Maid Of Vampire

Maid Of Vampire
Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh


__ADS_3

Mau lari pun percuma, karena kini serigala itu sudah ada di depan mata. Yang dapat Lyodra pilih hanyalah melawan, meskipun ia tak tahu hal tersebut bisa menyelamatkan nyawanya atau tidak.


Lyodra semakin melangkah mundur ketika serigala itu berjalan ke arahnya. Dia menyiapkan diri untuk mengambil ancang-ancang, takut jika hewan buas itu menyerangnya secara tiba-tiba.


Sementara di belakang sana, Jayden sudah ketar-ketir, dia terus menggelengkan kepala, tak ingin terjadi sesuatu pada sahabatnya.


Hingga tiba-tiba Jayden berteriak dengan sangat lantang. "Jangan lukai dia, lebih baik kau bunuh aku saja!" Jayden sudah tahu bahwa sosok serigala yang sedang berjalan itu bukanlah hewan sungguhan. Dia adalah jelmaan manusia yang meminta dia agar Lyodra datang ke tempat ini.


Mendengar itu, Lucy — sosok yang ada dibalik ini semua semakin menyeringai, ternyata Jayden juga sangat peduli pada Lyodra, dan hal tersebut membuatnya semakin membenci gadis itu.


Lucy hanya menoleh sekilas, lalu dia kembali melayangkan tatapan tajam ke arah Lyodra, kakinya yang memiliki kuku tajam terus melangkah maju.


"Berhenti! Jangan lukai dia, kau tidak boleh melukainya!" teriak Jayden dengan sekuat tenaga, bahkan dia berusaha untuk melepaskan diri, tetap sayangnya tidak bisa.


Lucy tak mengindahkan apapun yang dilakukan pemuda itu, karena kebenciannya sudah ada di puncak ubun-ubun, dia tidak mau segan lagi, karena sekarang adalah waktu yang dia tunggu-tunggu.

__ADS_1


Sementara itu mata Lyodra menatap nanar. "Aku tidak tahu siapa yang menyuruhmu untuk datang ke tempat ini. Tapi, kau tidak boleh asal menyerang, karena aku tidak berniat jahat padamu," terang Lyodra, karena dia berpikir bahwa hewan itu sengaja dilepas untuk menyerangnya.


"Tidak, Lyo! Dia bukan serigala sungguhan, dia iblis!" teriak Jayden dengan kekesalan yang sudah tidak bisa dia tahan, sementara Lyodra langsung mendelik, apa maksud Jayden berkata seperti itu?


Lucy menatap tajam ke arah Jayden, dia ingin membuat pemuda itu menutup mulutnya. Namun, sebelum dia menyerang, Lyodra segera menghentikan niat Lucy. "Tidak, kau tidak boleh melukainya. Kau bilang ingin bertemu aku, jadi orang yang harusnya kau serang adalah aku."


Mendengar itu, tubuh Jayden terasa lemas, karena lagi-lagi Lyodra keras kepala. "Pergilah, Lyo ... aku mohon, tinggalkan saja aku di sini. Aku mohon ... pergi, pergi, Lyo!"


Jayden berkata dengan lirih, tetapi bagaimana bisa Lyodra meninggalkan Jayden di tempat ini bersama sosok yang teramat berbahaya.


Akhirnya Lyodra mengambil ancang-ancang, dia tak mendengarkan apapun yang keluar dari mulut Jayden.


Dia melolong panjang, lalu menyeringai penuh dengan keempat kaki yang melompat ke udara.


"LYODRA!" teriak Jayden begitu menggema.

__ADS_1


Mata Lyodra terbelalak lebar saat mendapat serangan itu, tetapi Lucy tak berhasil menyentuh tubuh Lyodra sedikitpun, karena detik selanjutnya dia yang terpelanting jauh akibat tendangan Aiden.


Brak!


Tubuh Lucy yang masih berbentuk serigala menabrak pohon sebelum akhirnya mengusak di tanah. Dia terhenyak ketika melihat tubuh tegap yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya.


Tubuh tegap yang sudah sangat di hafal.


"Aiden?" batin Lucy dengan dua bola mata yang melebar sempurna.


Aiden mengeratkan gigi geraham hingga dua taringnya muncul, dia benar-benar tidak menyangka jika Lucy akan menyerang wanita yang dicintainya.


"Kau sungguh melakukan ini padaku?" tanya Aiden dengan tatapan kecewa, karena pasalnya dia sudah sangat percaya pada Lucy, tetapi nyatanya kepercayaan itu dirusak dengan cuma-cuma.


Selain terasa nyeri, dada Lucy juga terasa sesak, karena mendapat tatapan seperti itu dari Aiden.

__ADS_1


Mereka sama-sama terdiam, hingga menciptakan jeda waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya tubuh Aiden melesat, tiba-tiba dia berada tepat di hadapan Lucy, lalu memukul mundur manusia serigala itu.


"Lawan aku, perlihatkan pengkhianatanmu dan anggap aku sebagai musuh!" cetus Aiden dengan amarah yang membara.


__ADS_2