Mafia With Luv

Mafia With Luv
revenge


__ADS_3

**Rajin kan updatenya? Hahahha


Part ini akan menjelaskan kebingungan yang selama ini kalian tanyakan, tentang apa? Kenapa? Siapa? Dimana? Kapan? Dan bagaimana?


Ciaelah mirip ke unsur berita 5W+1H😂


Sebelum pusing yuk lihat ketampanan sehun dulu wkwkwk😂😏


Aw aku terkejut**



Happy reading mafly!


***


     "Apakah semuanya aman?" Tanya sehun menuruni undakan tangga vila, matanya menyiris seluruh ruangan ballroom yang dipenuhi oleh anak buahnya, dijadikan tempat penampungan sementara, saat kondisi masih belum bisa sehun kendalikan.


    "Aman bos." Jawab seseorang yang kini tengah membantu membalut beberapa luka dari pengawalnya yang bisa terselamatkan.


   Bantuan sudah sehun terima, anak buahnya yang berada di korea segera datang menuju jeju untuk membantu dirinya. Begitupula yang berada di new york, mereka sudah  perjalanan untuk datang kemari.


  Sehun menghela nafas panjang, kembali melihat situasi, menatap satu persatu anak buahnya yang terkulai lemas diatas lantai. Pun tim sehun yang berada pada bagian medis mengatakan, kematian mereka disebabkan oleh racun yang mereka makan. Ada yang sengaja menaburkan racun itu kedalam makanan yang pengawal sehun konsumsi.


   "Pak, saya sudah berhasil menemukan petunjuk." Ucap wonhoo sedikit berlari untuk mendatangi sehun yang posisinya cukup jauh dari tempat ia berada.


   "Apa?" Tanya sehun, penasaran pula ingin tahu yang sebenarnya.


   "Ini, rekaman cctv ini memperlihatkan jika ada yang sengaja menukar makanan milik para pengawal."


  Wonhoo memberikan tab yang ia genggam pada sehun, diputarkannya sebuah video cctv yang berhasil ia retas agar sehun mengerti mengapa performa seluruh pengawlanya menurun drastis. Jika ditelisik, seluruh pengawal sehun merupakan orang-orang terlatih, sudah benar profesional untuk menghadang serangan. Tapi kali ini sehun benar-benar lengah, ia lupa pemimpin organisasi BLACK SHADOW adalah suho, lelaki terlicik yang pernah ia temui.


   Menggeram mara, walau sebenarnya tak berguna. Akhirnya sehun memilih kembali menyerahkan tab itu pada wonhoo, lelaki yang masih berjalan dengan tertatih itu sangatlah kuat, buktinya meski kakinya tergores pisau cukup dalam, wonhoo masih mampu bertahan dan bekerja. Luarbiasa.


   "Bagaimana dengan data itu? Kau sudah mendapatkannya?" Tanya wonhoo.


 


   Sehun mengangguk sebagai jawaban, tidak berniat menjelaskan sebab wonhoo pasti tahu serangan ini terjadi karena sehun sudah mendapatkan apa yang ia mau.


    "Tidak berminat untuk membukanya?" Tanya wonhoo lagi, juga dirinya penasaran akan isi data itu.


  Asalkan kalian tahu, kedua orang tua wonhoo juga sama. Bernasib tragis ditangan organisasi BLACK ROSE, karena penolakan yang dilakukan oleh sang ayah kepada ketua black rose untuk bekerjasama, menyebabkan kedua orang tuanya harus meregang nyawa. Sebab itulah wonhoo memutuskan bekerja bersama dengan sehun, dendam mereka sama.


    "Tentu saja aku akan membukanya."


   ***


    "SIALAN! SUHO BRENGSEK!"


  Pekik sehun dengan wajah merah padam menahan kemarahan. Tangannya mengepal sehabis memukul meja dengan cukup keras, menimbulkan bunyi dentuman. Urat pada tangan-tangannya menonjol, begitu sepadan dengan nafasnya yang memburu.


  Benar-benar kesal, rasanya seperti ingin membunuh orang sekarang juga.


   Pun wonhoo yang berada diruangan itu tidak sanggup menahan kemarahan sang atasan. Ia tahu sehun kecewa dengan apa yang ia dapatkan, semuanya terungkap dengan begitu jelas, tentang siapa dan kenapa orang itu menggunakan jasa black rose untuk membunuh kedua orang tua sehun. Semuanya menjadi masuk akal, terutama ketika data ini telah sehun dapatkan.


    "Aku akan benar-benar membunuh suho." Tambah sehun lagi masih dengan mata tajam penuh dengan api membara, siap meledak kapan saja.


