
Lyodra merasa bahwa dirinya sudah tidak bisa lari ke mana-mana. Karena kecerobohannya dia malah harus terjebak dalam situasi yang sangat rumit. Namun, setidaknya dengan memakai kalung itu, vampir yang sudah mulai mengincarnya tidak akan mungkin bisa menggigit.
"Ternyata mereka bukan hanya sekedar legenda. Kalau sudah begini, aku harus mencari cara untuk bisa melawan atau aku akan berakhir mati mengenaskan," gumam Lyodra dengan pikiran yang berkecamuk. Dia mengusap wajahnya kasar, terus memikirkan nasib hidupnya.
Malam itu Lyodra tidak tidur, karena dia terus mencari tahu artikel tentang tata cara membunuh vampir. Dia tidak ingin mati sia-sia hanya karena hal konyol yang tak sengaja dia lakukan, dengan segenap keberaniannya, dia akan melawan makhluk penghisap darah itu.
Dia tidak tahu, jika dalam perjalanan pulang, Jayden telah dihadang oleh seekor serigala. Pemuda itu membelalakkan matanya, karena terlalu terkejut ketika melihat hewan berkaki empat itu tiba-tiba berada tepat di hadapannya.
"Awas!" teriak Jayden, dia reflek menghindar, sehingga motornya melaju ke pinggiran jalan, dan berakhir menabrak pohon besar yang ada di sana.
Bruk!
Kendaraan roda doa itu jatuh bersama pemiliknya. Di dalam pekatnya malam Jayden harus terkena musibah, sementara di tempat itu sangat sepi, karena sudah tak banyak pengendara yang berlalu lalang.
"Astaga, anjing liar benar-benar berbahaya!" cetus Jayden sambil meringis, dia berpikir bahwa hewan yang baru saja ditemuinya itu adalah seekor anjing.
Namun, ketika dia hendak bangkit. Hewan tersebut menampakkan diri di depan Jayden dengan bola matanya yang memerah.
Khhhrrr!
Suara itu langsung membuat Jayden mengangkat kepala. Dia sontak mundur, hingga membuat bokongnya kembali jatuh ke tanah.
Jayden menatap dengan jeli tubuh berbulu dengan sorot mata tajam itu, tetapi ternyata bukan seekor anjing seperti yang dia pikirkan. Pemuda itu meneguk ludah ketika serigala itu mulai mendekatinya, dia semakin merasa bahwa bahaya tengah mengintainya.
"Husss ... husss ...." Jayden berusaha untuk mengusir serigala itu, tetapi ternyata tak mudah karena hewan itu justru mengaum keras, membuat jantung Jayden berdebar kencang.
Aku harus kabur, atau dia akan mencabik-cabik tubuhku. Lagi pula serigala dari mana sih? Kenapa bisa turun ke jalan raya di kota besar seperti ini?
Dia melirik ke belakang, lalu kembali menatap serigala yang sudah menampakkan gigi-giginya. Dengan gerakan cepat Jayden berusaha untuk bangkit dan lari dari sana.
Namun, tindakan tersebut justru memancing serigala untuk menyerang.
__ADS_1
"Argh!" Pemuda itu berteriak ketika merasakan kakinya yang tercabik. Jayden kembali menoleh dan mendapati serigala itu siap melakukan penyerangan.
"Aku tidak akan menyakitimu, jadi pergilah ... jangan ganggu aku," ucap Jayden sambil merasakan sesuatu yang mulai mengalir dari lukanya.
Namun, hewan buas itu tentu tak mau dengar, dia mengambil ancang-ancang dan kembali menyerang Jayden hingga membuat pemuda itu gelagapan.
Dengan gerakan reflek Jayden berusaha menghalau, setidaknya hal tersebut masih mampu menyelamatkan dirinya.
Akan tetapi seperti tak puas, serigala itu kembali memberikan cakaran pada beberapa bagian tubuh Jayden, hingga darah segar semakin mengalir membasahi pakaian pemuda itu.
Setelah beberapa saat kemudian tubuh Jayden ambruk. Sementara serigala itu menyeringai dan kembali mengaum panjang.
"Siapapun tolong aku, tolong," lirih Jayden sambil merasakan tubuhnya yang lemas karena mengeluarkan banyak darah.
Sementara serigala itu menatap bengis, lalu mulai pergi meninggalkan Jayden yang sudah tidak berdaya.
***
Lyodra tampak tergesa saat mendengar kabar bahwa sahabatnya masuk rumah sakit. Bahkan dia tidak melayani Aiden, karena ketika bangun dia langsung bersiap-siap dan pamit pada Prima.
Gadis cantik itu benar-benar cemas, karena berdasarkan informasi Jayden telah diserang oleh seekor serigala.
"Ini semua pasti karena dia pulang tengah malam. Aku sudah bilang jangan mengantarku, tapi kamu keras kepala!" gumam Lyodra saat keluar dari rumah. Dia tidak tahu, jika Aiden terus memperhatikannya dari balik jendela kamar.
Sedetikpun Aiden tidak berkedip hingga gadis itu keluar dan menaiki taksi untuk sampai di rumah sakit, di mana Jayden dirawat.
Sepanjang jalan Lyodra tidak bisa duduk dengan tenang, karena semakin hari ada saja sesuatu yang terjadi di hidupnya. Dia ingin menangis, tetapi dia terlalu malu ketika mengingat tentang keras kepalanya.
Dia yakin bahwa yang menyerang Jayden bukan serigala biasa, ada sesuatu yang berkaitan dan tentunya semua itu berbahaya.
Hingga tak berapa lama kemudian, Lyodra sampai di tempat tujuan. Dia langsung menanyakan ruang inap Jayden pada pihak administrasi, dan di sinilah dia sekarang, menatap sendu pada tubuh Jayden yang dililit perban.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, Lyodra langsung memeluk Jayden, dia semakin merasa bahwa apa yang menimpa pria itu adalah karena kesalahannya.
"Maafkan aku, Jay," lirih Lyodra sambil menangis, pada saat itu Jayden sudah sadar jadi dia bisa melihat wajah sahabatnya yang terlihat sedih.
"Untuk apa meminta maaf? Bukan salahmu!" jawab Jayden.
"Itu semua pasti karena kamu mengantarku, kamu jadi pulang terlambat."
"Sudahlah jangan terlalu menyalahkan dirimu." Jayden mengelus puncak kepala Lyodra, agar gadis itu segera tenang.
"Tapi, Jay. Apa kau benar-benar diserang oleh serigala?" tanya Lyodra dengan tatapan menyelidik.
"Hem, sepertinya serigala Tuanmu!" cetus pemuda itu, teringat jika Aiden memelihara beberapa ekor serigala.
"Apa?!"
"Aku hanya menduganya saja. Dia ingin memberikan pelajaran padaku, karena sering menyuruhmu berhenti bekerja. Tapi aku benar-benar serius, Lyo, aku ingin kau keluar dari rumah itu," jelas Jayden dengan raut sendu.
Namun, tatapan Lyodra justru semakin meredup. "Tidak bisa, Jay."
"Kenapa?"
"Aku seperti terperangkap. Karena kami memiliki kontrak kerja. Jika aku melanggar, maka dia akan terus mengejarku sampai ke ujung dunia."
"Lalu? Kau ingin bekerja sampai kapan, Lyo?"
Dan jawabannya Lyodra hanya bisa menggelengkan kepala. Belum lagi dia ada dalam bahaya, hanya bersama Aiden dia merasa aman.
***
Jangan lupa mampir guys, karya barukuđź’…
__ADS_1