MANTAN JADI MANTEN

MANTAN JADI MANTEN
Sahabat


__ADS_3

Di Appartement,


Hari ini adalah hari dimana dirinya sedang tidak bekerja.


Sebagai karyawan magang, tentu saja jadwal kerjanya hanya terbatas dan terbagi 3 hari dalam seminggu.


Senin, selasa, dan juga jum'at.


Selain di hari itu, dimana dirinya mulai aktif kembali berkutat dengan perkuliahan onlinenya.


Setelah beberapa saat mengerjakan pekerjaan mata kuliahnya, Annaya ingin merefreeshing otaknya.


Rasanya seperti pening sekali tiada henti di hadapkan dengan komputer seharian.


Ia pun meregangkan otot-ototnya, sembari meraih jus mangga yang ada di sudut meja kerjanya.


Matanya tak sengaja melirik ke arah jam dinding yang terpajang


Pukul menunjuk kan jam 16:05 Wib.


Perlahan Annaya mematikan layar komputer yang berisikan walpapper dirinya dan kedua orang tuanya , sebelum itu Annaya sekilas memberi kecuppan hangat kepada gambar yang sedang terpajang di sana.


Wajahnya tersenyum senang memandangi foto kedua orang tuanya itu.


Sebelum akhirnya komputer terswbut pun mati dengan sempurna.


Tiba-tiba Suara dering hanphone miliknya berbunyi , Annaya tersenyum sekilas memandangi nama pemanggil yang tertera di sana.

__ADS_1


" Iya... ok sebentar lagi on the way kok " Jawabnya santai.


"....."


" hmm.... Bawel banget sih. Oke aku tutup dulu"


Segera Annaya bergegas menuju kamarnya, untuk mengganti pakaian.


Setelah beberapa menit, ia pun telah selesai bersiap .


(Deskripsi pakaiannya seperti contoh di gambar ya :) )



Cafe and Resto ternama di jakarta.


Annaya memasuki cafe terdebut, matanya mencari keberadaan seseorang yang telah lama menungdu dirinya.


Iya, Dia Nadin, sahabatnya sendiri.


Tentang bagaimana Nadin mengenali sosok Annaya sekarang, tentu mereka bersua telah bertukar kabar melalui media sosial.


" Eh.. Sorry-sorry" Sapa sopan Nadin sambil tersenyum kikuk sembari menangkupkan kedua tangannya meminta maaf terhadap pengunjung lain yang telah ia kagetkan.


Annaya hanya menggelengkan kepalanya saja ketika melihat sahabatnya itu dari kejauhan.


" Dasar anak ini, masih sama saja seperti dulu" gumam Annaya tersenyum sendiri dalam hati.

__ADS_1


" Ya ampun Aya, lo makin cantik aja. Gue pangling banget lihat lo sekarang. Gue kangen banget tau" Nadin sangat merindukan sahabtnya yang satu ini pasalnya hampir. bertahun-tahun mereka tidak bertwmu.


" Meski lo ngirimim Gue foto ratusan bahkan bejibun ke hp gue sekalipun, tetap aja gue rindu..." Mewek Nadin dengan mata berkaca-kaca


" Udah-udah, malu ih....Gue juga rindu banget din tapi gk usah lebay deh. Pake mewek lagi, duh...lihat tu mereka natap kita aneh kali " ujar Annaya merasa malu karena mereka menjadi sorotan mata tiap pengunjung.


Sekali lagi, Nadin bertingkah aneh,


dan meminta maaf dengan sangat lucu.


Annaya hanya pasrah dan menghela nafas, seutas senyum tersirat di wajahnya.


Mereka berdua berbincang-bincang sembari melepas kerinduan dan membahas masalah sekolah mereka dulu,


Sebetulnya Annaya sangat merindukan sahabatnya yang satu ini.


Nadin menceritakan semuanya saat kepergiaan Annaya yang membuat warna hidupnya pudar tanpa seorang sahabat yang sangat baik dan pintar, apalah daya otak Nadin yang selalu bergantung kepada Annaya saat ia mengalami masa sulit menjawab soal.


" Jadi ceritanya kamu jadi bodoh ?"


Ha ha ha


Annaya tergelak sendiri menertawai sahabanya yang satu ini


" Nggk gitu juga kali ay, enak aja ! Untuk apa ada internet dong, aku kan diam-diam searching mbah google tau. " sungut Nadin kesal.


" Iya iya "

__ADS_1


" Ay, lo tau nggak Barra nyariin lo selama ini "


# Jangan Lupa, Like, Coment, and Vote


__ADS_2