
Brukh..
Aya menhempaskan tubuhnya, di atas Ranjang besar berwarna orange, bermotif bunga mawar tersebut,
Matanya menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.
"Perjalanan yang melelahkan... " perlahan Aya tertidur sembari memeluk sebuah guling.
Ting
Satu pesan masuk dari ponselnya!
" My Mom "
Ting
Dua pesan masuk
" My Mom. "
Tapi sayang, Annaya sudah tak mendengar suara apapun lagi, karena dirinya sudah terlelap dan hanyut kedalam dunia mimpi.
Hari ini sungguh sangat melelahkan baginya.
__ADS_1
Sebenarnya, Annaya masih berkuliah, tinggal 1 semester lagi dirinya akan selesai dengan perkuliahannya yang ada di Jerman.
Tapi sang ayah meminta dirinya untuk pulang kembali ke indonesia bersama dengannya dan sang ibu.
Di karenakan, mulai saat ini mereka semua akan menetap di indonesia, sementara itu, perusahaan yang ada di Jerman, akan di kelola oleh sang kakak yang menetap di Jerman. Kakak tertuanya itu saat ini sudah berkelurga..
Sementara itu, Tuan Pandey hanya mengawasi bagaimana kinerja perusahaannya akan bekerja, meski ia tak terjun langsung, tapi di bawah pengawasaannya, semuanya masih tetap dalam kendalinya.
Ia mengontrol langsung pergerakan perusahaannya tersebut, meski di dalam rumah.
Tuan Pandey sadar, kesibukannya selama ini, menyita waktunya untuk berkumpul bersama keluarga. Kesibukannya pula yang membuat dirinya tidak menjaga kesehatan.Tuan Pandey selalu menomor satukan perusahaan.
Saat insiden 5 tahun yang lalu,
Saat mendengar kabar, bahwa salah satu cabang mengalami kemerosotan akibat ulah tangan karyawan yang tak bertanggung jawab .
Perusahaan yang Tuan Pandey bangun selama puluhan tahun pun, kini di ambang kehancuran.
Tuan pandey tiba-tiba terkena serangan jantung . Serangan jantung itu juga lah yang hampir merenggut nyawanya.
Lalu setelah itu, ia mengalami koma selama 3 tahun, di sebuah rumah sakit ternama di Jerman.
Akibatnya berdampak kepada Annaya, yang pada saat itu bersekolah di indonesia, terpaksa harus melakukan penerbangan kembali ke Jerman untuk melihat kondisi terakhir sang ayah.
__ADS_1
Semua itu menyebabkan, seluruh keluarga Pandey sangat terpuruk. Ibu Annaya, Divia sangat syok, dan pingsan melihat kondisi terakhir sang suami yang sekarat di atas kasur putih rumah sakit.
Beruntung, pada saat itu Annaya masih memiliki seorang kakak laki-laki Dirga Pandey yang pada saat ini berusia 30 tahun.
Ia berusaha memulihkan kembali perusahaan tersebut.
Dan membuat perusahaan itu bangkit lagi, beruntung, salah satu insvestor terbesar di indonesia mau menjalin kerja sama dengan perusahaannya yang berpusat di Jerman. Investor itu pula lah yang membantu Keluarga Pandey bangkit lagi, sehingga tidak butuh waktu lama, Perusahaan Pandey kembali lagi ke posisi saham teratas di Jerman.
Dirga pun akhirnya di percaya sang Ayah untuk memimpin langsung Perusahaan yang ada di Jerman.
Kembalinya mereka ke indonesia, sebsnarnya untung mendirikan anak cabang yang baru berkembang sangat pesat.
Perusahhan anak cabang itu, lah yang menjadi proyek baru Tuan Pandey sendiri.
Membahas tentang 1 semester yang Annaya jalani.
Dirinya akan kembali HomeSchooling.
Seperti 5 tahun yang lalu.
Dimana sekolahnya berjalan, dengan dirinya sendiri stay di rumah yang ada di Jerman.
🍧🍧
__ADS_1
.
## JANGAN LUPA, LIKE. KOMEN, DAN VOTE IYA..