    "Pak... " Wonhoo memanggil sehun dengan suara lirih, entah bagaimana ia merasa sangat terpukul dengan info yang ia dapatkan. Sungguh ia tidak menyangka, bahwa selama ini ia bekerja dengan cucu dari seorang yang telah membunuh kedua orang tuanya. Wonhoo tidak tahu akan hal itu.


    Sehun menoleh menatap wonhoo, ia cemas, dia tahu wonhoo kecewa, namun jika sehun bisa jujur ia tidak ingin kehilangan wonhoo. Lelaki itu adalah sahabat sekaligus tangan kanan terbaik yang pernah sehun miliki.


   "Maaf, aku selama ini tidak tahu akan hal itu." Ucap sehun sambil menundukan kepalanya.


   Sakit, tentu sekarang yang wonhoo rasakan. Benar-benar terasa ditikam, sebab sesak memuncak, mengisi ruang kosong dalam hatinya. Pilu sendiri jika mengingat betapa bodohnya seorang jang won hoo.


   "Tidak apa pak, saya juga paham." Jawab wonhoo setelah beberapa detik terdiam, inilah pertama kali untuknya seorang oh sehun mengatakan maaf, sungguh langka, namun itu wajar karena luka yang didapat oleh wonhoo memang sangat besar.


    Sehun tidak berani menatap wonhoo, ia juga merasa gagal. Semua ini benar-benar jauh dari bayangannya, ia berpikir ini hanya sebuah pembunuhan karena bisnis semata, nyatanya ini adalah lingkaran keluarga, tentang kesalahan kakeknya yang telah membuat kedua orang tua sehun mati sia-sia.


    Oh young han. Kakek dari seorang oh sehun adalah pemilik sekaligus pendiri organisasi pembunuh bayaran black rose. Kedua orang tuanya dipaksa untuk melanjutkan bisnis haram sang kakek, namun ayahnya oh seung han memilih menolak dan membangun bisnis oh company tanpa bantuan dari younghan, seumur hidup seunghan tidak ingin di penuhi oleh bayang-bayang penyesalan karena telah menjadi dalang banyaknya pembunuhan. Menjauh merupakan pilihan terbaik.


 


   Sebenarnya younghan adalah seorang psychopath gila, bahkan sebelum berdirinya organisasi black rose ia sudah banyak membunuh manusia untuk kesenangan dan kepuasan. Bahkan setelah menikah dengan bae soo jung, kebiasaan membunuh seorang younghan tidak pernah berhenti, kecintaannya terhadap darah dan jeritan menjadi obsesi tersendiri untuknya.


   Selain memiliki anak sah yaitu seunghan. Younghan juga memilik anak haram dari hasil hubungan gelapnya dengan seorang wanita malam. Yang tak lain adalah ibu suho, namun younghan tidak pernah mau mengakui ibu suho dan menelantarkannya.


  Setelah dewasa oh hwami, ibu suho menikah dengan seseorang yang begitu kaya dan memiliki kekuasaan. Hingga berakhir hwami yang menceritakan segala masalalunya pada ayah suho, kim yeongbin. Terlampau kesal mendengar hal itu membuat yeongbin gelap mata, ia akhirnya meminta organisasi black rose untuk membunuh kedua orang tua sehun tanpa sepengetahuan younghan yang memang sudah tidak ingin mengakui seunghan sebagai anaknya.


  Dan terjadilah, acara balas dendam yang berawal dari kegiatan gila sang kakek dan obsesinya. Membuat orang tidak bersalah terbawa dalam pembalasan yang begitu panjang. Semuanya beruntun, hingga kini sehun berniat membunuh suho yang ternyata membadutinya selama ini.


  Salahnya juga bisa bekerja bersama dengan bedebah seperti suho, yang pada akhirnya ia tahu bahwa suho adalah anak dari pembunuh kedua orang tuanya—ralat orang yang menyuruh jiwoo dan seoyoung untuk membunuh, dengan berdalihkan bisnis.


  Dan karena ketidakpuasan younghan dengan bisnis gelapnya, ia bahkan mengorbankan kedua orang tua wonhoo. Sungguh sehun merasa malu sekarang, ternyata akar dari semua ini adalah younghan yang mungkin sudah masuk neraka sekarang, membayar segala perbuatannya didunia.


   "Sekali lagi maafkan aku wonhoo, aku tidak tahu bahwa kakekku sendiri yang membunuh kedua orang tua mu." Ucap sehun lagi, begitu menyesal karena semuanya telah terungkap.


