MANTAN JADI MANTEN

MANTAN JADI MANTEN
Kemarahan Barra!


__ADS_3

5 Tahun telah berlalu


Di sebuah spot olahraga ternama milik keluarga Aditama.


Barra dan Kedua sahabatnya sedang meregangkan otot-otot .


Setelah beberapa saat, Barra mengambil handuk kecil miliknya, mengusapkan ke wajah dan juga leher.


Lalu membuka sebuah minuman ion dan meminumnya.


" Gue cabut, lo pada terusin Gymnya, Gue ada urusan di kantor sebentar lagi" ujar Barra.


Antoni dan Josuah pun menoleh.


" Oke... Hati-hati bro, jadi bos jangan galak galak ya " ujar Antoni terkekeh


Barra pun menyunggingkan senyumnya. Mereka tau sebagai atasan, sifat Barra yang begitu Arrogan dan teliti, membuat dirinya sangat di takuti para bawahan di perusahaannya.


Setelah beberapa saat.


Barra telah tiba di kantor keluarga Aditama.


Sebelum itu, Barra sempat mampir ke apartemen terlebih dahulu, untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian dengan pakaian kerjanya.


Tiba di dalam perusahaan, semua mata menuju ke arah sang pimpinan besar mereka. Dengan beberapa pengawal yang menggunakan setelan jas hitam, menyambut kedatangan Pemimpin Perusahaan baru dari Aditama Groub, mereka lalu mengikuti tiap derap langkah kaki dari seorang Putra Tunggal Aditama terdebut.

__ADS_1


Pesona sang pemimpin pun, melelehkan semua mata yang melihatnya, tubuh yang kekar, dan sangat tegas, serta tatapan mata yang begitu tajam. Membuat Barra sangat di puja dan di kagumi ketampanannya oleh setiap orang, terutama kaum hawa.


Setelah menggantikn Papa Bagaskara beberapa tahun, di bawah kepemimpinanya, Perusahaan Aditama. Groub melesat sangat cepat dan hampir menyamai pasar saham dunia.


Sebagai pebisnis, Barra sangat ambisius dan cekatan. Tatapannya yang tajam dan dingin, membuat siapa saja tunduk dan takut untuk berhadapan dengannya.


" Plakkk... " Sebuah tamparan hangat map melayang. Semua kertas berhamburan.


" Laporan Sampah!! Apa kalian pikir perusahaan ini menggaji kalian hanya untuk bekerja seperti ini!! " teriak Barra sangat marah


" Ma-maafkan kami Tuan" ujar 5 karyawan tersebut.


" Kalian semua tidak becus, Keluar dan ambil gaji kalian!! Kalian semua saya pecat... " ucap Barra begitu emosi, dengan tatapan mata marahnya yang begitu sangat tajam. Membuat 5 karyawan tersebut bungkam, dan pergi berlalu.


" Ba-bagaimana ini.. Apa nasib kita akan berakhir seperti ini? Kita sudah lama bekerja di Aditama. Groub. Apa yang sudah kita lakukan, bahkan kesalahan kecil sangat patal bagi pimpinan kita " ujar Karyawan tersebut nelangsa.


Di dalam Ruangan, Barra terlihat meremas sebuah kertas.


" Dasar tidak berguna. " gumam Barra begitu kesal, mood. nya saat ini sedang tidak baik.


Barra pun mengambil jasnya kembali, dan keluar dari pintu ruangannya.


Sebelum itu Barra sudah menelpon sekertarisnya Gunawan untuk menemui klien penting dari Perusahaan Luar.


" Semua sudah siap pak " ujar Gunawan seraya menundukan kepalanya.

__ADS_1


" Hm.. " Barra pun berlalu, dengan beberapa orang mengikuti dirinya dari arah belakang.


Semua staff karyawan dan petugas lainnya pun, menunduk penuh hormat.


Di depan Pintu perusahaan,


Sebuah mobil Spot hitam terbuka. Para pengawal mempersilahkan pimpinan mereka untuk masuk, Barra pun masuk dan bergegas meninggalkan perusahaan.


Bunyi ponsel miliknya pun berdering,


Sebuah nama Fellice tertera di sana.


Barra mengangkat ponselnya tersebut.


" Kau dimana? " ujar Barra terhadap seorang perempuan di seberang sana.


" hm baiklah.. setelah selesai rapat nanti, aku akan menjemputmu " Barra pun lalu mematikan ponselnya,


Di Sebuah Cafe ternama.


Barra bergegas menemui kliennya yang sudah menunggu dari luar Negeri.


#


"

__ADS_1


__ADS_2