
Setelah pesta telah selesai Aiden langsung menggendong Lyodra untuk masuk ke dalam kamar. Sepasang pengantin baru itu sama-sama terlihat sumringah, karena akhirnya pernikahan mereka terjadi juga.
Meskipun Aiden harus keluar uang banyak untuk membujuk David, tetapi semua itu tidak masalah, karena yang ia butuhkan hanya Lyodra.
"Kau bahagia menikah denganku?" tanya Aiden ketika mereka menuruni anak tangga. Tak bosan-bosan dia memandangi wajah Lyodra yang tampak sangat cantik.
"Kelihatannya bagaimana?" jawab Lyodra dengan ketus, karena entah sudah berapa kali Aiden menanyakan hal itu.
Aiden langsung menarik kedua sudut bibirnya. "Kau semakin cantik ketika sedang marah."
Mendengar itu Lyodra pun tersipu, dia melirik ke arah Aiden hingga tatapan mereka bertemu. "Jangan menggombal, itu sama sekali tidak serasi dengan wajahmu yang datarmu!"
"Jadi, kau ingin aku tersenyum sepanjang malam?"
Aiden berhasil menyelesaikan anak tangga terakhir, lalu memasuki kamar pengantin yang sudah dihias sedemikian rupa. Dan suasana temaram adalah sesuatu yang paling Aiden suka.
Perlahan, Aiden membaringkan tubuh Lyodra di atas ranjang, lalu menguncinya dengan kedua tangan. Mereka saling tatap hingga detik selanjutnya Aiden merasakan usapan lembut di pipinya, dan itu semua berasal dari jari-jemari Lyodra.
"Tidak hanya sepanjang malam, tapi sepanjang aku hidup. Aku ingin melihat kau tersenyum, Ai," kata Lyodra dengan suara yang terdengar seperti bisikan merdu.
"Aku akan mewujudkan keinginanmu, Sayang," balas Aiden dengan tatapan yang semakin berkabut. Baik dia dan Lyodra sudah sama-sama berhasrat.
__ADS_1
Lyodra menggantungkan tangannya di leher Aiden, sementara vampir tampan itu mulai menurunkan wajahnya untuk meraih bibir Lyodra.
Tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu, mereka langsung bercumbu. Membakar api gairah yang sedari tadi sudah tersulut.
Di saat bibir mereka saling mengecap, tangan besar Aiden meraih muara penyangga gaun pengantin yang dikenakan istrinya.
Dia melepaskan apapun yang ada di tubuh Lyodra, hingga gadis itu benar-benar polos. Begitu juga dengan dirinya, Lyodra membantu Aiden untuk melepas jas dan kemeja, hingga memperlihatkan dada bidang yang begitu menggiurkan.
Lyodra mencengkram punggung Aiden saat pria itu menyusuri leher jenjangnya. Aroma segar dari tubuh Lyodra benar-benar membuat Aiden merasa bergairah.
"Aiden!" panggil Lyodra dengan rasa panas yang mulai menjalar di seluruh urat syarafnya. Sementara Aiden terus bermain-main, hingga membuat inti tubuh Lyodra terasa basah.
"Bagaimana aku bisa menahannya, Ai, kalau kau terus seperti ini. Kau terlalu sulit untuk aku tolak," gumam Lyodra, saat merasakan tubuhnya yang ingin dimasuki lebih.
Dia melirik bulan purnama yang masih memancarkan cahayanya yang sangat terang.
"Ai, ada apa?" tanya Lyodra dengan kening yang mengeryit, karena Aiden malah bergeming, seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kalung ini harus dimusnahkan, Lyo," jawab Aiden sambil menunjuk kalung yang dimaksud.
"Memangnya kenapa, Ai? Apakah karena aku telah menikah dengan seorang vampir?"
__ADS_1
Aiden langsung menganggukkan kepala, dan Lyodra pun tak bisa menolak. Dia membiarkan Aiden melepas kalung peninggalan kakeknya, lalu memperhatikan Aiden yang berjalan ke arah jendela.
"Ai, kau mau apa?" tanya Lyodra.
"Aku yang akan menghancurkannya, dan aku butuh cahaya bulan purnama," jawab Aiden seraya membuka kaca jendela.
Percumbuan panas mereka pun terpaksa terhenti, Lyodra mengambil kimono milik Aiden, dan kembali memperhatikan apa yang dilakukan suaminya.
Aiden mengangkat tangannya yang saat itu menggenggam kalung milik Lyodra. Dia memejamkan mata dan mulai mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghancurkan benda keramat itu.
Aiden mengepalkan tangannya kuat, bahkan hingga akar-akar di tubuhnya mulai bermunculan. Dan hal tersebut membuat Lyodra menganga.
"Ai, kau tidak apa-apa?" tanya Lyodra dengan cemas, karena Aiden malah terlihat seperti kesakitan. Terbukti dari giginya yang mengerat dan rahangnya yang semakin mengeras.
"Jangan membuatku takut, Aiden!" teriak Lyodra dengan mata yang membola, sementara Aiden merasakan seperti jiwanya sedang dicabut.
Kepalan tangannya tak bisa terlepas, hingga kalung permata itu benar-benar hancur. Namun, tepat pada saat itu, seperti ada cahaya yang menyerang tubuh Aiden, hingga vampir itu terpental ke belakang.
Bruk!
Tubuh Aiden menabrak tembok hingga retak, lalu detik selanjutnya pria itu terkapar di lantai dengan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"AIDEN!" teriak Lyodra dengan frustasi.