
Barra masih belum mempercayai seutuhnya penglihatannya hari ini.
Iya merasa, dirinya sedang berhalusinasi, Apa yang ia lihat seakan seperti ilusi...
Dengan segera ia menuju ke loby mobil miliknya,
Di tengah perjalanan
Iya masih melamun, memikirkan apa yang sedang iya lihat hari ini.
" Ada apa denganku...." geram Barra sembari memukul stir mobil
Seketika, Barra langsung menginjak pedal gas mobilnya...
Citttt......
" Tunggu apa ini....Mobil itu bukankah milik....?" se cepatnya Barra langsung mengambil ponselnya dan menghubungi nomor sang pemilik mobil sport hitam yang sempat Di naiki oleh sosok Annaya yang iya lihat barusan.
" Ada apa ?" Sahut daniel di seberang
Sementara di kejauhan ada Annaya yang saat ini sedang menikmati makanannya.
" Kau sedang bersama siapa hari ini ?" tanya Barra seakan mengintrogasi
" Bersama.. " Seketika Daniel terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu, di lihatnya Annaya yang sedang makan dengan sangat menggemaskan, ada sedikit ketertarikan di mata Daniel...iya pun menyunggingkan senyumnya " Bersama kekasihku , memang ada apa ?" ucap Daniel berbohong.
" Kekasih.... sejak kapan kau memiliki kekasih, "
" Sejak hari ini dan seterusnya " Jawab Daniel santai dan sedikit terkekeh dalam hati.
Tanpa sadar, Barra mengepalkan tangannya, ia takut apa yang di pikirkan olehnya terjadi.
" Siapa namanya ?"
Terakhir.... ,ini adalah usaha terakhirnya untuk mengetahui.
__ADS_1
Tapi sayang...Sambungan telepon tersebut langsung terputus.
" Halo... Halo...Arrghhhh." ujar Barra kesal.
" Kenapa mati..." geramnya sembari membanting ponselnya sendiri yang kehabisan Baterai.
Di sisi ain
Baru sempat Daniel menyebutkan nama Annaya, tiba-tiba saja Barra memutuskan sambungan telpon tersebut.
" Dasar aneh..." gumam Daniel
" Maaf tadi ad panggilan telpon...." Ucap Daniel sembari menghampiri Annaya yang sedang menyantap makannannya.
Annaya pun tersenyum...
Sembari mengunyah makannannya.
Ya, saat ini mereka sedang makan di restoran yang terletak tidak jauh dari Perusahaan Aditama berada.
" Apakah kau karyawan tetap atau..." tanya Daniel penasaran
Daniel sedikit menyeruput minumannya.
" Saya dengan atasan mu itu teman, kebetulan perusahaan kita lagi ada kerja sama, jadi saya mampir ada berkas yang ketinggalan "
Annaya pun mengangguk mengerti.
" Sepertinya saya sudah kenyang"
" Baiklah, saya antar kamu pulang ya "
Annaya pun mengangguk.
Mereka berdua keluar dan menuju parkiran.
__ADS_1
Setelah beberapa saat berlalu .
Mobil pun akhirnya sampai ke tempat tujuan.
" Thanks ya pak,,"
" iya, kamu tinggal di Appartement ini ?" tanya Daniel sembari memperhatikan kawasan tersebut
" iya pak, "
" Kamu gak usah panggil bapak, panggil Daniel saja cukup. Kita kan lagi di luar, jadi gak perlu terlalu formal"
" Baik, Daniel. Kalo begitu saya turun dulu " Dengan segera , Annaya membuka pintu mobil tersebut.
Dan turun, sembari melambaikan tangannya.
Daniel pun tersenyum, sesekali membunyikan klason mobilnya sebagai tanda jawaban.
Mobil pun akhirnya melaju.
Iya, Annaya saat ini mengunjungi Appartementnya yang dulu sempat iya tinggali.
Segera iya membuka paswword Appartement terdebut.
Dan pintu pun terbuka,
"Suasanannya masih sama seperti dulu," Annaya tersenyum, dan melangkah menuju kamar tidurnya.
Ruangan tersebut sangatlah luas dan bersih, setiap 1 minggu sekali, Annaya selalu memperkerjakan seseorang untuk membersihkan tempat tersebut, selama iya di luar negeri.
Tak sengaja matanya kini menatap suatu bingkai foto yang masih terpajang di atas meja di samping tempat tidurnya.
Iya pun melangkah perlahan, meraih benda tersebut dan mengusapnya.
" Barra..." gumamnya pelan....
__ADS_1
.
#Jangan lupa LIKE, KOMEN, DAN VOTE OK !!