MANTAN JADI MANTEN

MANTAN JADI MANTEN
Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Di kamarnya, Annaya sedang melamunkan sesuatu.


Ucapan Nadin, terngiang-ngiang di kepalanya,


Tentang Barra, yang selalu mencari keberadaannya,


" Jika memang benar mencariku, kenapa prilakunya terhadapku sungguh sangat menyebalkan. Ah....ada apa denganku " geram Annaya sembari menenggelamkan kepalanya sendiri di dalam bantal.


" Seharusnya tidak usah bertemu" ketus Annaya kesal.


Ke esokan harinya,


Waktu menunjukan pukul 8 pagi.


Annaya sengaja pergi fitness untuk jadwal kosongnya.


Setiba di tempat tersebut, ia segera menemui seseorang yang ia kenali.


" Willy.." panggil Annaya dari kejauhan.


Sosok laki-laki bertubuh tinggi, berparas tampan dan berbadan kekar bak bintang L-Men, tersebut segera menghampiri Annaya.


Seutas senyum ia lemparkan.


Tanpa sengaja, Barra melihat semuanya.


Barra tak menyangka, bisa bertemu dengan Annaya di tempat ini.


Dan Annaya sama sekali tak mengetahui keberadaannya.


" Mau Fitnes kah ?" tanya Willy basah basi.


" Kau pikir aku mau apa kemari," jawab Annaya ketus


" Mungkin... Berenang haha " Willy sedikit menertawakannya.


" Oke gue bercanda doang Ay. Ayo kemari gue kenalin ama temen-temen gue di sana "

__ADS_1


Willy meraih pergelangan tangan Annaya.


Dan itu tak luput dari pandangan Barra.


Dadanya sedikit berdenyut sementara.


" Hai bro, kenalin ini sepupu Gue dari Jerman yang gue ceritain sama kalian kalo dia mau kemari" jelas Willy.


" Annaya.. trnyata kamu ya " bukan Barra, tapi Daniel yang terkejut karena kehadirannya.


Sementar Itu Barra, dan tentu 2 sahabatnya Antony dan Josuah terlihat diam


Antony sedikit menoleh ke arah Barra, terlihat sekali wajahnya berubah sangat dingin.


" Daniel..." Annaya sedikit tersenyum, seketika senyumnya pudar setelah melihat kehadiran Barra dan 2 orang yang berada disana.


" Halo Ay, lama tidak bertemu" sapa Anthony dirinya tidak mungkin mengabaikan. Begitu juga dengan Josuah.


" Hai..." Annaya sedikit tesenyum.


" Eh tunggu-tunggu, jadi kalian sudah saling kenal ?" Ujar Willy mengernyitkan keningnya. Pasalnya selama ini Annaya hanya 1 tahun tinggal d indonesia, dan itu selama bertahun-tahun berada di Jerman.


" What ! Jadi..." Josuah menoleh dan meminta penjelasan terhadap temannya yang satu itu.


Tentu saja, Barra tak merespon sama sekali.


Dirinya terlihat santai dengan ponselnya sendiri.


" Apa ini Bar, " Bisik Antonny seolah terkejut.


Barra sesikit menoleh, matanya bertemu pandang dengan Annaya, dan setelah itu dia kembali mengabaikannya.


Entah kenapa, Annaya sedikit terhenyak dadanya saat melihat Barra memberi respon seperti itu.


" Jadi lo selama ini kerja di kantor Barra ?" Willy membulatkan mata seakan tak percaya.


" Tapi bukan kah bo...." ucapan Willy langsung terputus, saat ketika Annaya mencubit belakang punggungnya.

__ADS_1


" Aw....." teriak Willy kesakitan, Annaya memelototinya


Ke empat orang itu terkejut mendengar teriakan Willy


" So-sorry ada semut tadi gigit punggung gue" kilah Willy, seolah meminta penjelasan kepada Annaya.


Tentu saja Annaya tak ingin semua orang tau jika dirinya juga anak pemilik perusahaan besar, Annaya ingin menjadi mandiri tanpa campur tangan keluarganya, iya yakin dirinya pasti bisa mewujudkan impiannya sendiri.


" Dan kalian, kenal Aya dari mana ?" seledik Daniel pasalnya ucapan keduanya mengatakan karena sudah lama tidak bertemu. Hal tersebut sedikit membuatnya penasaran.


" Kita pernah satu sekolah , dan tentu dengan Barra juga " Anthony menatap Barra dengan tatapan tajamnya.


" Iya kan bro ?" sindirnya halus


" hem " Barra sedikit berdehem menjawab pertanyaan Anthony.


Tentu saja, berhasil membuat Daniel dan Willy kaget.


" Jadi kalian sudah kenal lama. " Willy menatap Annaya intens.


Annaya sedikit mengangguk.


" Em Sorry, aku mau kesana dulu ya " Annaya hendak menjauh dari mereka.


" Oh, oke " Willy membiarkannya pergi.


" Ay tunggu, " sapa Daniel menghampirinya lagi.


" Aku temenin ya "


" Em boleh, tapi di sana banyak cewek . Emg gk papa ?"


" Hitung-hitung cuci mata, " ujar Daniel sedikit menunjukan deretan gigi ratanya.


" Ih apa sih.. " Annaya sedikit tersenyum dan menggelengkan kepalanya


Di sisi lain, Barra yang melihat kedekatan Annaya dan Daniel sedikit mengepalkan tangannya .

__ADS_1


Tentu saja, ekspresi itu tak luput dari mata pengawasan keduan sahabtnya , Anthony dan Josuah.


# Jangan lupa, Like, Komen, dan Vote.


__ADS_2