MARRIAGE CONTRACT WITH THE COLD DOCTOR

MARRIAGE CONTRACT WITH THE COLD DOCTOR
Bab 1: Perkenalan


__ADS_3

Kring..kring..kring! Deringan alarm membangunkannya.


"Emmm...ribut banget sih, ucapnya pelan dengan suara khas bangun tidur. Lalu dia mematikan alarm dan kembali tidur.


Di dapur


"Rea kemana, sih? Lama banget turunnya, apa jangan-jangan masih tidur ya? Ni anak emang susah banget lagi bangunannya. Huh.. Anak nakal ini!"


Mamanya yang sedang memasak, menghentikan aktivitasnya lalu beranjak pergi ke kamar putrinya untuk membangunkannya yang tertidur kembali.


"Tok.. tok..tok! Dia mengetuk-ngetuk pintu, namun tidak ada sahutan dari dalam sama sekali.


"Rea... Rea! Mama masuk nih!" Dia langsung masuk dan benar saja dugaannya, Rea masih tidur dengan telentang. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat putrinya yang tidur sembarangan.


"Huh, Rea... kamu ini emang bandel ya! Bentar lagi kamu bakalan nikah dan akan menjadi seorang istri, jadi perhatikan tingkah laku mu. Kamu ini perempuan bukan sih? Tidur telentang sembarangan." Mamanya terus mengomel melihat putrinya yang ceroboh itu.


"Apaan sih, ma? Bentar.. iya bentar lagi Rea bangun.. Rea masih ngantuk ma! sahutnya dengan suara khas bangun tidur. Lalu menggeliat kesana kemari.


"Rea.. Cepetan Rea! Udah jam berapa ini? Nanti kamu terlambat sayang! Lalu mamanya menarik tangannya agar bangkit dari tidurnya. Tapi bukannya bangun, Rea malah memeluk erat tubuh mamanya. Dan dibalas hangat olehnya.


"Ma.., ucapnya lirih.


"Iya, kenapa sayang? sahut mamanya sembari mengelus-elus rambut panjang putrinya.


"Kenapa Rea harus dijodohon sama si es balok.. kenapa enggak sama Rio aja sih, ma?


Dia kesal karna mamanya tidak pernah suka dengan Rio. Malahan menjodohkannya dengan anak temannya, tante Zahra.


"Sayang... nanti kamu akan ngerti, kok! Mama gak bermaksud membuat Rea sedih tapi mama tau yang terbaik buat putri mama dan mama yakin dia bisa menjadi suami yang baik buat kamu. Kamu percaya deh sama mama, ucapnya sambil mempererat pelukannya. Setiap kali Rea bertanya, maka jawabannya akan tetap sama seperti sebelumnya.


Rea hanya bisa pasrah. Dia juga tidak ingin membuat mamanya sedih. Tanpa disadari matanya telah berkaca-kaca.


Mamanya melepaskan pelukannya dan mengusap wajahnya lembut.


"Yaudah.. kamu mandi ya, sayang! Nanti terlambat lagi, ucapnya dengan senyum mengembangnya.


Dan dibalas anggukan oleh putrinya.


Kemudian Rea bergegas ke kamar mandi. Dikamar mandi, bukannya mandi.. malah bergumam sendiri.

__ADS_1


"Apa mama gak sayang lagi ya sama Rea?" Dia menitikkan air matanya. Lalu mengusapnya lagi.


Sementara mamanya, asyik merapikan tempat tidur.


Setelah itu, ia hendak beranjak dari sana. Tapi langkahnya berhenti di depan meja rias Rea. Ia menyentuh foto putrinya yang terletak disana..


"Kamu akan tau alasan mama melakukan ini sayang, mama harap kamu bahagia." Ucapnya sembari mencium foto itu, lalu beranjak dari sana.


"Di meja makan"


Ayah serta adiknya, Gio, telah duduk dan bersiap untuk sarapan di sana.


"Ehh.. Papa, Gio juga udah di sini ya?" Sahut mama Laila.


"Iya, ma! Kakak dimana?" sahut Gio sedikit kesal.


"Itu masih beres-beres. Bentar lagi juga turun!" Balasnya.


Berselang beberapa menit kemudian, Rea telah bersiap dan segera turun menuju ruang makan.


"Cup! Papa..mama..Gio-ku! Dia mencium satu persatu keluarga tercintanya.


"Kakak lama banget sih! Gio udah laper nih" Ucapnya kesal.


"Udah... udah, kita makan yuk, ajak mamanya.


Mereka sarapan dengan tenang, kecuali Rea. Dia hanya mengaduk-aduk makanannya, membuat mama, papa serta adiknya bingung dan saling bertatapan satu sama lain. Lalu, papanya membuka bicara..


