Maid Of Vampire

Maid Of Vampire
Bab 40. Matre Sejak Lahir


__ADS_3

Malam itu Lyodra tidur bersama Aiden, dia memeluk prianya dengan erat, hingga Aiden pun merasakan kehangatan tubuh kekasihnya.


Namun, hingga malam kian larut, Lyodra tetap tidak bisa tidur, karena dia merasa Aiden terus menatap ke arahnya.


Akhirnya gadis cantik itu kembali membuka mata. Dia mendongak dan mendapati Aiden yang masih terjaga.


"Kau tidak tidur?" tanya Lyodra dengan suara yang mulai serak.


"Aku tidak membutuhkan itu, Lyo. Kau yang seharusnya tidur," balas Aiden, tangannya terulur untuk merapihkan anak rambut Lyodra yang menutupi wajah.


"Lalu apa kau akan terjaga semalaman?"


Aiden langsung menganggukkan kepala.


"Aku akan menjagamu. Jadi, beristirahatlah dengan tenang. Besok pagi, aku tidak akan membiarkanmu bekerja. Kau hanya boleh bermalas-malasan di kamarku," ujar Aiden, karena dia tahu Lyodra pasti sangat lelah.


Lyodra tersenyum dan langsung mengusakkan wajah di dada bidang Aiden. "Ternyata enak sekali menjadi kekasih vampir."


"Kau suka?" tanya Aiden sambil mencengkram kecil dagu Lyodra.


Gadis cantik itu langsung mengangguk semangat, sementara jari jemari Aiden mulai menyusuri pahatan wajah kekasihnya, hingga bermuara di bibir.

__ADS_1


Lyodra menggenggam tangan Aiden saat jari itu mengetuk-ngetuk, kemudian mengecupnya sekilas. "Apakah aku juga boleh makan sepuasnya?"


"Lakukan apapun yang kau mau. Karena tidak akan ada orang yang melarangmu," ucap Aiden dengan suara yang nyaris berbisik, membuat bulu di sekujur tubuh Lyodra meremang. "Tapi, Lyo, ada satu lagi yang ingin aku bicarakan, sebelum kau benar-benar tidur."


"Apa?"


"Tentang ayahmu. Bagaimana kalau dia tidak setuju?" tanya Aiden dengan kening yang berlipat-lipat, seolah kekhawatiran sudah ada di benaknya sejak tadi.


Deg!


Lyodra baru ingat, jika masih ada David yang harus dia hadapi. Akan tetapi apakah Aiden tahu jika David adalah orang yang pernah ia hancurkan perusahaannya.


Mendengar itu, Aiden langsung tersenyum lebar. "Tentu saja, bukankah kau datang ke rumah ini untuk memberiku pelajaran atas apa yang menimpa perusahaan ayahmu?"


Mata Lyodra langsung membola. "Jadi, kau tahu semuanya?"


"Maafkan aku, Lyo. Tapi hanya dengan cara itu aku bisa mengundangmu datang."


Lagi, Lyodra semakin terperanjat dengan kejujuran Aiden. Jadi, dari awal vampir satu ini sudah menjeratnya.


"Aku tertarik padamu sejak awal. Jadi, aku selalu membiarkanmu mencari tahu apa yang ingin kau ketahui di rumah ini. Tentang ramuan itu, ruang rahasia, dan semua tentang hidupku. Semakin kau berani, aku malah semakin tertarik. Hingga dengan kecerobohanmu, kau membahayakan diri sendiri. Maafkan aku, Lyo," jelas Aiden dengan raut wajah bersalah.

__ADS_1


"Jadi benar yah, ini semua sudah direkayasa. Dan aku malah jatuh cinta padamu. Cih, kau benar-benar pandai menjebak Tuan Aiden," balas Lyodra berpura-pura kesal. Namun, di dalam hatinya dia tidak menyesali apa yang terjadi di masa lalu. Karena ia yakin itu semua bagian dari takdir.


"Kau bersedia memaafkanku atau tidak?" tanya Aiden sambil membelai lembut wajah Lyodra.


"Tentu saja, dan sekarang kita harus menyusun rencana untuk meluluhkan hati Daddy. Aku yakin dia tidak akan langsung menerimamu," ujar Lyodra dengan bibir mengerucut.


"Kau benar-benar ingin menikah denganku?" tanya Aiden, merasa senang dengan respon gadis itu.


"Haish, masih ditanya. Ya, aku menikahimu Tuan Aiden, jadi siapkan uang yang banyak, karena aku adalah gadis yang sangat suka dengan uang dan pria tampan. Kau tahu, aku ini matre sejak lahir!" ketus Lyodra yang akhirnya membuat Aiden terkekeh.


Karena gemas, dia menggigit dagu Lyodra, hingga membuat gadis cantik itu kalang kabut. "Argh, apakah aku sudah menjadi seorang vampir sekarang? Kau tadi menggigitku!"


Namun, Aiden menjawab dengan kekehan yang lebih keras. "Kau berpikir terlalu jauh, Lyo. Dengarkan aku baik-baik, karena kau matre aku akan mengumpulkan kekayaanku dari beberapa negara untuk menikahimu, jadi jangan khawatirkan apapun," ujar Aiden, tidak sulit untuk mendapatkan itu semua, karena perusahaannya ada di mana-mana.


Lyodra langsung melebarkan kelopak matanya. "Aku tidak menyangka kalau vampir bisa sekaya itu."


"Aku tidak akan membuatmu menyesal karena telah menjadi pengantin vampir. Saat bulan purnama tiba, kita menikah," ujar Aiden, dan Lyodra langsung mengangguk setuju.


"Baiklah, aku setuju. Biar aku yang urus soal Daddy."


Akhirnya malam itu Lyodra kembali memejamkan mata dan berusaha untuk tidur. Meskipun di dalam hatinya, dia merasa tidak sabar untuk menikah dengan Aiden.

__ADS_1


__ADS_2