MARRIAGE CONTRACT WITH THE COLD DOCTOR

MARRIAGE CONTRACT WITH THE COLD DOCTOR
Bab 5: Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Rea dan Dava akan melangsungkan pernikahan mereka. Meskipun Pernikahan tanpa dilandasi cinta dari keduanya.. namun tetap dilangsungkan dengan meriah. Pernikahan di laksanakan di hotel mewah bintang lima milik keluarga Dava.


Sebelumnya, Rea telah memberitahukan kepada Rio bahwa dia akan menikah hari ini. Dan Rea telah menjelaskan segalanya kepada Rio. Dan Rio juga menerimanya. Dan akan hadir hari ini. Meskipun, aneh.. mengapa Rio bisa selapang dada itu? Mungkin itu adalah pertanyaan yang terlintas di pikiran para sahabat maupun teman dekat Rea. Tapi mereka tidak mempermasalahkannya sekarang. Karna tidak ingin merusak hari bahagia kedua keluarga ini. Walaupun jauh berbeda dengan keinginan putra putri mereka.


"Di kamar pengantin"


" Hari ini aku akan menikah dengan si es balok. Meskipun hanya pernikahan kontrak. Akankah Tuhan menghukum ku kelak? Karna aku telah bermain-main tentang pernikahan. Tolong, lihatlah aku Tuhan. Aku terpaksa melakukan ini. Aku hanya akan memberikan kesucian ku kepada suami masa depanku nanti" Gumamnya pelan.


Rea telah selesai berdandan. Ia mengenakan gaun putih yang indah dan polesan make-up yang soft di wajah mungilnya itu. Dan juga rambutnya telah disanggul dengan rapi. Dia terlihat sangat cantik dan anggun.


Beberapa saat kemudian, Mama Laila datang menghampirinya. Dan membelai wajah cantik putri kesayangannya itu.


"Sayang.. hari ini adalah hari pernikahan mu. Kamu tampil sangat cantik dan mengagumkan hari ini. Mama turut bahagia.. akhirnya putri mama menikah dengan keluarga baik-baik. Mama percaya.. Dava akan menjadi suami yang terbaik untukmu. Doa mama... semoga pernikahan kalian ini langgeng sampai maut memisahkan kalian. Dan menjadi rumah tangga yang harmonis serta panutan bagi semua orang" Ucapnya penuh harap lalu mencium kening putrinya.


"Iya, ma!" Sahutnya, mencoba untuk tetap tersenyum.


"Bagaimana mungkin pernikahan kami bisa langgeng, ma? Ini hanya pernikahan kontrak yang berlangsung selama 1 tahun. Dan, harmonis? Itu mustahil. Si es balok adalah manusia dari kutub Utara. Untuk tersenyum saja sangat sulit. Apalagi berbicara, sangat memprihatinkan" Gumamnya dalam hati.


"Rea harap, mama tidak akan kecewa dengan keputusan Rea suatu hari nanti. Jika mama tau yang sebenarnya.. aku tidak tau akan bagaimana aku menjalani hari-hariku kedepannya? Aku gak sanggup melihat mama bersedih karna kelakuan Rea" Ucapnya pelan. Untung saja tidak kedengaran oleh mama Laila.


Mama Laila mengernyit melihat ekspresi wajah putrinya.


"Kenapa sayang? Apa kamu tidak enak badan?" Tanyanya khawatir.


"Nggak.. gapapa kok, ma! Rea cuma keingat sesuatu aja. Bukan masalah penting" Ucapnya sembari tersenyum tipis.


Tiba-tiba mama Laila memeluknya dari belakang.


"Iya, jangan mikirin yang aneh-aneh hari ini. Kamu cukup mempersiapkan diri saja dan berikan mama cucu segera, ok?" Ucapnya tertawa bahagia.


"Emm.. iya, iya ma!" ucapnya terbata.


"Jangan gugup gitu dong, sayang! Kamu sama seperti mama dulu, hahaha" lanjutnya masih tertawa.


Tiba-tiba pintu di ketuk oleh seseorang.


"Tok..tok...tok!


"Siapa, ya?" tanya mama Laila. Lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Ehh.. papa? Gio?" sahutnya senang.


"Papa? Gio?" sambung Rea lagi. Dan berjalan menghampiri keduanya.


"Papa" ucapnya lirih dan berhambur memeluk pria tersebut.


Papa Rei membalas pelukannya dengan hangat. Lalu mengusap rambut dan mencium kening putri kesayangannya itu.

__ADS_1


"Kamu akan menikah, sayang! Papa turut bahagia atas kebahagiaan mu ini" ucapnya sembari tersenyum tipis. Air matanya telah membasahi wajah tampannya.


Lalu Rea melepaskan pelukannya dan memegang tangan papanya.


"Pa.. Rea bakal sering-sering mampir ke sini.


Rea yakin.. Dava pasti setuju!" ucapnya tersenyum mencoba menghibur papanya.


"Iya, sayang!" sahut papanya.


"Kak.. selamat menempuh hidup baru ya. Gio harap kakak selalu bahagia. Dan keluarga kecil kakak selalu diberkahi dengan sukacita dan damai. Menjadi keluarga panutan bagi semua orang" sahut Gio lalu memeluk Rea kakak kesayangannya.


"Iya, makasih ya Gio-ku!" ucapnya tersenyum dan membalas pelukan hangat adiknya.


Keduanya berpelukan cukup lama.