    Wonhoo yang tengah menahan rasa sakit hanya bisa tersenyum tipis, bagaimanapun ia tidak akan bisa menbenci sehun karena lelaki itu juga berjasa atas kehidupannya yang sekarang. Mereka berdua sama-sama dipenuhi oleh dendam.


    Drrtt


   Sehun dan wonhoo saling bertatapan begitu getaran seperti suara notifikasi ponsel terdengar. Segera sehun mengambil ponsel miliknya yang berada diatas meja, membuka layar menemukan sebuah pop up pesan pada beranda handphonenya.


  Membuka pesan itu hingga menujukan sebuah foto dimana jaerin tengah tertidur dengan bagian tangan yang diikat serta mulut dibekam. Rambutnya jaerin begitu berantakan, meski wajahnya tetap cantik dan mulus tanpa luka.


Unknown


[Aku tidak yakin kau akan membiarkan gadis secantik ini menjadi pembunuh.]

__ADS_1


[Datanglah ke tempat ini xxxx dan bawa data itu, setelahnya kau akan melihat gadismu yang cantik hidup dan bebas]


[aku menunggu mu oh sehun]


   Membaca pesan itu dengan tatapan benci, sehun dengan segera melempar ponsel miliknya pada tembok, hingga layarnya retak dan ponselnya mati. Ketahuilah sehun adalah orang yang tidak dapat mengendalikan emosi, dia sangat temperamental jika membahas tentang jaerin terutama ketika melihat gadisnya tersiksa seperti tadi.


    "Apa yang kau dapatkan?" Tanya wonhoo yang melihat kemarahan sehun semakin menjadi setelah membaca pesan yang masuk dalam ponselnya.


     Sehun menatap nyalang pada wonhoo, matanya memerah dengan nafas memburu dan begitu menggebu, dia ingin sekali melampiaskan kemarahannya tapi berusaha ia tahan, agar bisa meledak begitu berhadapan dengan suho nanti.


   "Mereka menyekap jaerin dan meminta aku mendatangi mereka dan membawa data ini." Jawab sehun setelah mengatur nafasnya.


   "Kalau begitu mari kita susun rencana. Balaskan dendammu pada suho, sehun. Buat dia tahu, anak seperti dia tidak akan mendapatkan apapun, termasuk kekuasaan."


   ***


Sehun mempercepat langkahnya begitu sampai ditempat tujuan, gayanya begitu santai dengan hoddie dan topi berwarna hitam, serta jeans yang melengkapi. Pandangannya terus mengedar memperhatikan sekeliling, tempat ini begitu asing baginya, namun ia yakin karena beberapa pengawalnya sempat menerobos untuk melihat keadaan disekitar sini tidak ada yang mencurigakan.


   Saat sampai pada sebuah titik yang ditentukan, sehun terdiam disana. Ekor matanya melihat seorang lelaki dengan wajah tampan tengah duduk bersandar pada sebuah kursi, dengan wajah dinginnya. Sehun merasa tidak asing dengan lelaki ini, tapi ia tidak tahu dengan jelas siapa.


   "Aku tidak menyangka kau akan datang secepat ini." Ucapnya, berdiri dari duduk, memasukan kedua tangannya pada saku celana.


   "Apakah kau mengingatku?" Tanya lelaki itu.


  Sehun langsung menggeleng, menandakan bahwa dia benar-benar tak ingat dengan lelaki yang berada dihadapannya ini, walau memang wajahnya sangat tak asing.


   "Tentu saja, bagaimana seorang oh sehun bisa mengingat orang seperti diriku. HAHAHA. Bodoh." Jelasnya, kemudian tertawa, lebih tepatnya menertawakan diri sendiri, sebab berharap sehun akan mengingatnya.


    "Baiklah, mari berkenalan. Aku adalah younghoon, seseorang yang begitu mengidolakanmu, tapi sayangnya ia menjadi benci pada idolanya karena sikapnya yang tak acuh dan sombong."


    Dahi sehun berkerut, ia bekerja ekstra untuk mengingat nama itu. Younghoon begitu tak asing ditelinganya. "Tidak ingat juga? Aku adalah orang yang meminta tanda tangan padamu sesaat sebelum rapat antara anggota diadakan!" Jelas younghoon sedikit emosi karena sehun tak kunjung tahu siapa dirinya, menyakitkan.


   "Oh."


  Itu adalah tanggapan seorang oh sehun, entah itu reaksi kaget atau semacamnya, namun yang jelas telah membuat younghoon menjadi jengkel setengah mati. Tidak adakah reaksi yang lebih baik.


    "Hanya oh? Hanya seperti itu? Kau tidak memikirkan perasaan ku begitu tahu kau memintaku untuk berhenti mengidolakan mu?" Geram younghoon, matanya sudah berapi-api kesal sendiri menghadapi sifat dingin sehun.


