
Aiden telah kembali untuk Lyodra. Sebab selama perjalanan menuju hutan, ingatan Aiden terus dipenuhi oleh gadis itu, ada sesuatu yang tak biasa hingga akhirnya dia memutuskan untuk memutar haluan.
Lucy sudah berusaha untuk mencegahnya, tetapi perasaan Aiden semakin tak karuan. Seolah hati dan pikirannya sudah berpusat pada satu arah, yaitu Lyodra, gadis yang berhasil membuat Aiden merasakan apa itu jatuh cinta.
Pada saat itu Lucy hanya bisa berdecak keras, karena merasa misinya akan gagal. Dan dia hanya bisa berharap, saat Aiden datang, Lyodra sudah meninggal.
Akan tetapi harapan Lucy harus pupus, sebab Aiden dan kedua orang tuanya datang tepat waktu. Lyodra yang kala itu tidak sadarkan diri, langsung ditolong oleh Airish — ibu Aiden.
Sementara Aiden langsung mengejar tubuh Edge, karena dia akan menghabisi vampir itu malam ini juga. Satu kali peringatan nyatanya tak membuat Edge berhenti, jadi dia merasa harus bertindak lebih.
Tubuh Edge mengusak di tanah, pukulan Aiden yang terasa begitu kuat, membuatnya tak dapat menghalau serangan.
"Ternyata telingamu sudah tidak berfungsi!" teriak Aiden dengan keras. Sorot mata penuh kemarahan dia layangkan, seolah tak ingin memberi ampun.
Mendengar itu, Edge mengangkat pandangannya dengan perlahan. Lucy bilang akan mengurus semuanya, tetapi ternyata pria itu malah datang.
Edge langsung berdecih.
"Karena aku tidak percaya ucapanmu! Kau bilang dia tidak berbahaya? Tapi nyatanya dia lebih berani dari apa yang aku pikirkan!" balas Edge tak kalah menggebu, mengingat betapa kerasnya usaha Lyodra untuk menyerangnya.
__ADS_1
Akan tetapi apa yang keluar dari mulut Edge tak dapat Aiden percaya. Detik selanjutnya, Aiden langsung melesat, gerakannya yang tak dapat diprediksi membuat Edge kembali kecolongan.
Pria itu mencekik leher Edge dengan sangat kuat, hingga membuat Edge melotot, sementara kedua tangannya berusaha untuk melepaskan cekikan Aiden.
"Peringatan yang aku berikan tidaklah main-main. Jadi, kau harus menerima akibatnya, karena telah berani menyentuh wanitaku!" cetus Aiden, membuat Edge semakin meronta-ronta.
Melihat keseriusan di mata Aiden, sudah tentu membuat Edge tahu bahwa pria itu mencintai Lyodra.
Namun, meskipun dia salah, dia tak ingin kalah begitu saja. Edge menggunakan kakinya yang terangkat untuk menendang dada Aiden, hingga membuat pria itu melepaskan cengkraman tangannya pada leher Edge.
Edge ingin kabur, tetapi lagi-lagi Aiden kembali menyerangnya dengan membabi-buta. Aiden mengerahkan semua kekuatan yang ia punya, hingga membuat Edge kembali terpelanting ke tanah.
Tak ada satupun anak buah yang membantunya, karena mereka sudah dibereskan oleh Kaisar.
Hingga vampir itu mulai merasakan tubuhnya yang remuk redam, sebab apa yang dilakukan Aiden di luar kendalinya. Bahkan jantungnya mulai tak berfungsi dengan baik.
"Tapi kau tidak akan tahu jika sebenarnya—"
Ucapan Edge terputus, karena detik selanjutnya Aiden kembali mencengkram lehernya dengan sangat kuat. Tubuh Edge terangkat, hingga kakinya tak lagi menapak di bumi.
__ADS_1
"Aku tidak akan mendengar omong kosongmu lagi. Sebagai makhluk yang sebangsa denganmu, aku tidak akan membiarkan vampir bengis seperti dirimu tetap ada!" ketus Aiden dengan rahang yang mengeras.
Tubuh Edge seperti mengalami kejang-kejang saat Aiden berusaha untuk memisahkan kepala vampir itu dari tubuhnya.
Padahal saat itu Edge sedang berusaha untuk mengatakan kalau sebenarnya Lucy adalah dalang dibalik semuanya.
Namun, nyatanya usaha Edge tidak berhasil, sebab kepalanya lebih dulu putus di tangan Aiden. Dalam sekejap, dua organ yang terpisah itu tergeletak di atas tanah.
Aiden menyeringai penuh, karena berhasil menyelamatkan Lyodra dari sosok yang selalu mengincarnya.
"Sekarang kau bisa keluar rumah tanpa perlu khawatir," gumam Aiden sambil membayangkan wajah Lyodra. Dan setelah ini, dia tidak akan bisa lagi untuk melepaskan gadis itu.
Lyodra telah terjebak oleh cinta Aiden, sosok penghisap darah yang memiliki keabadian di dunia.
Klik!
Suara korek api terdengar nyaring, Kaisar yang saat itu menghampiri putranya, langsung melemparkan korek tersebut ke arah tubuh Edge, hingga kobaran api langsung membesar seketika.
Aiden dan Kaisar saling pandang, dan mereka sama-sama melempar senyum.
__ADS_1
Berbeda dengan Lucy yang menonton itu semua, dia merasa geram karena ternyata rencananya gagal total.
"Kau boleh selamat hari ini!" gerutunya dengan perasaan kesal.