
"Ingat! jangan sampai kalian melakukan kesalahan!" tegas seorang pria dengan jas serba hitam tertutup masker, pada empat wanita cantik dan seksi di kursi belakang mobil Mercedes Benz.
"Tenang honey, semua akan beres" jawab salah satu wanita membelai sensual leher pria itu.
"Kau sudah bosan punya tangan rupanya" pria itu mencengkram erat tangan wanita yang sudah berani menyentuh anggota tubuhnya.
"A-ampun tuan, lepas—sa-sakit"
"Keluar!"
Keempat wanita itu segera keluar dari dalam mobil dengan wajah pucat, mengikuti arahan dua pria bertubuh kekar yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang mereka.
****
"Lo kalo ngomong di saring dulu, jangan asal ceplos" bentak Laura dengan suara tertahan
"Tangan Lo juga di jaga, jangan asal remes masa depan gue. gini-gini bisa buat perut Lo jadi balon" saut Arvin menunjuk anaconda yang selalu jadi sasaran, padahal dia hanya diam tidak berbuat apa pun.
"Cih.."
"Apa? nggak percaya? yok kita coba sekarang, gue jamin perut Lo yang kerempeng bakal jadi balon bulan depan"
Pletak
"Awwwhh" Arvin meringis, mengusap kepala yang baru saja kena jitakan dari Laura.
"Sakit?" ejek Laura terkekeh
"Dasar boneka mampang, sini Lo" geram Arvin ingin membalas, namun Laura berhasil menahan tangannya. hingga hal yang tidak Laura inginkan namun Arvin inginkan terjadi, di mana tangan kanan Arvin memegang salah satu benda yang keras nan lembut bersamaan.
"Punya Lo kecil juga ya" celetuk Arvin sedikit meremas benda kesukaannya, yang tidak lain ialah susu cap nona🙊 sontak hal itu membuat Laura reflek kembali meremas kepala anaconda Arvin dengan sangat kuat, hingga tangan nakal itu terlepas dari buah kelapanya. Hal itu tidak lepas dari pusat perhatian seluruh tamu undangan, ada juga yang menahan tawa karena merasa lucu dengan tingkah laku mereka berdua.
Acara inti pun di mulai, di mana akan di tayangkan foto masa kecil kedua mempelai yang sangat lucu. namun hal itu tidak berlangsung lama, saat pintu ballroom hotel terbuka lebar bersama suara teriakan wanita.
__ADS_1
"Arvin!" teriak salah seorang wanita bertubuh sintal, dengan paha dan pusat yang terekspos.
"Cowok brengsek!"
"Lo malah nikah sama dia, sedangkan kita berempat di buang gitu aja setelah puas Lo nikmatin hiks hiks"
"Apa ini balasannya, setelah apa yang kita serahin ke Lo?"
"Asal Lo tau, gue hamil Vin!"
Semua orang yang ada di sana sontak terkejut mendengar pengakuan keempat wanita tersebut, terutama saat mendengar kata hamil. sedangkan tangan Arvin sudah mengepal erat, hendak menghampiri wanita ******* yang sudah berani memfitnahnya. namun lagi-lagi sebuah video asusila nya dengan beberapa wanita terpampang nyata di layar yang seharusnya menampilkan kebersamaan ketiga keluarga besar. melihat hal itu para wartawan tidak mau kehilangan kesempatan, ini akan menjadi berita besar dan topik hangat di media. tapi untung saja gio bergerak cepat mematikan video, sehingga mereka hanya bisa merekam sedikit.
"Nggak! itu bukan gue, gue di fitnah!" sentak Arvin menggeleng kuat. sedangkan para tamu kian berbisik sambil memandang jijik ke arah Arvin, bagaimana bisa anak dari keluarga terhormat berbuat seperti itu dengan empat wanita sekaligus.
"Mom, Dad...sumpah demi apa pun, itu bukan aku. aku emang nakal, tapi aku nggak pernah sekalipun nyentuh lubang mereka" ucap Arvin berjalan mendekati orang tuanya, berharap mereka percaya. namun ternyata tidak, justru Bogeman mentah yang dia dapatkan.
