
Aiden dan Lyodra sudah melewati hari-hari bersama. Dan selama itu Aiden benar-benar menjadi manusia seutuhnya, dia tidak lagi menghindari sinar matahari, dia tidak lagi takut terhadap aroma bawang putih, dan yang utama Aiden sudah tidak meminum darah.
Bahkan kini dia telah menitipkan benih di rahim Lyodra. Karena beberapa bulan yang lalu, Lyodra dinyatakan hamil. Tak hanya bersyukur, tetapi Aiden juga sangat senang, karena dia bisa membuahi istrinya.
Dia berharap anaknya bisa lahir dengan normal, tidak seperti dirinya saat di dalam kandungan Airish. Karena dia hanya membutuhkan waktu satu bulan untuk lahir ke dunia.
Dan semua itu dibuktikan secara nyata oleh Lyodra, sebab kandungan wanita itu sudah memasuki usia sembilan bulan.
"Apa kau tidak bosan, Ai? Terus-menerus melakukan ini padaku?" tanya Lyodra diiringi desaah, karena kini Aiden tengah bergerak di atas tubuhnya.
"Harusnya aku yang bertanya, apa kau lupa dengan ucapan dokter? Kalau kita harus sering-sering melakukannya saat kandunganmu sudah besar, Sayang. Supaya dia memiliki jalan," jawab Aiden, tanpa menghentikan hentakannya yang lembut dan juga memabukkan.
Lyodra tak menjawab, karena dia hanya bisa mencengkram kuat kedua lengan Aiden. Sebentar lagi pelepasan akan menghampirinya.
"Argh, Aiden! Kau sungguh membuatku kewalahan, aku tidak tahu ternyata mantan seorang vampir memiliki kekuatan yang begitu luar biasa," cerocos Lyodra dengan nafas yang terengah-engah.
Dia merasakan saat titik denyutnya disentuh oleh milik Aiden, hingga menciptakan kedutan yang begitu terasa.
Mendengar itu, tentu Aiden hanya bisa terkekeh. Dia menekan pusat tubuhnya, hingga cairan hangat itu keluar tanpa sisa.
Karena tak mau membuat sang istri kelelahan, dia pun menyudahi permainan, padahal dia masih ingin.
"Kalau begitu kita beristirahat, aku akan memberimu waktu untuk mengumpulkan tenaga," ujar Aiden, lalu mengecup puncak kepala Lyodra.
__ADS_1
Malam itu Lyodra tidur dengan memunggungi suaminya, karena ini adalah posisi paling nyaman selama dia hamil besar. Sementara Aiden tak membuang kesempatan, karena dia senantiasa memeluk Lyodra dari belakang.
Hingga saat menjelang pagi, tepatnya pukul 3 dini hari. Lyodra mulai merasa mulas, karena kehamilannya sudah mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL).
"Ai, perutku tidak nyaman," adu Lyodra sambil membangunkan suaminya. Sementara Aiden yang masih mengantuk, tak terlalu mendengar suara Lyodra.
"Sayang, bangunlah ... anakmu benar-benar menyiksaku!"
Lyodra memukul-mukul lengan Aiden dengan keras. Hingga membuat pria tampan itu akhirnya mengerjap.
"Ada apa, Lyo? Di luar masih gelap," tanya pria itu dengan gumaman yang tidak terlalu jelas.
"Anakmu mau keluar, cepat bangun!" ketus Lyodra, karena rasa sakit semakin menghujam perutnya.
"Kau tidak bercanda?"
"Untuk apa menjadikan semua ini bahan candaan, hah? Tidak guna! Cepat bawa aku ke rumah sakit, anakmu sudah menggeliat keras di dalam perutku, Ai."
Sontak saja Aiden langsung turun dari ranjang dengan tubuh polosnya. Ini adalah momen yang membuat jantungnya berdebar dengan keras, karena dia tidak pernah menyangka, hari ini akan tiba.
Di pagi buta, Aiden membawa Lyodra ke rumah sakit. Bahkan memesan kamar paling mewah, karena calon anak mereka menolak kamar biasa.
"Haish, belum lahir saja dia sudah meniru sifat ibu dan Kakeknya!" gerutu Aiden, tetapi dia hanya bisa menggerutu di belakang Lyodra.
__ADS_1
Hingga pada pukul 10 pagi, akhirnya lahirlah seorang bayi perempuan yang sangat cantik dengan nama Aurora Aileen Hadev.
Dia lahir dengan normal, karena setelah melihat indahnya dunia, bayi mungil itu langsung meminta susu pada ibunya, bukan darah.
Dan hal tersebut membuat Aiden merasa lega, sebab semua itu menjadi bukti nyata, kalau dia telah menjadi manusia seutuhnya. Suami dari Lyodra dan ayah dari Baby Aurora.
Setelah dipindah ke ruang perawatan, semua keluarga lantas menjenguk Lyodra dan bayinya.
Kaisar dan Airish sangat takjub, karena ternyata anak yang dihasilkan oleh pernikahan Aiden dan Lyodra, tidak memiliki darah vampir sedikitpun.
"Aku sangat mencintai kalian, Sayang," ungkap Aiden sambil mengecup kepala Lyodra di depan semua orang.
"Aku dan Aurora juga mencintaimu, Aiden. Teruslah berada di samping kami, apapun yang terjadi," balas Lyodra dengan sungguh-sungguh.
Setelah kelahiran Baby Aurora, kehidupan mereka tak lantas berhenti begitu saja. Masih banyak kisah yang harus mereka lewati bersama, sebagai dua sosok manusia yang sedang berusaha membesarkan anak mereka.
...TAMAT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih semuanya, atas dukungan kalian, akhirnya kita sampai di penghujung cerita.
Jangan lupa mampir ke cerita yang lainnya yah 🤗🤗🤗
__ADS_1
Salam anu👑