"Ehem, Yaudah.. kita turun ke aula ya?" sahut papa Rei dan mama Laila bersamaan.


"Iya, pa.. ma!" jawab keduanya sambil tersenyum tipis.


Mereka turun menuju ke aula dimana acara pemberkatan akan berlangsung. Semua mata menatap ke arah Rea. Dia tampak cantik dan anggun.


"Wahh.. mempelai wanitanya sangat cantik dan anggun!"


"Iya, benar. Mempelai prianya juga tampan"


"Iya, mereka pasangan yang cocok!"


Bla.. bla.. bla! Dan masih banyak lagi pujian yang mereka dapatkan.


"Ini hanya pernikahan kontrak. Tapi, kenapa.. kenapa aku sangat gugup. Ya, Tuhan tolong ampunilah aku! Aku tidak bermaksud bermain-main dengan pernikahan ini. Tapi.. aku tidak mencintainya." gumamnya dalam hati.


Lalu dia melangkah menuju ke arah Dava dia di dampingi oleh papanya.


"Dava! Papa titip Rea putri kesayangan kami ke padamu. Tolong jagalah dan cintailah dia dengan segenap hatimu. Dan tolong jangan sakiti hatinya. Dan, untukmu Rea putri ku.. jadilah istri yang baik dan berbakti. Jika suatu hari kalian ada masalah bicarakan baik-baik layaknya suami istri. Setelah acara pemberkatan selesai.. maka kalian bukanlah orang asing lagi. Tapi kalian adalah sebuah keluarga yang harus saling menjaga dan melindungi." ucapnya dengan senyum manisnya.


"Baik pa!" ucapnya tersenyum.


"Iya, pa!" sahut Rea tersenyum tipis.


"Baiklah, mempelai wanita dan pria dipersilakan untuk naik ke altar" sahut Pendeta.


Lalu Dava menggandeng tangan Rea berjalan menuju ke altar.


Acara pemberkatan berjalan dengan lancar.


Dava dan Rea berdiri berhadapan untuk mengucapkan sumpah nikah mereka.

__ADS_1


"Beryl Davano Mourinho.. bersediakah kamu menikah dengan Andrea Carlissa Sean? Dan berjanji untuk selalu mencintainya dan menemaninya dalam keadaan susah maupun senang?" Sahut Pendeta.


"Aku bersedia" Ucapnya tegas sembari menatap lekat wajah cantik Rea.


"Andrea Carlissa Sean.. bersediakah kamu menikah dengan Beryl Davano Mourinho? Dan berjanji untuk selalu mencintainya dan menemaninya dalam keadaan susah maupun senang?" lanjut pendeta.


"Aku... aku..' ucapannya terhenti. Ia ragu harus menjawab apa sekarang. Lalu Dava memegang erat tangannya dan menganggukkan kepalanya.


"Aku.. aku bersedia" Sahut Rea sambil tersenyum tipis.


"Aku? Aku sekarang sudah menjadi seorang istri. Tapi... itu bukanlah masalah besar. Ini hanya pernikahan kontrak dan berjalan selama satu tahun saja" Gumamnya dalam hati.


"Baiklah! Waktunya mempelai pria mencium mempelai wanita" sahut Pendeta lagi.


"Prok..prok..prok!" Semua tamu undangan bertepuk tangan meriah menantikan momen ini untuk di abadikan di media.


Sontak Rea terbelalak.


"Lagi? Dia akan mencium ku lagi? Bagaimana jika Rio melihatnya? Dia akan marah dan salah paham tentang hubungan kita berdua" gerutunya dalam hati.


Tanpa menunggu persetujuan dari Rea.. Dava langsung mencium bibirnya dengan lembut. Sontak membuatnya kaget dan ingin menolaknya. Namun, ia tidak bisa karna tengkuknya di tahan oleh Dava. Dan lagi ini di depan umum, semua orang akan melihat mereka. Jika keduanya tampak tidak serasi apa kata dunia nanti.


...****************...


Setelah acara pemberkatan selesai.. para tamu-tamu menghampiri keduanya. Dan memberi ucapan selamat kepada mereka.


"Selamat, ya beb! Semoga rumah tangga kalian selalu bahagia dan diberkati dengan sukacita. Dan satu lagi.. cepat dapat momongan" sahut Gigi sahabat Rea.


"Makasih ya, beb!" Ucapnya tersenyum tipis.


Dan dibalas senyum datar oleh Dava.


Gigi tidak tahu kalau Rea di jodohkan dengan Dava karna Rea tidak ingin membebaninya, jadi tidak memberitahunya dan juga selama ini Gigi kuliah di luar kota. Meskipun awalnya dia bingung karna Rio adalah kekasih Rea sejak SMA.. tapi yang menikahinya malah orang asing. Namun, menurutnya Rea pasti punya alasan tersendiri. Mungkin saja mereka sudah putus pikirnya.


Tak terkecuali Rio, dia juga memberinya ucapan selamat layaknya seorang teman.


"Selamat, ya Rea! Semoga kamu bahagia selalu! Suami mu orang kaya ternyata" Ucapnya tersenyum menyeringai.


Rea hanya menunduk tak bergeming.


Sementara Dava.. ia langsung menunjukkan wajah suram dan dingin.


"Terimakasih" sahut Rea datar.


"Apa dia kekasih yang ia banggakan? Cih! Menjijikkan! Tapi... sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat. Tapi.. dimana?" Gumam Dava dalam hati.


TBC

__ADS_1


__ADS_2