
Hari berikutnya, Aiden dan Lucy berangkat ke perusahaan seperti biasa. Saat di perjalanan mereka terlibat percakapan, karena Lucy membuka suara lebih dulu.
"Kemarin aku berjalan-jalan ke hutan untuk mencari makan. Aku sempat mampir ke tempat Grandpa, dan mereka meminta kita untuk datang," ujar Lucy sambil menatap Aiden dari samping, dia akan menjalankan misinya hari ini untuk mengurus masalah Lyodra.
"Memangnya ada apa?" Tak lekas mengiyakan, Aiden justru bertanya tujuan Kibrit mengundang mereka untuk datang ke hutan.
Lucy bicara sambil mengangkat kedua bahunya. "Ya mungkin karena mereka merindukan kita. Apalagi setelah kita pindah, kita belum berkunjung ke sana."
Aiden nampak terdiam, dia mencoba untuk mempercayai ucapan Lucy, karena selama ini wanita itu memang selalu setia padanya.
"Baiklah, sore nanti kita akan pergi. Karena hari ini aku harus mengurus kerja sama dulu dengan beberapa perusahaan," putus Aiden, tidak ada salahnya dia pergi, dia akan meminta Lyodra untuk tidak kuliah terlebih dahulu, agar wanita itu tetap berada dalam pengawasannya.
Dalam hati Lucy langsung menyeringai penuh, dia yakin seyakin-yakinnya, bahwa riwayat Lyodra akan segera tamat.
Kau akan segera berakhir, Manusia Bodoh! Bukan di tanganku, tapi di tangan vampir lain.
***
Pulang dari perusahaan, Aiden kembali terlihat rapih, bahkan keluarga pria itu pun turut serta keluar dari kamar entah karena apa.
Lyodra yang saat itu ikut berkumpul bersama pelayan lainnya, nampak mengernyitkan dahi, karena merasa penasaran dengan tujuan Aiden.
__ADS_1
"Bu Prim, aku dan semua orang akan meninggalkan rumah untuk sementara waktu. Jadi, aku akan meminta pertanggung jawaban atas apa yang terjadi di rumah ini padamu," ucap Aiden dengan penuh ketegasan. Namun, sorot mata pria itu tak lepas dari sosok manis yang tengah menatap objek lain.
"Baik, Tuan. Saya akan bertindak lebih tegas lagi," jawab Prima.
"Baguslah. Dan untuk semua orang, kalian tahu apa akibatnya jika melanggar apa yang sudah aku perintahkan!" cetus Aiden, dia terus melayangkan tatapan ke arah Lyodra, tetapi gadis itu tak sedikitpun menatap ke arahnya.
Sial, apakah tembok itu lebih menarik di matanya? Gerutu Aiden dalam hati, karena sebentar lagi dia harus pergi. Jadi, dia tidak bisa melihat Lyodra untuk beberapa waktu ke depan.
Setelah selesai memberikan ultimatum, semua orang nampak membubarkan diri, begitu juga dengan Lyodra.
Namun, sebelum gadis itu melangkah ke kamarnya, Aiden lebih dulu menarik pergelangan tangan Lyodra, dan membawa gadis itu ke sudut ruangan.
Eh!
Lyodra langsung terperangah mendengar pertanyaan itu, matanya yang sipit berkedip-kedip kecil, tampak lucu dalam pandangan Aiden.
Sementara di sudut lain, Kaisar hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat kelakuan putranya yang sedang berusaha menjerat manusia.
"Tidak begitu, Tuan."
"Lalu kenapa kau diam saja?"
__ADS_1
"Memangnya saya harus bagaimana, Tuan? Tidak mungkinkan kalau saya harus menahan anda? Anda kan sedang ada urusan, lagi pula—"
"Haish!" tukas Aiden, membuat Lyodra menghentikan ucapannya. "Kenapa mulutmu malah bicara tanpa henti? Dengarkan aku, jangan pergi ke manapun malam ini."
Mata Lyodra semakin membulat sempurna. "Kuliah juga tidak boleh?"
Aiden mengangguk cepat, karena dia tidak mau mengambil resiko. "Tetap tinggal di rumah ini atau kau akan mendapat hukuman."
Mendengar kata hukuman, otak Lyodra langsung tersambung pada nominal uang. Jangan sampai pria satu ini memotong gajinya dengan semena-mena. "Tidak, tidak! Saya akan mematuhi perintah anda. Malam ini saya akan tetap berada di rumah."
Sudut bibir Aiden langsung terangkat.
"Baguslah ... aku tahu kamu pasti akan memikirkan cara untuk menggodaku lagi saat aku tidak ada. Silahkan ... pikirkan saja semaumu!" ujar Aiden dengan tingkat kepercayaan dirinya yang begitu tinggi.
Sebelum Lyodra menyangkal ucapan Aiden, pria itu lebih dulu mengecup bibir Lyodra sekilas.
"Itu contohnya!"
Lyodra menganga dengan tangan yang terkepal kuat. Ingin sekali dia menggeplak kepala Aiden, karena pria itu selalu semena-mena, tetapi sayangnya dia tidak memiliki keberanian sebesar itu.
Dasar pria kaku dan mesyum! Jerit Lyodra dalam hatinya, sementara Aiden berbalik dengan senyum kecil yang menghiasi bibirnya, merasa lucu dengan umpatan gadis itu.
__ADS_1