
Cahaya masuk menembus isi kamarnya, Annaya mengerjapkan matanya.
Menghalau cahaya yang sangat menyilaukan.
Rasa kantuk masih sedikit menyelimuti dan menyerang matanya.
Seperti biasa, setelah bangun tidur.
Annaya selalu memainkan ponselnya.
Annaya meraih ponselnya tersebut.
Ia menyandarkan tubuhnya, lalu menscrol scrol, layar Hp tersebut.
" My Mom ? " Aya langsung mengecek pesan masuk yang tertera di layar.
" Ohh ya ampun... Soryy Mom " Aya langsung beranjak dari tempat tidurnya, dan berlari menuju kamar mandi, ia segera membersihkan diri, lalu setelah itu menggunakan pakaian yang sangat rapi.
Tik... Tok.. Tik.. Tok...
Jam semakin bergerak menjukan Pukul 07:30 Wib.
Aya semakin gelabakan.
Dia turun menyusuri tangga menuju ruang tamu, dan juga terhubung ke meja makan.
Disana sudah terdapat Sang Papa yang sedang menikmati sarapannya.
" Sayang.. Sarapan dulu "ujar Papa Pandey.
" Pa... Aya berangkat udah gak sempat lagi"
__ADS_1
" Mau kemana, kenapa hari ini Putri Papa sangat rapi sekali? "
" Mom bilang, ada satu perusahaan yang mau menerima Aya magang pa di sini. Jadi Aya harus segera bersiap, semalam Mom mengirim pesan, tapi baru sempat Aya baca tadi. Jadi ya gini deh... " Annaya menggaruk kepalanya, merasa malu dengan dirinya sendiri.
Papa Pandey tersenyum, sembari mengunyah sarapannya.
" Kenapa tidak bekerja di cabang perusahaan Papa saja ? Meski Putri Papa sebagai Karyawan magang, Jika bekerja di cabang, Aya tidak perlu terlalu capek " bujuk Papa Pandey dengan harapannya.
" Oh No... Aya mau berjuang sendiri Pa. Aya mau mandiri. Aya tidak mau di bilang anak yang hanya menikmati harta orang tua. Aya mau, Papa bangga dengan Aya " Annaya memeluk lengan sang Papa dengan wajah manisnya.
" Hmm.... Kau ini " Mau berkata dalam bentuk apapun juga, Putrinya yang satu ini jika sudah memutuskan sesuatu, tentu tak dapat di goyahkan lagi Papa Pandey hanya bisa menghela nafasnya.
Dengan segera Aya berpamitan dengan sang Papa, lalu mencium tangan sang Papa cepat.
" Dah pa.... " Annaya melambaikan tangannya, di depan telah bersiap sebuah mobil mewah yang akan mengantar dirinya.
" Maaf Pak Gun. Aku hari ini sepertinya mau naik taxi online saja. itu sudah di depan " Ananaya berlalu meninggalkam Pak Gun Yang termenung sendirian.
" Tapi Non... " Pak Gun gelisah, dirinya takut jika Tuan Pandey akan memarahinya.
Akhirnya Pak Gun pun bernafas lega.
___
Di dalam Taxi.
" Hallo Mom.... "
"......" My Mom
" iya.. ini baru saja berangkat. Sorry mom, semalam Aku ketiduran " ujar Annaya, " Mom dimana sekarang? "
__ADS_1
" ...." My mom
" Serius Mom? Ok nanti Aku akan temui Mom setelah wawancaranya hari ini. "
Annaya langsung menutup teleponnya.
Setelah cukup lama dalam perjalanan.
Jam menunjukan pukul 08:10,
Ia sudah tiba di Perusahaan yang di maksud.
Tinggal 20 menit lagi. Waktu wawancaranya berlangsung. Masih banyak waktu baginya.
" Ini pak... " Ayah memberikan lembaran uang merah ke Sopir Taxi tersebut.
" Ini lebih satu Non.. " ujar Sang Sopir tersebut.
" itu buat bapak saja" Annaya tersenyum ke arah Sopir Taxi tersebut, yang terlihat seorang bapak-bapak yang telah berumur.
" Terima kasih.. Terimakasih Non " Sopir Taxi tersebut merasa sangar bahagia.
Annaya kembali membalasnya dengan senyuman.
Ia pun dengan segera memasuki perusahaan tersebut.
Perusahaat besar, sebuah Perusahaan Pusat yang di rekomendasikan oleh sang Mom untuknya.
"Selera Mom lumayan... Thanks Mom. Aku akan memulainya dari sini " Dengan sangat Percaya diri, dan anggun, Annaya masuk ke dalam Perusahaan tersebut.
Sangat jarang, baginya seorang mahasiswi dari luar negeri, bisa magang jauh-jauh ke indonesia.
__ADS_1
Karena ini adalah sebuah keberuntungan, maka Annaya akan memanfaatkannya.
# Jangan lupa LIKE, COMEN, DAN VOTE YA!