
Pagi hari sebelum Lyodra bangun, Aiden sudah bersiap-siap untuk pergi, dia akan menemui Lucy yang kini ditahan di rumah Kibrit.
Sebelum keluar dari kamar, Aiden menyempatkan diri untuk mengecup pipi Lyodra. "Aku pergi dulu. Dan untuk kau ... selamat bersenang-senang."
Vampir tampan itu menarik sudut bibirnya ke atas, saat melihat Lyodra yang tampak memberi respon dengan mengecap mulutnya sendiri.
Lalu detik selanjutnya dia meninggalkan ruangan itu untuk menemui Prima, orang yang bertanggung jawab atas rumah ini. "Masak yang banyak, saat dia bangun pastikan semuanya sudah siap," ujar Aiden memberi perintah.
Wanita paruh baya itu langsung mengangguk patuh. Kini, status Lyodra telah berubah menjadi majikannya, jadi dia pun harus menaruh hormat pada gadis itu.
"Baik, Tuan. Saya akan melayani Nona Lyodra. Tapi kapan anda kembali?" jawab Prima sekaligus melayangkan pertanyaan.
"Aku tidak akan lama di sana, jadi, katakan saja kalau aku ada urusan sebentar."
"Baiklah, saya akan menyampaikan pesan itu jika Nona sudah bangun."
"Ya, kalau begitu aku pergi dulu," pamit Aiden, tanpa menunggu jawaban Prima, pria itu sudah keluar dan melesat seperti angin.
Aiden menyusuri hutan belantara, tempat yang selama ini dihuni oleh keluarga vampirnya. Di sana ada kakek, nenek, serta ketiga adik ayahnya.
Ketika Aiden tiba, semua orang yang ada di ruang keluarga langsung bangkit. Terlihat dari wajah mereka, nampak menunjukkan empati atas kejadian yang menimpa Aiden dan Lucy.
"Di mana dia sekarang?" tanya Aiden dengan wajah datar.
__ADS_1
"Dia ada di ruang bawah tanah. Dia tidak bercerita apapun pada Daddy tentang masalah penyerangan itu. Setiap Daddy tanya dia hanya bisa menangis," jawab Kaisar apa adanya. Lucy memilih bungkam tentang alasannya melakukan penyerangan terhadap Lyodra.
"Sepertinya hanya kau yang bisa membujuknya, Ai," timpal Kibrit, dan langsung disetujui oleh semua orang.
"Kalau begitu aku akan menemuinya," putus Aiden. Sebelum meninggalkan ruang keluarga, Airish menepuk bahu anaknya.
"Jangan terlalu mencecarnya. Bicarakan semuanya dengan tenang, Mommy tahu kau sangat emosi melihat Lyodra diserang oleh Lucy, tapi kau juga harus mendengarkan alasan dia. Kau yang bisa menilainya sendiri, karena kita hidup dengannya tidak sehari maupun dua hari," ujar wanita itu menasehati sang anak.
Aiden mengangguk sekilas, setelah mendapat izin, akhirnya Aiden turun ke ruang bawah tanah.
Tempat yang gelap dan sunyi, sebagai penebus kesalahan. Vampir atau makhluk yang ditahan di sini tidak akan bisa kabur begitu saja, karena jeruji besi itu memiliki kekuatan yang sangat besar.
Hanya sang pemilik kunci yaitu Kibrit, yang bisa membukanya.
"Kita perlu bicara, Lu," ucap Aiden yang membuat Lucy tertegun.
Kedua bola mata wanita serigala berkaca-kaca, dia tidak menyangka jika ternyata Aiden masih sudi menemuinya.
Namun, Lucy tak menjawab ataupun menoleh. Rasanya belum siap menemui pria yang selama ini mengisi hatinya. Ya, diam-diam Lucy menyimpan perasaan pada Aiden. Dia cemburu saat Lyodra tiba-tiba datang, dan membuat pria itu tergila-gila.
"Lu, apa kau mendengarku?" tanya Aiden lagi. Dan perlahan tubuh Lucy kembali menjadi manusia.
"Apa kau datang untuk menghakimiku? Kau ingin menyalahkan aku lagi karena gadis itu?" Lucy balik bertanya, membuat Aiden menghela nafas.
__ADS_1
"Kau masih belum mengerti juga ternyata. Aku tidak tahu apa salah Lyodra hingga kau berusaha keras menyingkirkannya. Padahal kau tahu bukan, bagaimana aku mencintai gadis itu? Kau sangat hafal gelagatku, Lu. Tapi anehnya kau malah melakukan sesuatu yang membuatku kecewa," jawab Aiden, mulai menjelaskan sekali lagi tentang perasaannya terhadap Lyodra yang tidak akan mungkin berubah.
"Itu karena kau!" ketus Lucy dengan bibirnya yang bergetar.
Kening Aiden mengernyit. "Aku?"
Seketika Lucy menoleh dengan tatapannya yang terlihat sangat menyedihkan. "Ya, karena kau! Aku mencintaimu, Ai. Aku melakukan itu semua karena aku tidak mau Lyodra merebutmu dariku. Apa aku salah? Apa aku berdosa karena menyukai sepupuku sendiri?"
Mendengar itu, Aiden langsung bergeming. Jadi, ini alasan kenapa Lucy sangat membenci Lyodra?
"Kau tidak tahu bagaimana tersiksanya aku saat kau lebih memperhatikannya. Kau tidak tahu bagaimana marahnya aku saat kau terus membelanya padahal dia bisa saja membuatmu dalam bahaya! Kau tidak tahu apa-apa tentang aku, Ai. Dan semua itu membuatku geram, hingga aku berpikir ingin memusnahkannya dari bumi ini."
Lucy tergugu saat mengungkapkan semua perasaannya terhadap Aiden. Sementara pria itu terus terdiam dan mendengarkan.
"Dan sekarang aku sudah kalah. Karena kau memang benar-benar telah memilihnya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, Ai, bahkan untuk sekedar membela diri. Kau boleh menghukumku di sini, tapi jangan pernah berpikir untuk tidak menganggapku sebagai sepupumu lagi. Aku memang mencintaimu, tapi sekarang aku sudah berusaha untuk meredammnya ...."
Tanpa menunggu Aiden bereaksi, Lucy langsung kembali merubah wujudnya menjadi seekor serigala. Dia membelakangi Aiden, tak ingin pria itu tahu bagaimana kesedihan yang dia rasakan.
Cinta memang bisa merubah seseorang, dari baik menjadi jahat, begitu pun sebaliknya. Aiden tak bisa berkomentar apa-apa, karena dia tahu situasi yang mereka hadapi cukup sulit.
Dia tidak bisa menyalahkan Lucy sepenuhnya.
"Habiskan hukumanmu sampai bulan purnama. Dan setelah itu, anggap semuanya tidak pernah terjadi, karena aku dan Lyodra akan menikah," ucap Aiden sebelum pergi dari sana.
__ADS_1
Mendengar itu, sesaat Lucy merasa senang, tapi detik berikutnya dia seperti ditikam oleh belati tajam.