
" Siapa ? " teriak Barra dan membuka pintu Appartemen tersebut.
" Maaf Tuan, ini Baju yang sudah di laundry !" ujar petugas Appartemen tersebut .
" Hemm... sebentar !" Barra masuk kembali, meletakkan pakaian bersihnya di atas meja ruang tamu. dan membuka dompet, untuk mengambil beberpa uang disana.
" ini uang tipsnya !"
" Terimakasih banyak Tuan Muda " ujar petugas Appartemen tersebut.
Sementara itu, Annaya yang kini telah memakai kembali pakaiannya, keluar dari kamar, dan menuju ruang tamu, lalu mengambil tasnya yang ia taroh di sudut sofa.
" Ay,, kamu mau ke mana" Barra pun menghampiri Annaya yang saat ini sudah memakai pakaiannya kembali.
Annaya pun diam saja, dan melewati Barra , sekali lagi Barra berlarian kecil, dan merengkuh tubuh Raping Annaya dari belakang.
" Maaf, aku khilaf ..." lirih Barra berat. ia tau Annaya saat ini pasti akan sangat membencinya.
Akan tetapi, Annaya tak menggubris sama sekali perkataan Barra, dan berlalu meninggalkan Barra sendirian di dalam Appartemen, Annayapun bergegas keluar dari Appartemen tersebut. Dengan perasaan campur aduk.
" Argghhhhhhhh....." teriak Barra begitu frustasi.
dan ia segera bergegas mengejar Annaya, tapi sayang Barra kehilangan jejaknya,dan tak mendapatkan Annaya kembali.
Bughh..
Barra menendang tembok dinding Appartemen dengan perasaan yang sangat kacau.
ia hendak menelpon Annaya, akan tetapi ponselnya tertinggal di dalam kamar.
" Argghhhhh,,, !! Shittt.. !" Geramnya dan meremas rambut kepalanya kasar.
Dengan perasaan yang campur aduk, dan wajah memerah menahan amarah terhadap dirinya, Barra mencoba berlari memasuki Appartemennya kembali.
Saat tiba di kamar, ia ambil ponselnya dengan perasaan tergesa gesa, dan mencari kontak milik Annaya. Barrapun mencoba menelpon nomor tersebut, tapi sayang ponsel Annaya tidak bisa ia hubungi...
" Arghhhh....Apa apaan ini, kenapa sulit sekali Aya menghubungi kamu " teriak Barra frustasi, dan Barrapun belum kehabisan akalnya, ia lalu mencoba membuka Akun media sosialnya, whatsapp. dan berusaha mengetikan sesuatu, tapi terhenti, ketika melihat foto profil Annaya kini berubah abu abu.
" Hah...!" dengan perasaan harap harap cemas, Barra pun mengklik kontak Whatsapp Annaya, lalu menscrollnya ke bawah.
Alangkah terkejutnya Barra, saat mengetahui kalau dirinya kini telah di Blokir oleh Annaya sendiri.
Barra yang kini merasa semakin frustasi, lalu membanting handphonenya sangat keras ke lantai.
__ADS_1
dan sudah di pastikan, Smarthphone mahal miliknya kini hancur berkeping keping.
Tapi bagi Barra, itu tak akan membuatnya miskin. Ia bisa membeli, bahkan 10 ponsel sekaligus jika ia mau.
Ke esokan harinya,
Pagi pagi sekali Barra berangkat dari Appartemennya menuju ke sekolahan.
Saat tiba di sekolah, Barra bergegas turun dari mobilnya.
" Hei Bro, lo mau kemana buru buru , dan penampilan lo ?" ujar Antoni melirik atas sampai bawah penampilan Barra,
Barra pun tak mengindahkan panggilan dari sahabatnya itu.
" Kenapa tu anak Jo ?" ujar Antoni merasa bingung.
" Salah makan obat kali " celetuk Josuah, yang saat itu melihat juga reaksi Barra .
" Tapi mukanya acak acakan gitu jo, lo gak lihat tadi penampilannya udah kayak zombie hidup " celetuk Antoni kembali di selimuti rasa penasaran
" Mending susul aja bro,,, " ujar Josuah, dan merekapun bergegas mengejar keberadaan Barra.
Saat ini Barra bergegas menuju ruangan Annaya.
Saat tiba di depan kelas Annaya, Barrapun masuk, dan mencari cari keberadaan wanitanya itu, tapi nihil. Barra tidak menemukan keberadaan Annaya.
Tanpa sengaja matanya kini, menatap Nadin. dan menghampirinya.
" kau temannya Annaya bukan ? " tanya Barra dengan tatapan yang seperti mengintimidasi
Nadin yang merasa takut dengan tatapan Barrapun mengangguk.
" ii..ya, gue sahabatnya " jawab Nadin gugub , karena sangat jarang sekali Seorang Barra datang menghampirinya, apa lagi penampilannya kini sangatlah menyeramkan.. Barra yang di kenal semua orang tampan. cool, dan memiliki penampilan yang sangat rapih dan bersih. kini malah kebalikannya.
" Aya kemana dia ? Kau tau dimana dia sekarang ?" tanya Barra berturut turut.
" A..aku tidak tau, biasanya jam segini, Aya sudah datang !" ucap Nadin jujur.
Barra yang memperhatikan mata Nadinpun, merasa seperti tidak melihat kebohongan disana.
Ia pun mengehela nafasnya kasar .
Dengan perasaan gontai, ia keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
" Bro lo kenapa ?" sapa Antoni , yang saat ini menghampiri temannya itu .
" Sumpah bro, penampilan lo kini buruk banget, !" ujar Josuah, mereka pun masuk ke dalam kelas.
Selama jam pelajaran berlangsung, Barra tidak fokus dengan pelajarannya, pikirannya kini melayang ke mana mana.
Saat jam istrahat tiba,
di ruang musik.
" Aya lagi ?" tanya Antoni mulai serius
dan di balas anggukan oleh Barra.
" loh udah cerita dengan Aya ? "
Barrapun mengangguk kembali.
" Terus apa masalahnya bro..? " tanya Antoni merasa bingung.
dan di angguki oleh josuah.
Barra yang hendak membuka mulutnya pun, mendadak mulutnya terkunci, ia tak bisa menceritakan masalah pribadinya itu. munurutnya hal ini, sangatlah privasi.
Antoni yang mengertipun, tak bertanya kembali.
" hem.. yasudah bro, klo lo berat buat ceritaiin ke kita, gak masalah. kita kita ngerti kok. Semoga hubungan lo lekas membaik !" Ujar Antoni.
" iya bro, kalo lo ada masalah apapun, kita siap membantu " sahut Josuah.
Barra pun sangat bersyukur memiliki teman teman yang sangat care seperti mereka berdua ini.
Lalu Mereka bertigapun saling rangkul.
.
#
>>>
Jangan lupa TINGGALKAN JEJAK >>> LIKE, COMEN, DAN VOTE SEBANYAK BANYAK ya !
TERIMAKASIH !
__ADS_1