebenarnya jaerin belum sadar sepenuhnya hanya instingnya mengatakan agar membuat tangan ini hilang dari perutnya.
Walau begitu jaerin tak berhasil karena tenaga lelaki ini sangat kuat, jaerin sudah mendengus kesal dia membalikkan tubuhnya dengan kasar mencari sang pelaku yang nyatanya adalah seorang oh sehun.
Jaerin melepaskan dirinya dengan sekuat tenaga, mengumpat pelan dipagi hari yang indah ini, dirinya sudah muak dengan segala perlakuan sehun padanya.
__ADS_1
"Gila!" Jaerin menarik tubunya menjauh dari seorang oh sehun dan berhasil, jaerin menghela nafas panjang hendak berjalan pergi menuju kamar mandi, namun gagal ketika tangan kiri jaerin ditarik hingga membuatnya jatuh kembali dalam pelukan oh sehun.
"Kau tidak akan pernah bisa pergi dariku." bisik sehun ditelinga jaerin, membuat darah Jaerin berdesir pasalnya suara sehun begitu lembut.
"Sehun!! Lepas!!" Jaerin menepis tangan sehun yang masih bertengger diperut bagian depannya, memeluk jaerin dari belakang.
"Aku lelah jaerin..." Deru nafas sehun menggelitik leher belakang sehun, membuat sehun terkesiap karena geli dibagian belakang lehernya.
"Itu bukan urusanku!" Teriak jaerin yang masih berusaha untuk melepaskan diri.
"Jaerin... Bisa kah kita kembali seperti dulu lagi? Berikan aku satu kesempatan untuk menebus segala kesalahanku... " Pinta sehun dengan suara pelan yang terdengar parau.
"Tidak akan pernah! Kau pikir aku akan memaafkan dirimu setelah apa yang kau lakukan, aku lebih baik mati dari pada harus memaafkan seorang pembunuh seperti dirimu!" Maki jaerin dengan mulutnya yang seakan muak dengan segala ucapan sehun, sehun diam dirinya memang salah disini tapi tak sepatutnya jaerin menghinanya ketika sehun memiliki alasan kenapa harus membunuh orang tua jaerin.
"Kau tidak akan mengerti! Aku mempunyai alasan kenapa aku melakukan itu." Jawab sehun dengan suara tegas, tapi pada akhir katanya nada suara menjadi lemah.
"Kau terus mengatakan bahwa kau mempunyai alasan atas semua ini, lalu alasannya apa? Kau pembual!" Jaerin kembali mengeluarkan kata kata yang menusuk hati sehun, membuat sehun merasa luka dihatinya semakin lebar.
Sehun mendorong tubuh jaerin hingga membuat jaerin terjatuh dari atas ranjang, jaerin meringis walau masih bisa ia tatapan sehun dengan sorot mata yang penuh kebencian.
"Kau gila!" Teriak jaerin sungguh bokongnya terasa sangat sakit saat ini.
"Kau tidak mengetahui apa apa jaerin! Kau tak seharusnya mengatakan hal itu!!" bentak sehun dengan nada sedikit berteriak membuat jaerin tersentak, tapi tak membuat nyali jaerin menciut.
"Kau tidak akan tahu betapa tersiksanya diriku karena ulah kedua orang tuamu!" Sehun mengambil sebuah map berwarna cokelat yang berada diatas nakas lalu melemparkan map itu pada jaerin.
"Baca! Katakan jika kau menyesal telah menghina ku." Sehun pergi dengan amarah yang masih membekas, gadis yang ia sayangi baru saja membuat dirinya marah, dan membuat sehun melanggar janjinya agar tak membentak Jaerin.
Jaerin menatap sendu map yang diberikan oleh sehun, dia penasaran sunggu dia sangat ingin melihat alasan sehun membunuh kedua orang tuanya dan adik kesayangannya.
Jika alasan sehun karena uang atau menjadi seorang pembunuh bayaran, jaerin jamin ia tidak akan pernah bisa memaafkan oh sehun.
Dengan perlahan jaerin mengambil map itu, membuka tali yang membuat map tertutup rapat, jaerin mengambil beberapa kertas, foto dokumen dan beberapa lembar koran usang yang ia dapatkan dalam map itu.
Mata jaerin membulat membuat mulutnya menganga ketika mendapatkan sebuah foto dimana kedua orang tuanya berada dalam daftar pembunuh bayaran yang cukup kejam dikorea selatan.
Jaerin membuang foto itu, menutup mulutnya agar tak mengeluarkan sebuah isakan lagi dengan menguatkan hatinya sendiri jaerin membuka beberapa foto yang menunjukan beberapa aksi kedua orang tua jaerin yang tengah membunuh target.
Tak puas sampai disitu jaerin kembali mengacak-acak kertas itu dan menemukan sebuah screenshot pesan yang memerintahkan ayah Jaerin untuk membunuh keluarga oh yang tak lain adalah orang tua sehun.
Bibir jaerin bergetar hebat saat sebuah koran menampilkan berita bahwa kedua orang tua sehun meninggal terbunuh, yang saat itu ayah sehun sedang menjabat menjadi calon presiden korea selatan.
Jaerin terisak mencoba mengatakan bahwa ini tidak benar, membuat otaknya agar berfikir semua ini hanya settingan sehun belaka dan bukan kenyataan, ia tak terima jika mengetahui kedua orang tuanya adalah seorang assassin yang paling ditakuti diseluruh korea selatan pada tahun itu.
***
Mamam tuh 2000kata hahahahha😂 gumoh kalian semuaa, gg jadi aku tuh sengaja buat sampe 2000kata biar nanti semisal gak update kan udh di puas puas in hahahhaha😂😆
__ADS_1