Maid Of Vampire

Maid Of Vampire
Bab 38. Kita Berbeda


__ADS_3

Katakan saja bahwa Lyodra sudah gila, karena dia tidak takut sedikitpun saat dia sudah mengetahui identitas Aiden yang sebenarnya. Dia membiarkan vampir tampan itu semakin masuk ke dalam hatinya, dan tak mengizinkannya pergi walau hanya sekejap.


Lyodra semakin mengeratkan pelukannya pada leher Aiden, sementara lidah pria itu terus melesak masuk. Mereka saling membelit, hingga menciptakan decakan nikmat.


Sementara Jayden menganga, dan berakhir tak sadarkan diri. Karena tebakannya selama ini benar, Aiden adalah seorang vampir.


Setelah puas mencium bibir Lyodra, Aiden menarik diri, lalu mengusap jejak basah miliknya. Dia pikir, Lyodra akan pergi dan membencinya, tetapi ternyata semua tebakan dia salah.


Ya, sungguh dia adalah vampir yang beruntung, karena dicintai oleh manusia pemberani seperti Lyodra.


"Ayo pulang, aku akan ikut bersamamu," ucap Lyodra yang membuat Aiden tersenyum tipis. Dia tidak menyangka, gadis satu ini bisa membuatnya jatuh cinta, dengan sejatuh-jatuhnya.


Aiden menatap kedua bola mata Lyodra dengan intens. "Kau benar-benar tidak takut padaku, Lyo?"


Aiden masih merasa cemas, takut jika tiba-tiba Lyodra pergi dari hidupnya. Namun, sekali lagi Lyodra ingin membuktikan bahwa apa yang dia ucapkan adalah benar, dia akan terus menemani Aiden untuk seumur hidupnya.


Terdengar sebuah helaan nafas panjang keluar dari hidung Lyodra. Tangannya yang hangat menyentuh pipi Aiden. "Untuk apa takut padamu? Bukankah selama ini kau tidak mengizinkan siapapun untuk menyentuhku, walaupun hanya seujung kuku? Kau menjagaku dengan sangat baik, Tuan Aiden. Jadi, tidak ada alasan untuk takut ataupun pergi dari sisimu."


"Tapi aku seorang vampir, Lyo. Kita berbeda."

__ADS_1


Sorot mata Aiden kembali sendu, dan Lyodra langsung memberikan usapan lembut pada wajah pucat itu.


"Kita memang dua jenis makhluk yang berbeda. Tapi kau tampan dan punya banyak uang, jadi aku tidak akan melepaskanmu begitu saja!" balas Lyodra, tak ingin menanggapinya dengan terlalu serius. Dia tidak peduli Aiden makhluk yang seperti apa, yang jelas dia mencintai pria itu.


Kedua sudut bibir Aiden langsung melengkung mendengar pernyataan yang keluar dari mulut kekasihnya. Di saat seperti ini, Lyodra malah mengajak dia bercanda.


"Kalau begitu, aku akan mengikatmu dengan kuat, agar kau tidak bisa lari ke mana-mana," ujar Aiden yang membuat Lyodra terkekeh.


Gadis cantik itu meraih tangan Aiden untuk dia genggam dengan erat. "Lakukan apapun yang ingin kau lakukan. Aku akan menerimanya dengan senang hati!"


Lyodra mengedipkan sebelah matanya sebelum akhirnya mereka melangkah bersama. Dia ingin menciptakan momen manis, di mana mereka saling tersenyum penuh cinta.


Astaga, dia baru ingat jika ada sang sahabat yang mengikuti langkahnya.


"Ai, itu Jayden!" cetus Lyodra seraya menatap tubuh kotor itu dengan terperangah. Dia melepaskan genggaman tangannya dengan Aiden, lalu berlari ke arah pemuda yang sedari tadi sudah tak sadarkan diri.


"Jay, apa kau baik-baik saja?" tanya Lyodra seraya mendudukkan dirinya di tanah, dia memeriksa detak jantung Jayden, dan ternyata masih ada.


"Syukurlah, ternyata kau masih hidup," gumam Lyodra dengan helaan nafas lega.

__ADS_1


"Dia mengikuti sampai ke sini?" tanya Aiden, sejujurnya dia tak suka jika Lyodra terlalu dekat dengan pria lain. Namun, dia juga tak bisa melarangnya.


"Iya, dia mengikutiku saat aku mencarimu. Ini semua gara-gara kau, Ai. Andai kau tidak kabur mungkin Jayden tidak akan seperti ini. Sekarang kau harus bertanggung jawab, gendong dia!" ujar Lyodra dengan suara yang terdengar ketus, membuat Aiden menganga.


"Kenapa malah menyalahkan aku. Bahkan kau terlihat lebih cemas padanya ... cih, tidak adil. Aku cemburu!" balas Aiden tak kalah ketus. Ingin membuat Lyodra merasa bersalah.


Mendengar itu, Lyodra langsung berdiri dan meraih lengan Aiden untuk dipeluk. "Dia kan sahabatku, Sayang. Hanya kau pria yang aku cintai. Maafkan aku ...."


Aiden melirik malas, sementara Lyodra terus melayangkan jurus agar Aiden luluh padanya. "Bantu aku gendong dia yah. Kita harus membawanya ke rumah sakit."


Namun, Aiden tetap bergeming, hingga membuat Lyodra memberenggut kesal. Dia melepas pelukannya pada lengan Aiden sambil berkata. "Kalau begitu biar aku yang menggendong Jayden! Kau pulang sendiri sana."


Lyodra kembali menghampiri sahabatnya, tetapi sebelum itu, Aiden menahan tubuh kekasihnya. "Aku akan melakukannya untukmu."


Mendengar itu, senyum Lyodra langsung mengembang seketika. Dia membantu sang kekasih untuk menaikkan tubuh Jayden ke atas punggung, lalu setelah itu mereka berjalan bersama, menyusuri tempat gelap itu dengan saling melempar tawa.


Tak henti-hentinya Lyodra mengajak Aiden bercanda, membuat perasaan pria itu semakin menghangat.


"Hari ini aku berhasil mempertahankanmu, tapi aku tidak tahu dengan esok," gumam Aiden, tiba-tiba teringat dengan David — ayah Lyodra.

__ADS_1


__ADS_2