
Di sepanjang lorong kampus, Fiza mengabaikan sapaan dari beberapa mahasiswa. Tangannya terus memencet nomor Laura yang sudah tiga hari ini susah di hubungi. padahal dia berniat ingin memberikan hadiah, mengingat hari ini adalah hari valentine.
...'Nomor Yang Anda Tuju Sedang Tidak Aktif Atau Berada Di Luar Jangkauan'...
Fiza menghela nafas kasar ketika lagi-lagi hanya suara operator cantik yang menjawab. dengan langkah gontai Fiza memasukkan ponsel ke dalam saku jas, namun suara dering panggilan masuk membuat gerakan tangan nya berhenti. seketika senyum lebar menghiasi wajahnya yang tampan, mengira jika itu adalah panggilan dari wanita yang di tunggu-tunggu.
"Halo" sapa Fiza dingin. senyuman yang semula menghiasi wajah karena mengira panggilan dari Laura pun, perlahan memudar.
.....
"Gimana bisa?"
....
"Oke!"
Setelah menutup panggilan, Fiza berlari ke arah parkiran di mana mobilnya berada. dengan kecepatan tinggi mobil yang di kendarai melesat di jalan raya, sambil terus melirik lokasi yang tertera di layar ponsel.
Di lain tempat, Laura yang sudah tiga hari tidak masuk kuliah kini sedang mencatat bahan-bahan dapur yang harus di beli.
Bruk
"Buat Lo" teriak Arvin berlari kecil ke arah kamar mandi. Laura yang sempat terkejut, menunduk untuk melihat apa yang di lempar Arvin barusan ke pangkuannya.
"Kado? perasaan gue nggak ulang tahun" gumam Laura dengan alis yang mengernyit. Laura pun membuka bungkusan, terdapat tiga coklat Silverqueen ukuran jumbo dan sebuah surat kecil berwarna biru.
...Dear Istri Kontrak...
...Selamat hari Valentine, semoga kedepannya naik pangkat ya. dari istri kontrak jadi istri permanen, biar kadonya lebih mewah dari coklat ini....
...*Aduh gue nggak tau mesti mulai dari mana, tapi jujur nama Lo mulai terukir di hati gue prfft. lucu ya, padahal gue dulu sampe bilang najis kalo Ampe suka sama Lo. tapi ternyata, justru gue yang jatuh hati duluan....
...hmmm I LOVE YOU Laura*....
...Udah itu itu doang yang pengen gue omongin, ahh satu lagi yang gue harus jujur sama Lo....
...COKLAT INI GUE NGUTANG DI WARUNG DEPAN hehehe, jangan marah mmuuacch💋...
...—Suami mu yang ganteng—...
Laura tertawa menutup mulut setelah membaca isi surat dari Arvin. walau kesal dengan kalimat terakhir, tapi tidak memungkiri kalau dia merasa bahagia.
"Makasih Vin, walaupun gue belum tau sama perasaan gue sendiri" gumam Laura kembali melipat surat, menyimpannya ke dalam kamar.
__ADS_1
Sedangkan di kamar mandi, Arvin menatap pantulan dirinya di cermin kecil yang menempel di dinding. senyum manis terus terukir di bibirnya, membayangkan reaksi Laura saat membuka kado darinya. di yakin kalau sekarang Laura sedang menangis, saking terhura membaca suratnya.
"Hai bro, udah lama nggak makan ya? sabar, nanti kita makan besar oke!" gumam Arvin terkekeh, menunjuk anaconda yang mengkerut.
Laura berjalan mendekat ketika melihat Arvin yang baru keluar kamar mandi dengan setelan baju santai. "Thanks kado nya" ucap Laura tersenyum tulus.
"Gimana? Lo suka kan?" tanya Arvin antusias.
"Ya suka nggak suka, kan udah gue tebus tuh coklat"
"Hehehe nanti gue ganti, tenang aja"
"Gue pegang ucapan Lo" ucap Laura. "ya udah ayok, keburu panas"
Arvin menggaruk tengkuk yang tiba-tiba gatal, mengikuti langkah Laura. hari ini mereka akan ke supermarket terdekat untuk berbelanja bahan-bahan dapur yang sudah habis.