   "Itu adalah urusan mu aku tidak peduli. Kenapa juga kau harus mengidolakan ku? Salahmu, seharusnya kau menerima sifatku apa adanya, jika benar kau adalah fans ku. Bukannya menggerutu." Balas sehun tak kalah menyakitkan.


   Younghoon menggeram, hendak mengambil sebuah pistol yang ia sembunyikan dibalik baju yang ia kenakan. Darahnya naik ketika mendapati respon sehun yang kelewatan angkuh, serta jawaban yang menbuatnya kalah telak. Younghoon lupa bahwa  yang berada dihadapannya adalah oh sehun, lelaki itu tidak akan pernah kalah.


   "Sudahlah, aku tidak lagi menjadi penggemarmu, mari kita lihat apa yang terjadi untuk seorang yang angkuh seperti oh sehun jika melihat kekasihnya tengah disekap." Ucap younghoon.


  Tangannya bergerak membalikan sebuah layar kecil berukuran 24 inci yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Remot, atau alat kendali digenggam oleh younghoon. "Apa yang ingin kau tunjukan?" Tanya sehun, nadanya masih dingin tidak ada penekanan.


   Younghoon menyeringai, menekan tombol on pada remot yang ia genggam hingga layar itu menampilkan sebuah pemandangan dimana jaerin tengah terduduk dikursi, tentunya dengan keadaan yang tidak baik-baik saja. Layar itu menjukan bagaimana dengan lancangnya suho menyentuh wajah jaerin, membuat sehun naik pitam. Dia juga sempat meringis begitu adegan jaerin menendang bagian vital suho terpampang jelas, bangga juga karena memiliki kekasih seberani jung jaerin.


  "Good girl." Gumam sehun, sambil menunjukkan senyum miringnya. Layar itu memang tidak memutarkan suara namun dari ekspresi yang ditampilkan jaerin gadis itu tengah marah.


    "Wow, gadismu sungguh pemberani, dia bahkan menendang seorang kim suho." Ucap younghoon berdecak kagum melihat keberanian jung jaerin.


   "Berikan data itu." Jawab younghoon.


   Sehun mengangguk kemudian meletakan flashdsik itu diatas lantai. "Apa kau yakin ini adalah flashdisk yang benar?" Tanya younghoon.


   "Ya, flashdisk seperti itu hanya ada satu di dunia." Jawab sehun yakin.


   Younghoon mengangguk paham. "Aku akan mengambil flashdisk ini, tapi jika kau melakukan perlawanan maka aku akan menekan tombol ini, dan dengan begitu anak buah suho akan membunuh Kekasihmu. Bagaimana?"


   "Ya ambil saja." Jawab sehun santai.


  Younghoon menyerngit bingung, suho bilang data ini sangatlah penting namun melihat bagaimana respon sehun yang biasa saja seakan membuatnya tidak takut kehilangan hal yang besar. Younghoon sudah berjalan mendekat, hendak mengambil flashdisk yang tergeletak dilantai itu.


  *DOOR


  DOOR


  DOOR*


   Suara tembakan membuat sehun segera membalikan dirinya, yang ia dapatkan sekarang adalah mayat younghoon yang sudah bersimbah darah tergeletak begitu saja. Dengan segera sehun berlari, mencari tempat berlindung, karena tembakan tadi bukanlah bagian dari rencananya.


   DOOR


  Sehun terjatuh, begitu kaki sebelah kanannya tertembak peluru, dirinya ambruk namun berusaha keras mencari tempat berlindung, tertatih-tatih berusaha menjauh, tak ingin mati sia-sia karena sesuatu seperti ini.


   "Kalian menemukan siapa dia?" Tanya sehun setelah berhasil bersembunyi dibalik tumpukan besi yang tidak jauh dari tempat kejadian.


   "Mereka ada banyak dan memakai seragam hitam, kami sudah membunuh setengah dari mereka. Tetaplah berhati-hati boss."


Jawab seseorang disana, suara itu berasal dari airpod yang sehun kenakan, lebih tepatnya anak buah sehun tengah mengintai gedung ini secara sembunyi-sembunyi.


  Sehun menggeram, dengan segera mengeluarkan sebuah pistol yang berada dibalik hoddie yang ia kenakan. Sedikit mengintip untuk melihat keadaan, sehun sudah bersiap untuk menembak, membalas serangan dari seseorang yang menargetkan dirinya dan juga younghoon.


