MANTAN JADI MANTEN

MANTAN JADI MANTEN
KETAHUAN


__ADS_3

TETT..


Waktu belajar telah usai !


Semua murid di Sma Elit tersebut berhambur keluar.


" Aya.. aku duluan yah, udah di tungguin My bebeb soalnya hehe "


" ok Nad " ujar Annaya, dan Nadin berlalu meninggalkannya sendirian


" Barra mana ya ? kok belum kelihatan . " gumam Annaya celingak celinguk seperti orang kebingungan


" Sebaiknya aku susul aja deh, mungkin dia masih di ruang musik " Annaya pun bergegas menunu ruangan di mana, Barra dan teman temannya itu ngumpul.


Saat tiba di depan ruangan, Annaya berjumpa dengan 2 orang temannya Barra.


Antoni dan Josuah.


Sontak saja mereka berdua terkejut bukan main,


" Eh Aya, lo lo ngapain kesini ?" tanya Antoni gelagaban, seperti maling ketangkap basah saja.


" Barra mana ?" tanya Annaya santai


" Ba..bara ini anu dia itu....? " sambil melirik ke arah samping "eh jo lo bantuin gue dong...!" bisik Antoni pelan


" Gue gue juga bingung tau bro" sahutnya


"anj*rr loh...!" sungut Antoni kesal.


" lama yah kalian ! minggir aku mau masuk !" Annaya merasa bosan bertanya terlalu lama,


dan menyingkirkan kedua orang itu dari depan pintu


" Tu.. tunggu ay , lo jangan masuk !" Antoni menghalangii, Annaya mengerutkan keningnya.


" loh kenapa ? kok gak boleh masuk ! kalian Aneh.!"


Saat ini Annaya sudah memegang handle gagang pintunya


ceklek


" Tunggu Aya..... jangan ma....!" ucapan mereka terputus, saat pintu itu resmi di buka


" Mampus kita jo...!" usap Antoni mengusap kasar pada mukanya


" Mending cabut aja,, " ajak Antoni meraih lengan Josuah.


" Ton, Barra gimana ? " tanya Josuah


" dia udah gede, selesain sendiri " jawab Antoni buru buru


sementara itu..


Ceklek

__ADS_1


Pintupun terbuka,


Deg....


Annaya membeku di tempat, dan melipat keduat tangannya, se akan tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Annaya membelalakan matanya..


dan menutup mulutnya dengan kedua tangan, seakan tak percaya.


Sontak saja air matanya lolos seketika.


" BARAAAAA.....!" teriak Annaya Histeris


Barra yang saat ini sedang berciumann dengan Biancapun melepaskan pangutannya.


" Aya.." Ucap Bara kaget bukan kepalang, dan menghempaskan tubuh Bianca ke lantai


" Aww.....!" ringis Bianca menahan sakit di punggungnya


" Ka..kamu salah paham Aya" ucap Bara


"Aku bisa jelasin, ini gak seperti yang kamu lihat " jelas Barra yang hendak menghampiri Annaya


" STOOPPP ! Jangan dekat " tangis Annaya pecah begitu saja, sungguh sakit sekali rasanya.


Baru saja beberapa jam yang lalu mereka berbaikan, sekarang ia harus merasakann pahit yang sebenarnya.


" jadi benar yang mereka bilang tadi pagi ? kamu itu brengsekkk ! kamu beneran selingkuhin aku, aku salah apa Bar sama kamu ? " ucap Annaya bergetar, Annaya begitu histeris tak terima dirinya di permainkan seperti ini 2x dalam sehari.


" Jelasin apa ? Apa lagi yang mau kamu jelasin . Semuanya udah jelas Bar, kamu cium dia di depan mata aku . Dimana letak kesalah pahamannya ? dan dimana aku harus percaya ? di ruangan ini, di sini , apa lagi yang mau kamu jelasin hahh ?" Annaya tak kuasa menahan sakit di dadanya, , " Kamu pikir aku bodoh, gak bisa bedain iya ?" bentak Annaya .dengan amarah yang begitu memuncak .


Bianca yang baru tau ternyata Barra dan Annaya selama ini menjalin hubungan , menyunggingkan senyumannya. Ada seringai licik di sana,


" Kami memang pacaran, kamu keberatan ?? " sela Bianca , yang berniat membuat hubungan mereka berakhir, dan Barra akan menjadi miliknya


Barra yang mendengar penuturan Biancapun kaget, sontak saja ia murka.


Bukannya tambah baik, kini suasananya menjadi semakin kacau .


" Kauu !!!!!" gertak Barra kasar dan menunjuk ke arah Bianca dengan tatapan membunuhnya


Bianca yang ditatappun bergidik ngeri .


Annaya yang mendengar penuturan Bianca pun. langsung berlari meninggalkan Barra.


Air matanya lolos begitu saja, hatinya benar benar hancur seketika


Barra pun berlari mengejarnya


Beruntungnya, langkah kaki Barra lebih cepat.


ia mampu meraih tangan Annaya,


dan memeluknya.

__ADS_1


" Lepaskan aku !" Annaya berusaha melepaskan pelukan itu.


ia meronta ronta dengan keras, tapi Barra terlalu kuat memeluknya. Pelukan itu sedikitpun tak terlepas


Air mata Barra seketika saja menetes.


bisa di bilang iya laki laki ,


kata siapa laki laki tidak boleh menangis.


Barra hanya manusia biasa.


ia sangat takut kehilangan Annaya.


Barra melepaskan pelukan itu, dan menatap wajah Annaya dengan arti yang sangat dalam !


" Maaf...!" lirihnya,


ia mengecup bibir Annaya sekilas


PLAKKKK


Spontan saja, sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya


" Jangan sentuh sentuh bibir aku. Bibir kamu sudah tercemar. Aku Benci Kamu !!" teriak Azoya lantang, dengan amarah yang semakin besar.


" Mulai sekarang kita PUTUS !" Annaya berlalu meninggalkan Barra yang terdiam mematung


Ada rasa sesak didanya, mengingat Annaya tidak mempercayai dirinya.


Sementara itu, Antoni dan josuah merasa kabur bukan solusi yang baik, ia berbalik ingin menemui Barra lagi.


Alhasil, kedua orang itu melihat dan mendengar semua keributan yang terjadi.


Sebelum Annaya benar benar pergi menjauh, mereka barulah menghampiri Barra yang diam mematung.


" sorry bro, kita gak bisa cegat Aya masuk ke ruangan tadi !" ucap Antoni merasa bersalah


" iya bro kita berdua minta maaf !" ucap Josuah yang merasa miiris tak tega , melihat penampilan Barra acak acakan seperti ini.


2 minggu telah berlalu...


Annaya baru saja menyelesaikan semua ujiannya...


kini ia bernafas lega.


"Aya... ke kantin yuk, laper nih " ajak Nadin berdiri dan menggandeng lengan Annaya.


" iya.. "


Setiba di kantin, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Barra, dan teman temannya, yang sedang duduk memesan makanannya di kantin,


#


jangan lupa Vote, like, coment, dan rate 5 nya ya ?

__ADS_1


__ADS_2