MANTAN JADI MANTEN

MANTAN JADI MANTEN
Cantik dan juga Manis !


__ADS_3

" duduk sini aja yuk, dekat kipas. gue gerah tau gak !" ucap Nadin sambil mengibas ngibaskan rambutnya


" kamu tu ya, , " ujar Annaya tersenyum simpul


" Bar, Aya tu...!" senggol Josuah


Barra hanya melihatnya sekilas, dan mengaduk makanannya kembali.


Annaya tau, di sana ada Barra, dia berusaha bersikap biasa saja, dan mengabaikannya


" Bar, lo udah cerita belum yang sebenarnya sama Aya ?" sahut Antoni pelan


" Belum sempat " jawab Barra datar


" iya bro, lo harus cerita yang sebenarnya ! jangan sampai Aya salah pahamnya makin gede sama lo " Ujar Josuah ikut merasa prihatin dengan sahabatnya itu


" Andai bisa, 2 minggu gue benar benar mati langka. !" jawab Barra lesu


Tiba tiba saja Bianca dan teman temannya ke kantin, gak sengaja dia melihat ada Annaya dan juga Barra di meja yang berbeda.


Ada seringai licik di wajahnya,


" Barra sayang, kamu disini ?" ucap Bianca sengaja menekan kata sayang di setiap kata katanya


Barra yang begitu kaget langsung menoleh,


dan matanya langsung beralih ke arah Annaya


Annaya yang merasa di perhatikanpun, acuh.


ia sungguh tak peduli urusan pribadi orang lain.


Baginya , Barra bukanlah siapa siapanya lagi dalam hidupnya !


" Kita pergi yuk Nad, gue jengah disini !"


" Dikit lagi Ay, makan gue belum habis !" jawab Nadin, dan buru buru menelan makanannya.


" Ya udah deh, gue duluan !" Annaya pun berjalan meninggalkan Nadin yang masih menelan makanannya


" Eh... Ay, tunggu gue !" sambil menyeruput minumannya, ia pun menyusul Annaya yang sudah berlalu


Bianca yang melihatnya pun , sangat senang. dan berhasil memperburuk hubungan Barra dan Annaya.


" Lo ngapain kesini ?" Sungut Antoni, yang tidak suka


Barra yang merasa Annaya semakin kesal dengannya, iapun memutar pandangannya kembali ke arah Bianca.

__ADS_1


" Kau mau apa kesini ?" ujar Barra dengan tatapan Tajamnya


" Aku mau ikut gabung makan sama kamu sayang, " Biancapun langsung duduk di samping tempat duduknya Barra,


" Sepertinya selera makan gue hilang, !" ujar Barra langsung berdiri dari tempat duduknya


" lo mau muntah bro ?" tanya Josuah sengaja


" iya,!"


" Maksud lo apa Bar ?" tanya Bianca merasa tersinggung


" emang gue pernah nyebut nama seseorang ?" tanyya Barra dingin


" Gak bro, mungkin hawa disini kurang baik untuk kesehatan . cabutt yuk , !" jawab Antoni tau kemana arah pembicaraan mereka


" hmm. Lebih cepat lebih baik " Mereka ber 3 pun berlalu meninggalkan Bianca dan temannya di sana.


Brakkk


Bianca merasa geram melihatnya, ia pun menggebrak meja yang ada di depannya


" Brengsekkk !" Gumam Bianca dalam hati, sambil mengepalkan tangannya


" Gue gak bakal tinggal diam, lo bakal jadi milik gue seutuhnya !" ucap Bianca dengan menahan kesal ,ia malu di depan temann temannya kini yang sedang berbisik bisik sesuatu.


" Muka lo kenapa masam gitu Ay ?" tanya Nadin


" Tapi bener lo Ay, kayak ada sesuatu gitu ?" tanya Nadin penasaran


Annaya yang merasa jiwa kepo Nadin mulai meronta,


ia pun bergegas masuk ke dalam kelas.


BRUGHH...


" aw... tangan gue !" Annaya meringis kesakitan menahan sakit di tangannya


" Aya lo gak papa ?" tanya Nadin khawatir


" Sorry, gue gak sengaja, Apa sakit ?" Tanya seseorang


" iya sakit lah, masa nggak !" sungut Nadin nimbrunk ikut kesal, dan menoleh ke arah suara,


Sontak saja mata Nadin terkejut. Pasalnya


orang yang baru ia bentak sangat tampan sekali. Bertubuh tinggi, Tegab, putih, hidung mancung , dan mempesona.

__ADS_1


Membuat mata dan hatinya meleleh...


" Sekali lagi, gue minta maaf ! jujur gue gak sengaja !" ucap tulus orang itu


" hm. lain kali hati hati " Annaya pun berlalu hendak meninggalkan orang itu, dan menyadarkan Nadin dari lamunannya.


" So..sorry Ay hehe , habis dia tampan sih !" jawab Nadin cengengesan


" kamu tu yah..." Annaya menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah laku sahabtnya itu


" hei tunggu.. !" teriak orang itu


" Rey Albert, nama kamu siapa !" ucap Rey mengulurkan tangannya sambil belari kecil


" Annaya Pandey, panggil saja Aya " ucap Annaya membalas uluran tangan Rey


" Sepertinya lo itu bukan murid dari sekolah sini deh !" ujar Nadin ikut nimbrunk lagi


" Iya, kebetulan aku di undang untuk hadir rapat antar Ketua Osis disini, karena besok akan di mulai lomba Ekstrakulikuler antar sekolah, jadi aku datang ke sekolah kalian untuk antar profosal !" jelas Rey ramah


" oohh...!" jawab Nadin manggut manggut.


Eh


" Ketua Osis ? Beneran Ketua Osis kan yah ?" tanya Nadin Heboh, sementara Annaya hanya diam saja.


"iya.." jawab Rey tersenyum ramah


" ohh ya ampun Aya, udah ganteng, Ketua Osis pula. Kereenn !" teriak Nadin terkagum kagum, sementara Annaya merasa malu atas tingkah sahabatnya itu, gemas sekali rasanya .


" Sorry Rey, teman gue emang agak gitu orangnya, kita duluan ya !" ujar Annaya merasa malu, dan menarik lengan Nadin supaya tingkat lebaynya tidak menjadi jadi


" oh....o..ke !" jawab Rey terputus saat melihat Annaya pergi berlalu dari hadapannya


" hm cantik, dan juga manis !" gumam Rey pelan, dan tersenyum, memandangi kepergian Annaya


Barra yang saat itu melihat dari kejauhan, mengepal kan tangannya tidak suka !


..


.


#


Buat kalian yang suka dengan ceritanya, Author ingin kalian VOTE novel author , Supaya Karya Author masuk Ranking Mingguan sebagai karya baru .!


Sebelumnya Author ucapkan Terimakasih yang sebanyak banyaknya buat kalian yang udah kasih supportnya untuk Author, semoga kalian tetap di beri kesehatan selalu ya. Salam hangat dari Author...!

__ADS_1


love u all...


____________________________________________


__ADS_2