    DOOR


  Sehun mengggelindingkan tubuhnya, berpindah menuju tempat yang berada disebrangnya, sambil menembak pada seseorang berseragam hitam yang ia lihat tengah melihat keadaan younghoon.


  Tepat sasaran.


  Lelaki berseragam hitam itu ambruk, menindih mayat younghoon, sudah tidak bernyawa karena tembakan sehun yang tepat mengenainya jantungnya.


  


  DOOR


   Kali ini suara tembakan kembali terdengar, bersama dengan derap langkah yang begitu keras, berjalan seiringan, segerombolan lelaki berseragam hitam kembali sehun lihat, membawa senjata pada tangannya. Cukup banyak sekitar 8 orang yang pastinya akan membuat sehun kewalahan.


   Memutar otak dengan segera agar tahu jawabannya, sehun benar-benar bimbang, sebentar lagi gerombolan lelaki itu pasti akan menemukannya, sedangkan dirinya hanya sendiri, dengan senjata seadanya apakah ia mampu untuk melawan mereka semua.

__ADS_1


   Sehun mengintip dibalik pilar besar itu, melihat keadaan, menemukan seluruh lelaki berseragam tengah berjalan, menyusuri tempat kejadian. Karena sehun tidak mempunyai pilihan, dan sudah terjebak, ia memutuskan untuk menembak salah satu dari lelaki itu.


  DOOR


  Kembali tepat sasaran, mengenai bagian vital salah satu dari lelaki itu. Membuat yang lainnya bergerak cepat, berlarian menuju tempat sehun. Tidak mau kalah, dari balik pilar sehun lagi-lagi menembaki mereka secara membabi buta. Jangan lupakan bahwa sehun adalah sniper handal, tembakannya tidak pernah meleset.


   *DOOR


  DOOR


  DOOR*


   Tembakan itu berhasil membuat beberapa dari mereka tumbang, juga dengan sehun yang mendapatkan luka tembak pada bagian lengannya. Sehun meringis nyeri, tangan kanannya tidak dapat lagi digunakan untuk menembak, sudah berusaha menekan luka agar tidak mengeluarkan banyak darah.


    DOOR


   Sehun hanya bisa menunggu, dirinya sudah merobek pakaiannya, membalut luka pada kaki dan tangannya dengan gesit, berharap masih tersisa waktu untuknya bisa membalas.


   Sehun mengambil pistol lain yang juga ia bawa, cadangan. Membidik sasaran dari balik pilar dengan tangan kirinya, karena luka tembak itu telah membuat tangan kanannya tidak berfungsi dengan baik. Hanya tersisa tiga orang lagi, dan semoga saja cara ini berhasil.


  *DOOR


  DOOR*


  Dua tembakan sekaligus mengenai target yang sehun bidik, hingga musuhnya jatuh lunglai keatas lantai.


   *DOOR


DOOR*


  Tembakan balasan pun dilayangkan oleh sisa lelaki tadi, namun meleset sebab sehun dengan cepat menghidar, kembali bersembunyi dibalik pilar dengan nafas memburu, wajahnya memucat, karena memang dirinya kehilangan banyak darah.


   *DOOR


  DOOR


  Bruuk*


    Sehun kembali mengintip, menemukan dua lelaki tadi sudah terjatuh ke atas lantai dengan darah yang berceceran. Dari arah belakang mereka muncul seseorang yang kehadirannya sudah sehun nanti, anak buahnya yang tidak pernah ia kenalkan pada seluruh dunia.


  Do kyungsoo


   Sehun menghela nafas panjang, menyandarkan kepalanya pada pilar dengan tenaga yang tersisa, setidaknya dia selamat berkat kyungsoo yang datang tepat waktu. Setelahnya pandangan sehun memburam, dirinya ambruk setelah beberapa menit bertahan dengan luka tembak yang cukup dalam.


  Kyungsoo mendatangi sehun yang sudah pingsan, membawa tubuh sehun menjauh dari gedung itu. Setidaknya menyelamatkan sehun terlebih dahulu merupakan rencana yang bagus.


   ***


  **Udah paham? Jadi kenapa suho itu sempat bilang bahwa sehun bodoh, karena sehun sendiri gak tahu kalau yang membunuh keluarganya adalah ayah kandung suho beserta alasan kenapa ayah suho melakukan itu, semuanya karena dendam.


Jadi gimana? Masih mau lanjut?


Btw kenalan dulu yuk sama visual jang won hoo


Jang won hoo as lay exo (zhang yixing**)



Josline/cloe as naeun apink


  


 



Kyungsoo as D.O exo


  


 



 


  


Jangan lupa vomment!


 


  


   


 


  


  


 


  


  


  

__ADS_1


__ADS_2