MANTAN JADI MANTEN

MANTAN JADI MANTEN
Mendapat Teguran


__ADS_3

Barra yang melihat itu, hanya melontarkan pandangan dinginnya saja.


" Ma-maaf..." lirih Annaya pelan, sembari memungut satu persatu lembaran tersebut.


Gita yang melihat kecerobohan Annaya segera membantu.


" Kok bisa jatuh sih Nay...." bisik Gita tak habis pikir.


" A-aku.... " Matanya kini tak sengaja bertemu tatap dengan sosok Barra Aditama yang ada di hadapannya.


Tapi sayang, Barra tak peduli...


" Apa ini ? Jadi atasan Aditama.Groub itu ...Tidak mungkin..! " Seketika Annaya tersadar, jika Marga yang di miliki oleh Barra adalah, Aditama.


" Ke-kenapa tidak terpikirkan olehku sebelumnya" Annnaya sangat gugub , dan memasang wajah kecemasannya.


" Siapa Namamu ?" Tatap Barra seakan mengintimidasi.


Hah ?


Annaya terkejut, Apa maksudnya... Bukankah Barra tau siapa namanya.


"Annaya Pandey..." lirihnya pelan sembari menunduk.


Margareth yang takut akan terjadi sesuatu, ikut membela Annaya.


" Maaf pak, dia anak Magang dan baru di perusahaan ini " Sahut Margareth berusaha membela.


" Apa aku memintamu untuk menjelaskannya.." tatap Tajam Barra, dan berhasil membuat semua Karyawan menunduk ketakutan.

__ADS_1


" Ma-maaf pak..." Ujar Margareth menunduk.


Annaya yang sadar suasanannya menjadi sedikit berbeda, membuatnya sedikit tak enakpe hati kepada Karyawan yang lain.


" Maaf ini kesalahan saya pak. Saya yang ceroboh" ujar Annaya sedikit menunduk


" Peringatan untuk kalian semua, saya tidak ingin ada penghambat di rapat yang akan saya hadiri. Karena itu akan membuang dan menyianyiakan waktu berharga yang saya miliki, saya tidak ingin ini terulang, , teruntuk yang hanya bekerja sebagai pegawai magang disini, ikuti semua prosedur yang ada" tegas Barra dan Berhasil membuat Annaya mematung.


Entah mengapa hatinya sangat sakit mendengar ucapan yang Barra lontarkan untuknya.


Sementara itu, pandangan mengintimidasi mengarah ke arahnya.


Beberapa Karyawan memberi tatapan sinis kepadanya.


" Rasain, biar tahu Rasa . Baru anak magang sudah berani buat masalah" gumam sisi dalam hati.


Barra pun menyampaikan rapat tersebut pada hari ini dengan keseriusan.


Setelah beberapa saat rapat pun selesai.


" Saya kira itu saja, di harapkan kalian semua bisa bekerja lebih baik lagi dari ini " tegasnya.


" Baik pak " ujar Semua Karyawan serentak.


Barra pun sekilas melirik ke Arah dimana Annaya berdiri.


Annaya tau, Barra sedang menatap ke arahnya.


" Dan Kau... Segera ikut keruanganku" printahnya tegas, sembari memberi tatapan tajam

__ADS_1


Annaya yang mengerti, menganggukan kepala.


Semua mata mengarah ke arahnya.


" Gue yakin, tu anak kelar hari ini. " bisik Debby


" Lo benar, paling kontrak magangnya akan segera di akhiri. Ngapain juga perusahaan mengerjakan karyawan yang nggak kompeten " serga Sisi dengan tatapan sinisnya.


Gita yang mendengar celoteham dua nenek lampir itu menjadi emosi.


" Tau apa kalian tentang Kompeten... Hah ? Kayak kerja kalian bagus aja," teriak Gita berkacak pinggang, dengan tatapan mata yang begitu tajam.


" Ihh.. Apaan sih, gue gak ngomongin lo kali yah.. Yuk Deb cabut..gue males disini ngeladeninya" ujar Sisi sedikit takut-takut meladeni Gita dan pergi dari hadapannya, bukan apa, Gita ini merupakan Karyawan yang begitu kasar, pernah dulu saat iya hendak menindasnya waktu itu Gita merupakan Karyawan baru di Aditama.Groub, tanpa Sisi dan yang lainnya tau, ternyata Gita begitu sangat pandai berbagai macam ilmu bela diri. Jadi Sisi baik Karyawan yang lain sama sekali tak berani mengganggu apa lagi menindasnya. Akibat perbuatannya sendiri, Sisi pernah patah tangan di buat olehnya, sehingga ia cuty begitu lama untuk memulihkan tubuhnya sendiri.


Tapi, beruntung ada CCTV sebagai bukti, jadi semua masalah yang terjadi, tak membuat Gita tersudut.


Hari ini, semua Karyawan sibuk membicarakan prihal di panggilnya Annaya ke ruangan Ceo.


" Gak habis pikir ya, sedikit saja buat masalah sudah begitu tegurannya. Atasan kita benar-benar menakutkan . Tidak ada yang tidak disiplin jika berada dalam genggamannya" bisik para Karyawan yang lainnya.


" Iya kau benar.. Sebaiknya hati-hati lain kali jika berhadapan dengan bos kita ini"


Dan begitulah ke riuhan di ruangan kerja tersebut.


Margareth yang mengawasi mereka pun bertanya-tanya.


" Apa benar, hanya karena masalah sepele bisa seperti ini ? Sayang sekali jika anak ini harus di berhentikan, meski statusnya hanya pegawai magang, tapi pekerjaannya cukup memuaskan , " gumam Margareth dalam hati, iya merasa ada sedikit kejanggalan dari hukuman yang di terima Annaya.


# Jangan lupa dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2