Maid Of Vampire

Maid Of Vampire
Bab 36. Pengkhianatan


__ADS_3

"Lawan aku, perlihatkan pengkhianatanmu dan anggap aku sebagai musuh!" cetus Aiden dengan amarah yang membara. Sebenarnya dia tidak yakin Lucy bisa melakukan ini semua, tapi fakta telah berbicara.


Lucy mengangkat kepala, dan pada saat itu Aiden kembali melesat, menyerangnya dengan membabi buta.


Wanita serigala itu tak bisa mengelak, karena gerakan Aiden yang nyaris tak terdeteksi. Dia terus menerima pukulan demi pukulan, hingga tubuhnya berguling dengan rasa sakit yang mulai mendera.


"Bangun! Dan tunjukkan kekuatanmu, aku ingin lihat sejauh mana kau ingin menghancurkanku!" teriak Aiden seraya menatap tubuh Lucy yang sedang berusaha untuk bangkit.


Nafas Lucy terasa memburu dengan dada yang terasa sangat sakit. Hingga saat dia berdiri, dia kembali menatap ke arah Aiden yang terus melayangkan kilatan amarah.


Vampir tampan itu menyeringai penuh, hingga kedua gigi taringnya terlihat dengan sempurna. Lucy hendak lari untuk menghindari serangan Aiden, tetapi secepat kilat Aiden mampu mengejarnya.


"Jangan menjadi pengecut, Lu! Lawan aku," ucap Aiden dengan nafas yang terdengar menderu hebat, tanpa segan Aiden mencekik leher Lucy, dan membawanya mundur.


Sumpah demi apapun, sebenarnya Lucy tidak ingin membalas atau bahkan melukai Aiden. Namun, nyawanya sudah di ambang batas. Hingga akhirnya kedua kaki serigala itu mencabik dada Aiden, hingga tangan pria itu terlepas.


Lucy kembali menapak di tanah dengan leher yang terasa sakit. Sementara Aiden tersenyum sinis, inilah yang dia mau, Lucy melawannya agar dia tidak segan lagi untuk melakukan penyerangan terhadap manusia serigala itu.


"Bagus, itulah yang aku mau!" ucap Aiden dengan penuh penekanan. Dia mengepalkan tangannya kuat, siap untuk kembali menerjang tubuh Lucy.

__ADS_1


Tubuh Aiden seketika mengudara, membuat Lucy mundur beberapa langkah. Dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, Aiden menendang tubuh Lucy hingga terpental dan jatuh di antara bebatuan.


Seketika darah mengucur dari tubuh Lucy, karena lengannya yang robek. Dan dari sana dia sadar, bahwa Aiden benar-benar marah padanya.


Lucy nyaris tak berdaya, sementara bola matanya sudah berkaca-kaca. Akan tetapi kini Aiden tak peduli dengan itu semua, dia kembali melesat lalu mencengkram kuat leher Lucy.


Aiden mendorong Lucy hingga punggung wanita serigala itu menabrak pohon besar. Mata Aiden yang memerah, nampak belum melunak.


"Kau dan aku telah hidup bersama selama ratusan tahun. Dari dulu kau dan aku saling melindungi satu sama lain. Dan sekarang tidakkah kau berpikir saat ingin melakukan ini semua?"


Aiden terus menguapkan semua rasa kecewanya terhadap Lucy. Sementara wanita serigala itu mulai kesulitan bernafas.


"Aku sudah berusaha untuk tidak menyerangmu saat kau bekerja sama dengan Edge, berharap kau sadar diri karena kau melihat jelas bagaimana kemarahanku saat itu. Tapi sepertinya otakmu tak bisa diajak berpikir, sehingga kau mengabaikan semua isyarat dariku!" teriak Aiden tepat di depan wajah Lucy, hingga membuat wanita itu terhenyak. Dia tidak menyangka jika ternyata Aiden tahu semuanya.


"Kau pasti terkejut 'kan? Aku sengaja diam, tapi ternyata aku salah, diamku malah membuat orang yang paling aku cintai hampir saja terluka. Dan kau — kau adalah dalang di balik ini semua!"


Aiden semakin memberikan tekanan pada tangannya, hingga Lucy kesulitan bernafas. Aiden sudah tak bisa mengontrol dirinya, hingga membuatnya hampir membunuh manusia serigala itu.


Dalam bayangan Aiden nampak jelas saat dia hendak membunuh Dewa Aaron — ayah Lucy sendiri. Hingga membuat kebenciannya semakin memuncak.

__ADS_1


Ya, sepertinya vampir dan serigala memang tidak akan pernah bisa bersatu. Meskipun mereka telah hidup berdampingan selama beratus-ratus tahun lamanya.


Bahkan Aiden tidak sadar, jika Lyodra telah melihat semuanya, sedari tadi gadis itu bersembunyi dan menyaksikan sang kekasih yang berubah ke wujud aslinya.


"Aiden, stop!" teriak Kaisar yang saat itu datang dengan Airish.


Aiden menoleh dan mendapati kedua orang tuanya yang datang secara tiba-tiba. Airish melangkah maju. "Cukup, kita bisa bicarakan semuanya terlebih dahulu. Walau bagaimanapun, dia adalah sepupumu."


"Tapi, Mom." Vampir tampan itu merasa keberatan. Namun, Kaisar kembali bicara untuk menenangkan putranya.


"Percaya pada Daddy. Lepaskan dia ...."


Sebuah panggilan yang terdengar jelas, membuat Lyodra mengerutkan kedua alisnya. "Jadi, mereka kedua orang tua Aiden?" gumamnya tak percaya, karena selama ini yang Lyodra tahu, mereka hanya terikat sebagai keluarga, tanpa tahu statusnya.


Karena bujukan kedua orang tuanya, akhirnya Aiden melepaskan cengkramannya di leher Lucy. Hingga membuat tubuh serigala itu ambruk ke tanah dengan wujud yang kembali menjadi manusia.


Mata Lyodra kembali terbelalak lebar, karena ternyata serigala itu adalah orang yang begitu dikenalnya.


"Nona Lu?"

__ADS_1


__ADS_2