****
"Arvin, Arvin kamu di mana sayang? aku kangen sama kamu"
"Arviiinnn, kamu di manaaa"
Seorang wanita muda terus berteriak sepanjang jalan memanggil nama Arvin, tanpa menggunakan alas kaki. banyak orang yang berlalu lalang ikut iba melihat nya. 'padahal wajah cantik, tapi sayang nggak waras' itulah kalimat yang sering terdengar dari mulut mereka.
"Hiks hiks kamu di mana Vin, aku kangen huaaa" tangis wanita itu pecah, namun itu hanya sesaat ketika matanya melihat sosok yang dia cari. ya, dia melihat Arvin di seberang jalan lampu merah sedang berboncengan dengan seorang wanita menggunakan motor.
Sementara di sebrang sana, Arvin yang merasa di panggil melirik arah kaca spion. "Kenapa Vin?" tanya Laura
"Enggak, gue cuma ngerasa ada yang manggil"
"Perasaan Lo aja kali"
"Mungkin" Arvin kembali melakukan motor setelah lampu berganti hijau.
****
"Katanya nggak mau, tapi habis dua mangkok" sindir Laura tanpa mengalihkan pandangan dari game di ponselnya.
Saat ini mereka sedang duduk di bawah tenda biru untuk mengisi perut dengan mie ayam langganan Laura. setelah selesai membeli seluruh keperluan rumah, Arvin yang mengeluh perutnya yang terasa lapar alhasil Laura pun mengajaknya ke tempat ini. awalnya Arvin menolak dengan alasan makanan di sini tidak sehat. tapi setelah mencicipi satu sendok mulutnya tidak berhenti mengunyah hingga menghabiskan dua mangkuk mi ayam.
Eeerrrghhhh
"Ini karena gue laper, makanya gue habisin" saut Arvin menggosok perut yang terasa penuh.
__ADS_1
"Cih..ayo pulang" Laura bangkit berjalan keluar terlebih dulu, di susul Arvin.
"Ehh mas mau kemana?" cegah penjual mie ayam menghadang langkah Arvin.
"Pulang lah, ya kali saya nginep di sini" ketus Arvin berjalan ke samping, namun sang penjual tetap menghadang langkahnya.
"Bukan begitu mas...tapi sebelum pulang alangkah baik nya mas bayar dulu" ucap sang penjual tersenyum. mendengar itu pun Arvin sedikit terkejut, mungkin Laura lupa membayarnya, pikir Arvin.
"Ohh.. mungkin istri saya lupa bayar, bentar ya Pak" Arvin berjalan ke arah Laura yang kini sudah duduk cantik di atas motor.
"Mana duitnya?" pinta Arvin menengadahkan tangan
"Duit apa?" Laura mengerutkan kening, belum mengerti maksud perkataan Arvin.
"Duit makan tadi"
"Bukannya Lo yang bayar?"
"Astaga Ra, you know lah gue kan nggak punya duit. coklat tadi aja ngutang" Laura menghela nafas panjang, dia baru ingat jika Arvin sekarang tidak memiliki uang sama sekali. bahkan seluruh kebutuhan selama mereka tinggal bersama, Laura lah yang membiayai semuanya. Laura mengambil selembar uang seratus ribu dari tas kecil, kemudian memberikan ke tangan Arvin.
Setelah membayar, mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan pulang. Arvin semakin menambah kecepatan kala melihat jam di pergelangan tangan menunjukkan pukul empat sore, yang merupakan waktu mereka bekerja.
Baru saja mereka sampai dan hendak melangkahkan kaki masuk ke dalam kos, suara teriakan wanita yang sejak tadi mengikuti mereka pun menggema.
"Arvin" teriak wanita itu berlari ingin memeluk, namun secepat nya Arvin menyingkir hingga wanita itu jatuh tersungkur.
"Cherry!"
*
*
*
Bersambung.....
Dukung karya aku dengan cara 👇
🌳 Like 👍
🌳 Komen Sebanyak-banyaknya 🥰
🌳 VOTE
__ADS_1
🌳 Hadiah🙈
🌳 Rating ⭐⭐⭐⭐⭐