
Seminggu telah berlalu.
Sampai sekarang, Barra kini tak mendapatkan informasi, tentang keberadaan wanita yang sangat di cintainya itu. Sosok Annaya kini seperti hilang entah kemana.
Sayang sekali bagi Barra, ia tak mengetahui keberadaan tempat tinggalnya.
Karena, selama ia berpacaran , Annaya tak pernah menceritakan tentang latar belakang keluarganya itu siapa. ia seperti sangat menutup rapat rapat informasi tentang siapa dirinya.
Yang Barra tau, Annaya adalah seorang gadis sederhana yang menarik, dan dia sangat pintar , serta ramah terhadap semua orang. Bahkan Barra sering cemburu, karena Annaya sendiri juga banyak yang menyukai.
Di Appartement Barra.
Antoni dan Josuah juga saat ini sedang berada di sana.
Mereka sibuk dengan kegiatannya masing masing.
" Bosan ni bro, , " celetuk Josuah
" Sama gue juga bosan. Oh ya, gimana kalo kita pergi ke club om gue aja, sesekali refreshing bro.." ujar Antoni semangat 45
" Wuiidiiihh,,, mantep , gue setuju. " ujar Josuah bersemangat.
" Bar, dari pada lo gini gini terus, mending ikut kita deh, lo kayaknya butuh refreshing , let's go..!" Merekapun berangkat, dan Barra saat ini di rangkul paksa oleh mereka berdua.
Mungkin, memang sepertinya saat ini Barra butuh refreshing.
Tiba lah mereka di Club malam ternama di kawasan kota tersebut.
Mereka memasuki kawasan club, suara dentuman musik kini terdengar dan memekakkan telinga, dengan gaya selengeannya, Antoni dan josuah, berjoget seiring hentakan musik .
Mereka berjalan menuju ke arah bartender.
"Pesan 2 botol bang, seperti biasa,," ujar Antoni, dan pegawai bartender tersebut sudah pasti sangat mengenal Antoni, karena ia keponakan dari pemilik cafe tersebut, dan sering datang berkunjung dengan om.nya itu. Om Andri namanya. Tapi sayang, omnya sekarang sedang berkerja.
" kita duduk disana bro " Antoni menunjuk sebuah tempat duduk VViV yang sering ia gunakan bersama om.nya.
Hentakan musik yang sangat keras, dan cahaya remang-remang. Membuat susana menjadi semakin menyenangkan.
__ADS_1
Antoni dan josuah mereka berjoget ria di lantai dansa, sambil berbaur dengan yang lainnya.
Sedangkan Barra ia hanya duduk menikmati minumannya saja.
" Hai, sendirian ?" tanya salah satu wanita penghibur di club tersebut.
Barra yang hanya fokus dengan minumannya, tak menggubris sapaan wanita itu.
Tangan wanita tetsebut menjalar mengerayangi tubuh Barra, dari belakang dan menelusuri dada bidangnya.
" Pergi...!!" sentak Barra merasa terusik, dan menepis tangan wanita tersebut dengan kasar.
Antoni yang melihat dari kejauhanpun mendekat,
" Ada apa Bro..!" tanya Antoni melihat Barra membuat keributan dan melirik wanita di sampingnya
" Cepat usir dia..." teriak Barra merasa geram
" Sorry, lo pergi aja deh dari sini, teman gue lagi gak mau di ganggu " ujar Antoni kepada wanita tersebut
Antoni melirik keadaan temannya itu, seketika matanya terbelalak, melihat 2 botol kosong di depannya kini
" Bar,, loh beneran abisin minum kita ? Gila loh, 2.botol lo minum semua, bahaya bar. Kalo lo mabok gimana ?"
Antoni mengusap wajahnya kasar, ia khawatir dengan temannya itu.
Tapi sayang, Barra tak memperdulikan perkataan yang Antoni ucapkan, saat ini ia sudah di bawah kendali Alkohol.
Sudah di pastikan kondisinya kini sudah sangat buruk, dan acak acakan..
Antoni pun menarik Josuah yang sedang asik bergoyang memeluk salah satu wanita di lantai Dansa.
" Apaan sih lo, ganggu gue lagi Asyik aja " ujar Josuah kesal.
" Pulang, Barra mabok.." ujar Antoni, dan bergerak menghampiri Barra, yang saat ini sudah ngeracau menyebut nyebut nama Annaya
" Lama lama beneran gila ni anak kalo kayak gini terus " Ujar Josuah sangat prihatin dengan keadaan temannya itu
__ADS_1
Di dalam mobil,
" Bar sebenarnya loh itu ada masalah apa sama Aya " ujar Antoni
Barra yang sempat mendengar nama Aya pun semakin frustasi.
ia enggan membuka mulutnya.
Waktupun berjalan, hari berganti hari.
Semakin hari kehidupan Barra semakin buruk, dan sangat mempengaruhi kualitas belajarnya. Ia sering pergi ke club sendiri, menghabiskan banyak minuman disana, tapi tidak untuk tidur ke sembarang wanita.
Antoni selallu mendapatkan telepon dari pegawai bartender di club tersebut, mengatakan bahwa temannya Barra sangat mabuk dia sedang membuat keributan. dan selalu saja seperti itu, Antoni pun menjemput temannya itu, dengan marah ia hampir memukul wajah Barra, karena ia merasa sakit melihat keadaan temannya menjadi seperti ini. tapi dia urungkan,
" Jo dimana ? Bantu gue, Barra mabok lagi " ujar Antoni melalui sambungan telpon
" Hah ? Serius loh ? oke gue kesana sekarang, gue lagi gak jauh dari club.!" Josuah pun bergegas menghampiri kedua temannya itu.
Dan setelah beberapa saat, mereka membawa Barra ke dalam Appartemennya .
Banyak sekali keluhan-keluhan yang dewan guru sampaikan, tentang kualitas belajar seorang Barra Aditama, anak pemilik yayasan, dalam hal pelajaran . dan juga Popularitas buruknya di luaran sana, yang sering datang ke club malam. Hingga berita tersebut, sampai, dan terdengar langsung ke telinga Tuan Bagaskara Aditama.
" Mau jadi apa anak itu..!" Geram papa Bagas, dan mengepalkan tangannya " Jika terus begini, Reputasi anak itu sebagai penerus Perusahaan nanti akan berpengaruh !"
Papa Bagas bergegas pulang kerumah utama dengan perasaan sangat marah. Dia menghampiri istrinya, dan menceritakan semuanya.
Mami ira pun menghela nafas beratnya.
" Baiklah pa, sepertinya memang kita harus turun tangan, besok mami akan jemput Barra kembali ke sini " ujara Mami ira lembut menenangkan suaminya itu
.
#
Jangan lupa tinggalkan jejaknya,
LIKE, COMENT. DAN VOTE YAH !
__ADS_1