
Lucy adalah sosok serigala yang menyerang Jayden. Dia akan melakukan apapun untuk mengusir Lyodra dari rumah Aiden, termasuk melukai teman gadis itu.
Dia ingin memberi isyarat melalui Jayden, agar Lyodra kembali berpikir ulang untuk bertahan.
Namun, apa mau dikata, seperti buah simalakama, Lyodra tidak bisa menempuh jalan dari salah satunya. Dia serba salah.
Karena aksinya tersebut, pagi ini Aiden langsung menghampiri Lucy di lantai dua, pria itu terlihat menampakkan wajah datar.
Tepat, ketika Lucy baru saja menutup pintu kamar, dia langsung dihadang oleh tubuh Aiden.
Wanita serigala itu mengernyit ketika bersitatap dengan Aiden. Dari apa yang Lucy lihat, sepertinya Aiden tengah menunjukkan rasa kecewanya.
"Kau yang melakukannya?" tanya Aiden to the poin, kini sorot mata nyalang mulai dia berikan, menuntut jawaban yang sebenar-benarnya.
__ADS_1
Lucy tak lantas menjawab, dia terdiam sambil menyelami pikirannya. Hingga tercetus satu kata. "Bukan!"
Dia berbohong.
"Lu, jangan berbohong di depanku!" ketus Aiden dengan air muka yang terlihat sangat serius. Dia mulai merasa bahwa sang sepupu telah berubah, karena menyembunyikan sesuatu darinya.
Akan tetapi Lucy bersikukuh mengatakan bahwa semua itu bukanlah perbuatannya. "Atas dasar apa kamu menuduhku, Aiden?"
"Karena yang menyerang temannya itu adalah seekor serigala. Dan kau—" Aiden menghentikan ucapannya sambil terus menatap Lucy dengan lekat.
Lucy semakin menggebu-gebu, karena tak tahan memendam kecemburuannya. Apakah Aiden tidak bisa melihat dia yang selalu ada? Bukan Lyodra, Lyodra dan Lyodra.
"Aku melakukan ini semua untuk melindungimu, Lu. Tidakkah kamu ingat kita berada di mana? Kita ini di dunia manusia, dan aku tidak akan membiarkan mereka mulai memburumu, karena kau bukan serigala biasa!" balas Aiden tak kalah menggebu. Berharap Lucy mengerti ketakutan dan kekhawatirannya.
__ADS_1
Mendengar itu, Lucy sedikit tertegun. Namun, apa yang dia rasakan bukan seperti itu. Karena pada kenyataannya Aiden lebih memihak pada Lyodra, pria itu melakukan apapun untuk melindungi gadis itu.
"Jangan mencoba untuk meluluhkan hatiku. Karena apa yang aku rasakan berbeda. Kau selalu saja membela manusia bodoh itu, padahal dia tidak memiliki manfaat apapun!"
"Kau salah, Lu. Lyodra adalah gadis istimewa, karena itu sekarang dia dalam bahaya. Aku yang membuatnya terjebak dalam situasi ini, jadi aku tidak akan mungkin diam saja!"
Sontak saja hal tersebut membuat Lucy mengangkat wajahnya yang terperangah. Karena dia memang tidak terlalu memperhatikan kalung yang gadis itu pakai, sebuah kalung yang memiliki isyarat ancaman untuk para manusia vampir.
"Apa maksudmu?" ketus Lucy menuntut kejelasan.
"Dia adalah salah satu keturunan manusia pemburu vampir. Dia memiliki senjata yang membuat vampir tak mampu untuk menggigit. Tapi karena dia tidak tahu bagaimana cara menggunakannya, sekarang dia dalam bahaya. Edge dan anak buahnya sedang memburu Lyodra, untuk itu aku akan melindunginya," jelas Aiden panjang lebar. Awalnya dia tidak ingin berbicara seperti ini pada Lucy, tetapi sepertinya wanita serigala itu tak mau mengerti.
"Sungguh?" tanya Lucy memastikan, karena dia melihat sesuatu yang lain di mata Aiden.
__ADS_1
Jangan bilang kau juga mencintainya. Sama seperti kisah ayahmu yang mencintai seorang manusia.
Aiden menganggukkan kepala. Sementara Lucy bergeming dengan pikiran yang mulai berkelana.