
Ruang Interview
" Siapa Namamu? " tanya salah satu Staff penerimaan di bagian Perusahaan tersebut, Margareth namanya.
"Saya, Annaya Pandey " ucapnya percaya diri...
" Oh,," Margareth mengangguk-anggukan kepalanya, saat melihat Cv dari Annaya.
" Hm, Kau Mahasiswi Desainer dari Universitas Jerman bukan? " Mata Margareth menatap Gween.
" Iya " ujar Annaya membalas tatapan tersebut.
" Oke, Mulai sekarang kau bisa langsung berkerja . Ikut aku, Aku akan mengantarmu " Margareth Membawa Annaya di sebuah Ruangan. Ruangan para Karyawan berada.
Setelah itu, sebuah tepuk tangan dari Margareth, mengalihkan Fokus semua orang.
Para karyawan menatap keberadaan Annaya.
" Siapa dia? " tanya Sisi
" Entahlah, mungkin saja dia anak magang " jawab Debby
" Hay guys, Hari ini kita Akan menambah personil baru di Grub kita. Ini Annaya, Mulai sekarang, iya akan magang di Perusahaan Aditama.Groub, dan akan menjadi bagian dari kita" Margaret menjelaskan dan memperkenalkan sosok Annaya.... Semua orang menatap Annaya, ada yang tersenyum,dan ada juga yang menatapnya dengan pandangan tak suka.
" Halo, Mohon bimbingannya " Ujar Annaya sopan.
Setelah itu, Margareth menunjukan sebuah Kursi dan meja Kerja di dalam sebuah Ruangan kaca, berbentuk persegi.
" Ini tempatmu... Good Luck " Ujar Margareth sembari menepuk pundak Annaya.
Annaya pun mengangguk.
Margareth pun berlalu meninggalkan keberadaan Annaya dan para Karyawan lain.
Tok.. tok..
" Masuk... " ujar Annaya menatap seseorang yang memasuki pintu kerjanya.
__ADS_1
" Hei anak magang, Kenalin Aku Gita... Karyawan tetap disini... " Annaya pun hendak mengulurkan tangannya, untuk menjawab Gita " Kau tak perlu memperkenalkan namam, karena aku sudah tau,, dan oh yah, jika kau butuh bantuan panggil saja aku " Sapa Gita memperkenalkan dirinya. Dengan gaya yang sedikit kelihtan galak.
" Oh.. o-ke.. " Ujar Gween merasa kalau Gita ini orang yang apa adanya. Galak? Tapi sepertinya dia orang yang baik.
Begitjlah persepsi Annaya dalam menilai seseorang.
Gita menarik Kursi yang ada di hadapan Annnaya.
" Oh ya... dan kau harus perlu ingat ini! Kalau perlu di catat baik-baik. Sini kemarilah... " Gita menarik tangan Annaya, ia pun menunjukan sesuatu " Kau lihat kedua orang itu... Mereka adalah Sisi dan di Sebelahny adalah Debby, jangan terlalu dekat mereka berdua, "
Annaya mengerutkan keningnya.. " Kenapa? " " Kau ini anak baru.. Nanti kau akan tau sendiri seperti apa mereka, aku hanya mempringatimu saja " ucap Gita santai.
" Oh.. oke" Ujar Annaya mendengarkan.
" Aku duduk di ruangan kaca sebelah... ! Kalo perlu apa-apa panggil aja " Gita pun berlalu dan masuk ke dalam ruangannya.
Kring... kring..
Tiba-tiba saja telpon di meja merjanya berbunyi.
" Ini saya margareth, Annaya kamu tolong buatkan dulu satu cangkir kopi, sebab OB kantor sedang tidak masuk hari ini dan saya minta tolong sebentar sama kamu. Setelah itu, kopinya letakakn saja di ruangan Ceo yang ada di lantai atas paling kanan ujung ya , dan ingat jangan terlalu manis, karena atasan kita gak suka yang manis-manis" jelas Margareth di sambungan telpon.
" Baik Bu... " Telepon pun di tutup. Dengan segera ia menuju pantry yang ada di kantor, sebelum itu ia sempat bertanya dengan Gita letak Pantry nya
Dengan cekatan, Annaya meracik kopinya sesuai permintaan.
Setelah itu, ia pun bergegas menuju ruangan yang telah di sebutkan.
Saat tiba di depan pintu, Annaya mencoba mengetuk pintu tersebut, namun tak ada jawaban.
Dengan memberanikan diri, akhirnya iya masuk membawa nampan kopi yang telah ia buat.
Di dalam ruangan, Annaya sedikit memperhatikan seluruh isi di sana, ia mencari pemilik ruangan tersebut, namun tak menemukan siapapun.
" Hmm Sebaiknya ku letakkan saja disini" Saat hendak berbalik, terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi di dalam ruangan tersebut.
Annaya menoleh sekilas,
__ADS_1
" Mungkin saja beliau sedang di dalam sana, sebaiknya aku keluar saja"
Pada saat pintu ruangan resmi tertutup, sosok laki-laki tampan keluar dari dalam sana.
Iya adalah Barra Aditama.
Entah kenapa perutnya sangat tak enak hari ini.
Dengan perlahan Barra bejalan menghampiri meja kerjanya, di lihatnya secangkir kopi yang terletak di atas mejanya.
Dengan segera Barra langsung meminumnya.
Tiba-tiba saja, Bara mengernyit
"Kenapa rasa kopinya berbeda? " gumamnya, dan sekali lagi ia kembali menyesap kopi tersebut, " hm lumayan" ujarnya sembari memuji secangkir kopi yang telah iya minum
Bara menelpon kembali Margareth dan menanyakan soal kopi yang di buat hari ini.
Awalnya margareth sangat terkejut, ia takut terjadi apa-apa.
Tapi di luar dugaannya, ternyata Kopi yang di buat Annnaya di sukai oleh atasannya itu.
" iya baik pak... " Ujar Margareth di seberang sana.
Saat jam istirahat tiba. Margareth menghampiri Annaya.
" Annaya kemari sebentar "
" Ada apa Bu? " jawab Annaya sopan.
" Tadi atasan kita memberitahuku, beliau sangat suka kopi buatanmu. Jadi besok-besok gak papa kan kalo kamu yang gantiin OB yang lagi cuti bikinin kopi ? Kamu tenang saja, atasan bakalan kasih kamu bonus kok " ujar Margareth sembari menatap Annaya
" Oh, baik bu " Annaya mengangguk mengerti
" Dan oh ya satu lagi, panggil Mbak aja, kayak tua banget deh di panggil Ibu-ibu " ujar Margareth mengerucut dan Annaya sedikit terkekeh. " Ok mbak, sorry "
" Nah gitukan enak, gak canggung juga kalo kita sering ketemu lagi pula umurku gak tua tua amat " Margareth pun tersenyum dan segera berlalu.
__ADS_1