"Ehm.. kenapa kamu gak makan, nak? Apa ada sesuatu yang ingin kamu bahas sama papa mama? ucapnya dengan nada lembut.


"Ehh.. ehm.. enggak kok, pa! Enggak ada, nggak ada apa-apa, jawabnya terbata-bata.


"Huh, Yaudah! Kalau ada apa-apa.. kamu bisa ceritain ke mama ataupun papa, ok?" Sahut papanya. Rea hanya menganggukkan kepalanya.


"Ehh.. Rea ada kelas pagi ini! Rea pergi dulu ya pa, ma, Gio! Dadah..." Ucapnya sambil berlari kecil. Tapi mamanya menghentikan langkahnya.


"Tunggu dulu sayang!" Sebelum Rea pergi, mamanya memberikan sebuah rantang makanan kepadanya. Lalu, menciumnya.


"Cup! Semangat ya, sayang... ucapnya sembari tersenyum. Kembali Rea mencium mamanya, dan berkata..

__ADS_1


"Iya, ma! Aku sayang sama mama! Dia memeluk erat tubuh mamanya.


Mamanya menyadarkannya.. "Eh, itu... kamu udah ditungguin tuh di depan! Sana pergi.." Ucapnya pelan.


"Iya, ma!" Sahutnya senang.


Rea menunjukkan senyum mengembangnya lalu beranjak dari sana. Dia berpikir bahwa orang yang menjemputnya adalah Rio, kekasihnya!


Dia berlari kecil dan memanggil nama kekasihnya.


"Ri.. Ucapannya menggantung.


Ternyata orang yang menjemputnya bukan kekasihnya, tapi si es balok!


"Ehh.. kok kamu sih? ucapnya ketus.


"Mama yang meminta ku untuk menjemput mu!" Sahut pria itu datar.


"Kamu kan bisa menolak! Lagipula aku gak akan mau diantar sama es balok kek kamu ini, huh!" ucapnya mengomel.


"Terserah! Aku akan masuk ke dalam, entah apa yang akan terjadi?" ucapnya ketus.


Rea terbelalak. Dia langsung mencegahnya, dia tidak ingin mamanya sampai tau kalau dia belum memutuskan hubungan dengan Rio. Karna sebelumnya, mamanya telah putus hubungan dengan Rio. Jadi, jika dia tidak mau diantar si es balok, otomatis mamanya akan curiga terhadapnya.


"Yaaaaaaaa.... teriaknya sambil melentangkan kedua tangannya untuk menghalangi si es balok masuk ke dalam.


"Awas kalau kamu berani! Dia melotot dan segera menarik tangan pria itu.


"Kita pergi sekarang. Cepat antar aku ke kampus." Ketusnya lagi.


Lalu, mereka naik ke dalam mobil. Dan mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kampus dimana Rea kuliah.


Namanya Andrea Carlissa Sean. Biasa dipanggil Rea. Berparas rupawan juga gadis yang sopan dan cerdas. Usianya 20 tahun, seorang mahasiswi. Memiliki seorang adik laki-laki, namanya Rian Gioland Sean, biasa dipanggil Gio, duduk di bangku SMA.


Ayahnya adalah Reinold Sean, dia bekerja sebagai guru. Dan ibunya bernama Laila, merupakan seorang ibu rumah tangga, namun dia juga membuka usaha catering di rumah.


Rea punya seorang kekasih. Ya, namanya Rio, seumuran dengannya. Rea sangat menyukainya. Karna menurutnya, dia sangat baik dan perhatian.


Tapi... dia juga punya seorang pria yang harus dinikahinya. Mereka dijodohkan oleh orang tua mereka. Orang tua mereka saling mengenal dengan baik. Dia adalah Beryl Davano, biasa dipanggil Dava. Merupakan putra tunggal dari keluarga konglomerat. Berprofesi sebagai seorang dokter. Dia tidak ingin melanjutkan bisnis keluarganya. Rea memanggilnya si es balok, karna selalu berwajah datar seolah tak peduli dengan lingkungan sekitar.

__ADS_1


Dan sebulan lagi, mereka akan menikah. Menikah dengan orang yang tidak dia cintai... apakah ini sungguh kesialan dalam hidupnya atau sebuah permainan yang tidak pernah Rea ketahui? Akankah berakhir dengan penyesalan? Dia sungguh menantikan jawaban dari Tuhan agar dia berhenti menyalahkan orang-orang di sekitarnya. Itulah yang diharapkan olehnya saat ini.


TBC


__ADS_2