Maid Of Vampire

Maid Of Vampire
Bab 44. Menjenguk Jayden


__ADS_3

"Ai, apakah permintaan Daddy-ku terlalu banyak? Kau pasti keberatan yah?" tanya Lyodra saat mereka dalam perjalanan pulang. Sebenarnya dia juga merasa tak enakan, tetapi mau bagaimana lagi, hanya itu yang dapat ia lakukan agar David mau menerima Aiden menjadi suaminya.


Aiden menggaruk kepalanya, padahal tidak gatal sama sekali. "Tentu saja tidak. Aku tahu dia sedang menggunakan kesempatan dengan sebaik mungkin. Jadi, tidak masalah."


"Sungguh?" Lyodra menggelayut di tangan Aiden dengan bola matanya yang berkedip lucu. Rasanya masih tak percaya jika Aiden akan menyanggupi permintaan David.


"Aku akan melakukan apapun agar kita bisa bersama. Jadi, berjanjilah untuk tidak pernah pergi dariku," balas Aiden seraya memberi kecupan kecil di kening Lyodra.


Gadis itu mengulum senyum tipis, merasa senang dengan jawaban Aiden. "Aku memang tidak salah pilih." Lyodra semakin bertingkah manja, membuat Aiden akhirnya ikut tersenyum pula.


"Oh iya, sepulang kuliah aku ingin menjenguk Jayden," ucap Lyodra memberitahu kekasihnya.


Mendengar nama pria lain, sungguh membuat Aiden merasa tak suka, tetapi karena itu Jayden, Aiden memilih untuk mengalah. "Kau tidak ada rencana untuk mengajakku?"


Lyodra langsung membelalakkan matanya. "Memangnya kau mau ikut?"


"Aku tidak ingin calon istriku berduaan dengan pria lain," jawab Aiden, mulai menunjukkan sisi posesifnya pada Lyodra. Apalagi dia teringat dengan ucapan Kibrit, tentang daya tarik Lyodra terhadap lawan jenis.


Lagi-lagi jawaban Aiden membuat Lyodra melipat bibir dan tersipu. Dia tidak akan keberatan jika memang Aiden ingin ikut menjenguk sahabatnya.


"Baiklah, kalau begitu kau harus menjemputku. Selain menjenguk Jayden, aku juga ingin memberitahu dia kalau kita akan menikah."


Aiden langsung menganggukkan kepala, di dalam hatinya mulai merasa tak sabar menunggu purnama tiba. Pada saat itu Lyodra akan menjadi milik dia seutuhnya.


***


Malam pun datang, seperti pembicaraan mereka tadi siang , Lyodra dan Aiden benar-benar pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Jayden.

__ADS_1


Dan di sinilah mereka sekarang. Lyodra membuka pintu ruangan Jayden setelah mendapat izin, tetapi reaksi Jayden sungguh di luar dugaan, dia langsung bersembunyi di balik selimut saat melihat Aiden di belakang Lyodra.


Dia masih ingat jelas bahwa malam itu Aiden memiliki taring panjang dengan bola mata yang memerah, dan dia sangat yakin bahwa Aiden memanglah seorang vampir.


"Jay, kamu kenapa?" tanya Lyodra sambil menyentuh bahu pemuda itu, sementara Jayden langsung tersentak, takut jika Aiden menggigitnya.


"Kenapa dia ada di sini, Lyo? Untuk apa kau membawanya?" jawab Jayden dengan nafas yang memburu, terlihat sekali bahwa dia sedang merasa takut.


Lyodra menatap ke arah Aiden yang menampakkan wajah tanpa ekspresi, lalu kembali bicara dengan sahabatnya. "Tentu saja kami ingin menjengukmu."


"Tidak, aku tidak mau dijenguk olehnya. Yang ada dia akan menggigitku, kamu juga jangan dekat-dekat, Lyo!" cetus Jayden dengan sekujur tubuh yang gemetar.


Lyodra menghela nafas panjang. "Jangan mengada-ada, dia tidak akan macam-macam padamu ataupun padaku!"


"Tapi aku sudah tahu siapa dia, Lyo! Cepat usir dia," seru Jayden dengan menggebu-gebu.


"Kau ini cemen sekali. Bukalah selimutmu!"


"Jay!"


Aiden menyentuh bahu Lyodra, dia akan mengalah untuk ini semua. Dia akan memberikan Jayden waktu untuk bicara dengan Lyodra, karena dia masih menghargai Jayden sebagai sahabat dari calon istrinya.


"Aku akan menunggu di luar," ucap Aiden.


"Tapi—"


Sebelum Lyodra meneruskan kalimatnya, Aiden sudah memutar badan dan melangkah meninggalkan ruangan. Pada saat itu, Jayden baru mau membuka selimut, dia langsung menatap serius ke arah Lyodra.

__ADS_1


"Jangan berhubungan lagi dengannya! Dia itu berbahaya," cetus Jayden, dia kembali memarahi Lyodra, seperti pertama kali Lyodra ingin pergi ke rumah Aiden.


"Dia tidak seperti apa yang kau bayangkan, Jay!" jawab Lyodra seraya duduk di sisi brankar.


Mata Jayden mendelik.


"Dia itu vampir, Lyo. Kau bahkan tahu itu kan?!"


"Ya, aku tahu. Dan aku memutuskan untuk menikah dengannya."


Kali ini mata Jayden hampir lompat dari tempatnya. Lyodra benar-benar sudah gila, tidak mungkin kan manusia menikah dengan seorang vampir?


"Kau sungguh tidak waras, Lyo. Dia itu tidak sebangsa dengan kita. Kau bisa saja digigit dan dijadikan makanan. Apa kau tidak takut?"


Lyodra menggeleng cepat, membuat Jayden semakin menganga.


"Sebagai sahabat, aku tidak setuju!" cetus Jayden dengan tegas.


"Tapi Daddy sudah merestui kami, Jay. Aku dan dia saling mencintai, dan kami sudah sepakat untuk menikah pada saat bulan purnama tiba."


"Aku yakin Uncle David tidak tahu siapa dia sebenarnya."


"Dan kau tidak boleh memberitahunya. Aku hanya ingin bahagia dengan dia, Jay. Jadi tolong jangan halangi aku. Untuk kali ini saja aku minta padamu, jaga rahasia tentang identitas Aiden yang sebenarnya."


Jayden menatap sahabatnya dengan lekat, dan dia tahu Lyodra benar-benar serius dengan keputusannya. Walaupun dia adalah orang terdekat Lyodra, dia tidak bisa meminta gadis itu untuk mengikuti perintahnya.


"Percayalah, Lyo, aku hanya takut kau kenapa-kenapa. Asal bukan dia prianya, aku akan merasa tenang."

__ADS_1


"Tapi hanya Aiden yang aku inginkan."


Pasrah, itulah yang bisa dilakukan oleh Jayden.


__ADS_2