BUGH
"Puas? puas sudah bikin seluruh keluarga malu Arvin!" bentak Ben setelah mendaratkan tinju di pipi kiri putranya. tidak ada yang membantu, semua hanya diam membiarkan apa yang di lakukan ayah kepada anaknya itu.
PROK PROK PROK
Suara tepuk tangan mengalihkan pandangan semua orang ke arah pelaminan. dialah Laura, mempelai wanita yang sedari tadi diam kini mulai membuka suara.
"Kalian percaya setelah melihat video tadi?" tanya Laura duduk santai di kursi pelaminan.
"Ahh pasti percaya dong, kan jelas-jelas itu wajah suami saya" sambung Laura terkekeh, menenggak habis jus yang dia minta dari pelayan barusan. sambil menyeringai penuh arti, Laura berjalan mendekati salah satu wanita yang mengaku sedang hamil.
"Hamil ya?" Laura mengusap lembut perut wanita itu.
"I-iya, aku hamil anak Arvin!" jawab wanita yang di ketahui bernama Indri sedikit tersendat, sentuhan yang di berikan Laura membuat perasaan nya tidak enak seolah akan terjadi sesuatu. dan benar saja, kedatangan beberapa orang berjas putih serta hitam membuat jantung keempat wanita itu seakan berhenti berdetak.
"Laura, apa mereka?" tanya Santi melirik wanita yang berdiri di samping adik sepupunya. ya, saat keributan tadi Laura langsung menghubungi kakak sepupunya untuk meminta bantuan. karena dia sangat yakin jika ini ulah seseorang yang sengaja ingin menjatuhkan keluarga besar mertuanya. tidak lupa juga Laura menghubungi seorang teman satu kelompok karate yang memiliki perusahan IT dan hacker terbesar di luar dan dalam negeri, keren kan? batin Laura berbangga diri.
__ADS_1
"Hu'um tapi periksa nya nanti aja, aku mau nyelesain yang lain dulu" jawab Laura berlalu menghampiri Arvin di ikuti beberapa pria berjas hitam. Santi mengangguk sambil menunggu, dirinya dan teman spesialis OBGYN mulai menyetel alat USG yang sengaja di bawa atas perintah Laura.
"Sayang" seru Laura sengaja membesarkan volume suara, agar semua orang di sana mendengar.
"Kok film yang pernah kita tonton bareng, bisa berubah jadi muka kamu sih?" tanya Laura memasang wajah bingung. Arvin melongo mendengar pernyataan Laura barusan, nonton bareng? kapan dan dimana? tidak hanya Arvin, seluruh keluarga dan tamu pun ikut tercengang.
"Jawab gobl*ok" bisik Laura bergelayut manja, sembari melayangkan cubitan kecil di pinggang Arvin yang tidak peka dengan drama yang di mainkan.
"Aku juga nggak tau sayang" jawab Arvin menahan sakit sekaligus kesal, tapi tidak di pungkiri jika hatinya senang mendapat pembelaan dari wanita yang berstatus sebagai istri Kontrak nya.
"Apa itu benar nak?" tanya mama Sisil menghampiri putranya, begitupun dengan mom Keyla. mereka semua tersenyum senang ketika melihat Laura mengangguk, yang berarti di dalam video itu bukanlah Arvin.
"Kalian denger sendirikan ucapan istri saya, kalau video itu tidak benar dan hanya editan orang yang sengaja ingin menjatuhkan saya" tegas Arvin dengan suara lantang dan apa yang di lakukan selanjutnya membuat semua terperangah. tanpa aba-aba Arvin langsung menyambar bibir ranum Laura yang menggoda anaconda nya sedari tadi. definisi kesempatan dalam kesempitan bukan?
"Makasih" bisik Arvin terdengar tulus di telinga Laura, hingga tanpa sadar Laura ikut menyambar bibir Arvin. suara gemuruh tepuk tangan menggema, kecuali seseorang yang tengah menyaksikan mereka melalui kamera tersembunyi.
*
*
*
Bersambung.....
Maaf baru sempet Up😭
Dukung karya aku dengan cara 👇
🌳 Like 👍
🌳 Komen Sebanyak-banyaknya 🥰
🌳 VOTE
__ADS_1
🌳 Hadiah🙈
🌳 Rating ⭐⭐⭐⭐⭐