Maid Of Vampire

Maid Of Vampire
Bab 37. Aiden, Kembali!


__ADS_3

Di saat Aiden baru saja melunak, tiba-tiba Lyodra keluar dari persembunyiannya. Dia menatap sang kekasih yang masih dalam wujud aslinya, ya, semua kecurigaan demi kecurigaan terkumpul. Dan jawabannya satu, Aiden adalah seorang vampir.


Orang yang paling dicintainya bukanlah manusia biasa, dan entah kenapa Lyodra tidak bisa mundur sedikitpun. Dia memang terkejut, tetapi bukan berarti dia ingin berhenti mencintai makhluk penghisap darah itu.


"Aiden!" panggil Lyodra dengan suara lirih, membuat semua orang yang ada di sana menoleh ke arah gadis cantik itu.


Tak terkecuali Lucy yang sudah nampak tak berdaya. Kini, Lucy benar-benar merasa kalah, karena ternyata Aiden sangat mencintai Lyodra.


Sementara Aiden langsung terpaku, dia dan Lyodra saling tatap dalam waktu yang cukup lama, hingga menyisakan debaran jantung yang tak biasa. Aiden tersadar, bahwa Lyodra pasti sangat terperangah dengan identitas dirinya.


Tanpa menjawab panggilan sang kekasih, Aiden langsung melesat begitu saja, membuat Lyodra terkesiap. Sementara Airish dan Kaisar membantu Lucy untuk dibawa ke rumah Kibrit yang ada di tengah hutan.


Keduanya tidak ingin ikut campur, keputusan sepenuhnya ada di tangan Aiden dan Lyodra.


Saat semua makhluk itu telah menghilang, tersisa Lyodra yang berdiri sendirian di tengah gelapnya malam. Dia terus menatap tempat Aiden berdiri beberapa saat lalu, pria itu pasti berpikir bahwa Lyodra tidak akan mungkin menerimanya.


Apalagi leluhur Lyodra adalah orang-orang pemburu vampir.


"Aiden, Aiden!" teriak Lyodra dengan bibir yang mulai bergetar. Sumpah demi apapun, dia tidak ada niat sedikitpun untuk meninggalkan pria itu, meskipun ia tahu Aiden adalah seorang vampir.

__ADS_1


"Kenapa kau malah meninggalkan aku? Aiden, kau di mana?! Kau tidak boleh seperti ini!"


Lyodra berlari sambil terus memanggil nama kekasihnya. Dia menatap ke atas, mencari sosok Aiden yang entah melesat ke mana. "Aiden, kau salah. Aku sudah tahu sejak awal, aku tahu kau bukanlah manusia biasa. Tapi karena rasa cintaku, aku bertahan di sisimu. Aku tidak memiliki rencana sedikitpun untuk lari, meskipun aku tahu, aku akan ada dalam bahaya. Aiden, kembali!"


Lyodra terisak-isak sambil terus mencari keberadaan Aiden. Air matanya tumpah dengan deras, karena tak ingin kehilangan orang yang selalu memberinya kenyamanan dan juga keamanan.


"Aiden, aku mohon kembali!"


Di saat Lyodra tergugu, tiba-tiba Jayden datang sambil berteriak. "Lyo, ayo kita pulang!" Dengan tubuhnya yang penuh luka, pemuda itu berlari ke arah Lyodra, karena berhasil mendapatkan taksi. Ya, sedari tadi dia berusaha untuk mencari kendaraan, agar mereka bisa kembali ke rumah.


Akan tetapi Lyodra justru menggeleng keras. Dia tidak mau kembali sebelum bertemu dengan Aiden. "Aku tidak akan pulang, aku harus mencari Aiden."


"Kau jangan bodoh, Lyo. Pria itu tidak ada di sini!" tegas Jayden, dia meraih pergelangan Lyodra untuk mengajak gadis itu pulang. Namun, Lyodra menepisnya dengan kasar.


"Aku yakin Aiden masih ada di sini, dia tidak boleh meninggalkanku. Dia tidak boleh meninggalkanku, Jay!" balas Lyodra dengan berteriak, lalu tanpa ba bi bu Lyodra kembali berlari untuk mencari kekasihnya.


Sementara Jayden langsung mendelik, Lyodra sudah berkorban nyawa untuknya, jadi dia tidak akan mungkin membiarkan gadis itu sendirian di tempat seperti ini.


"Lyo, tunggu! Jangan gegabah!" teriak Jayden, dia pun ikut berlari dengan kaki yang terpincang-pincang, karena ada luka juga di sana.

__ADS_1


Lyodra terus menyusuri tempat gelap itu, seolah tak peduli dengan keadaan dirinya. Yang jelas dia harus menemukan Aiden, dan mengatakan yang sebenarnya, bahwa dia akan menerima Aiden apa adanya.


Hingga tiba-tiba Lyodra melihat sebuah cahaya rembulan yang memancar, dia pergi ke sana dengan harapan yang besar, hingga akhirnya Lyodra berhasil melihat sosok yang tengah berdiri dengan gagah.


Jubah hitam yang dikenakan Aiden berkelebat karena terkena terpaan angin, sementara matanya yang merah memancarkan binar sendu.


Bibir Lyodra tersenyum, tetapi matanya justru mengeluarkan banyak sekali cairan bening.


Sementara Aiden yang merasakan kehadiran Lyodra, sontak menoleh sambil berkata. "Kau sudah tahu siapa aku. Dan aku perlu sadar diri, bahwa kau tidak akan mungkin bertahan di sisiku untuk selamanya. Aku adalah seorang vampir, Lyo, dan leluhurmu bahkan mungkin kau — ingin memusnahkan aku."


Lyodra dapat melihat dengan jelas taring yang ada di kedua sisi mulut Aiden. Akan tetapi dia malah semakin mendekat, sementara Jayden melihat itu dari jarak jauh. Dia terperangah.


"Kau salah, bagiku kau adalah sosok yang aku cintai, Aiden. Kau adalah priaku, orang yang selalu menjagaku dan berusaha untuk membuatku bahagia. Aku tidak peduli wujud aslimu seperti apa, karena dari awal aku sudah menduganya. Tapi kau lihat, apakah aku mundur? Tidak 'kan? Aku justru semakin ingin berada di dekatmu. Karena apa? Karena aku mencintaimu ... aku tidak ingin kau pergi, tidak, aku tidak akan mengizinkannya," jelas Lyodra dengan sesenggukan.


Sementara Aiden tidak menyangka, jika kalimat itu akan keluar dari mulut wanita yang dicintainya. Bola mata yang nampak sendu itu berubah berbinar seketika.


Dia dan Lyodra kembali saling tatap, hingga akhirnya mereka sama-sama berjalan mendekat. Tanpa banyak kata, mereka saling memeluk satu sama lain.


"Kau sungguh ingin bertahan di sisiku?" tanya Aiden, dan Lyodra langsung mengangguk di dalam dada bidang itu.

__ADS_1


Mendapat jawaban itu, Aiden benar-benar sangat bahagia. Dia langsung mengangkat wajah Lyodra, taringnya menghilang karena detik selanjutnya dia mencium bibir Lyodra dengan begitu dalam.


__ADS_2