
________
Setelah setengah jam melakukan kegiatan di tempat tersebut, Annaya pergi ke toilet.
Tanpa sengaja berpapasan dengan Barra.
Hal tersebut tak luput mengundang ke inginan Barra untuk menariknya.
" Lepaskan Bar, kau mau apa " berontak Annaya saat satu tangan kekar itu meraih pergelangan tangannya.
Barra hanya diam saja tak berbicara.
Ceklek
Pintu Toilet pun terbuka, keduanya masuk ke dalam.
Lalu Barra menguncinya..
" Kecilkan suaramu" bisik Barra di telinga Annaya.
Barra mengunci pergerakan Annaya dengan kedua tanganya.
Barra menatap lekat bola mata itu.
" Apa hubungan kalian ?" tanya Barra sedikit menekankan tubuhnya ke arah Annaya
Annaya merasa sedikit risih dan sesak.
" Apa yang kau lakukan. Hubungan Apa ?" Annaya sedikit berusaha menjauhkan jarak keduanya, dan tak mengerti dengan pertanyaan yang Barra ajukan.
Barra terdiam.
Dan menatap Annaya lekat.
Entah kenapa rasanya ia tak suka melihat kedekatan Annaya dengan orang lain.
__ADS_1
Walaupun itu temannya sendiri.
Rasanya ingin memancing dirinya untuk menarik Annaya ke dalam pelukannya kembali.
Setelah Barra tersadar.
Dan melepaskan kungkungan itu.
Ada rasa malu atas tindakannnya hari ini, Barra pun segera keluar dengan perasaan campur aduk atas apa yang telah ia perbuat.
Pintu tersebut pun dengan kesalnya tertutup sangat kencang, sehingga menimbulkan gebrakan yang sangat keras.
Barra tak peduli, ia malu sekali.
Annaya sangat kaget dan sedikit kebingungan atas tingkah Barra hari ini.
" Ada apa dengannya ?" ujar Annaya mengernyitkan keningnya. Dirinya bingung. dan sedikit tak percaya atas prilaku yang Barra tunjukan.
" Hubungan apa maksudnya ?
Cih.. Atas dasar apa dia menekanku. " Annaya pun membasuh mukanya sendiri di wastafel yang tersedia di dalam toilet tersebut.
Tanpa sengaja, mata keduanya tak sengaja bertemu .
Secepat mungkin Annaya mengalihkan pandangannya, dan bergegas mengambil tasnya yang tertinggal di ruang Fitness sebelah, khusus perempuan
Saat setelah tasnya di ambil, ia segera berpamitan pulang ke pada temannya yang lain , pada saat ini masih sedang melakukan kegiatan fitnessnya.
" Duluan yah...Bye "
Annaya melambaikan tangannya, dan melempar senyum ramah kepada mereka semua.
" Oke Ay... " Sahut mereka bersamaan.
Ia berjalan melewati ke lima orang yang saat ini sedang bercengkrama.
__ADS_1
Ke empat orang itu tak menyadari kepergian Annaya, dan Annaya tak berniat sama sekali untuk menyapa. Tentu saja, karena ada Barra di sana.
Tapi sayang, Barra melihat .
Entah ada magnet seperti apa yang menarik dirinya.
Barra bergegas pamit dan meninggalkkan ke empat orang itu secepatnya..
" Ada apa dengannya, seperti sedang terburu-buru saja" ujar Willy mengernyitkan keningnya dengan bingung.
" Biasa Ceo ," sahut Josuah.
" Kau pikir aku bukan Ceo " timpal Daniel menyela.
" Iya-iya, kau ini Ceo pengangguran.. Hahhaa" Semuanya tergelak menertawai Daniel.
Segera Daniel melempar tutup botol yang ada di hadapannya tepat masuk ke dalam mulut Josuah.
Josuah tersentak kaget, dan memuntahkan kembali tutup botol tersebut.
" Uhuk....Anj**rrr loh...Anak kampr**t " sentak Josuah meraih sebuah minuman untuk mensterilkan mulutnya.
" Makan tu tutup botol haha " kesal Daniel dan mereka semua pun kembali tergelak.
Sejujurnya Antohny melihat sosok Annaya yang keluar dari tempat ini, dan sudah dapat di pastikan olehnya , kemana Barra akan pergi.
" Haish sudahlah..." gumam Anthony dalam hati.
Di parkiran depan.
Barra meraih pergelangan tangan Annaya kembali.
" Hei.." sentak Annaya terkejut. Saat ia tau siapa pelakunya. Annaya terkejut.
" Barra... " lirihnya pelan.
__ADS_1
" Ikut denganku.."
# Jangan lupa. Like, komen, dan Vote.