MARRIAGE CONTRACT WITH THE COLD DOCTOR

MARRIAGE CONTRACT WITH THE COLD DOCTOR
Bab 14: Kebusukan Rio terungkap


__ADS_3

Keesokan harinya..


Pagi ini, Rea bangun pagi-pagi sekali. Ia membuatkan sarapan sederhana untuk mereka berdua. Tentunya sarapan yang tidak mengandung cabai atau sejenisnya. Rea membuat dua potong roti panggang saja dengan topping coklat.


Sementara itu, Dava yang masih tidur terlelap di sofa, tiba-tiba terbangun. Kala ponselnya berdering tak berhenti. Ternyata yang menelponnya adalah Alex, sahabatnya sejak SMA. Alex baru saja kembali dari luar negeri. Jadi, dia ingin nongkrong bersamanya, karna sudah lama juga kedua pria bersahabat itu, tidak saling bertemu.


"Halo!" Sahut Dava dengan nada malas, tanpa melihat layar ponselnya.


"Hei bro! Gimana kabar mu?" Sahut Alex penuh semangat dari seberang telpon.


"Alex?" Sahut Dava pelan. Untuk memastikannya, ia kembali memeriksa layar ponselnya. Ternyata memang benar Alex, orang yang dinantikannya selama beberapa tahun terakhir. Alex adalah orang yang paling pengertian terhadapnya. Bisa dibilang mereka seperti saudara kandung.


"Ini benaran kamu, Lex?" Tanya Dava lagi.


"Yaelah. Baru juga beberapa tahun, tapi kamu udah lupa sama kakak mu ini, huh?" Kesal Alex, tak terima dilupakan oleh Dava, sahabatnya itu.


Dava segera bangkit dari rebahannya, dan mendudukkan tubuhnya di atas sofa.


"Hahaha...! Bukannya lupa. Aku hanya mengira kalau kamu tidak akan kembali lagi ke sini. Dan ternyata, aku salah!" Sahut Dava tak mau kalah.


"Aihk! Benar-benar menyebalkan! Kamu memang selalu begini, selalu saja membuat ku kesal. Apa jadinya kalau aku tidak kembali? Kamu pasti akan mati tidak terurus!" Ketus Alex.


"Hei, itu tidak mungkin! Aku sudah punya seorang istri sekarang. Bagaimana dengan mu? Dasar jomblo!" Dava kembali mengejeknya.


"Benar, kamu memang sudah punya istri sekarang. Tapi, jangan senang dulu. Bagaimana kalau aku membongkar aib mu, huh?" Teriak Alex, membuat telinga Dava kesakitan. Ia segera menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Cih! Kalau gitu, aku tidak akan membiarkan mu bertemu dengannya. Bagaimana?" Sahut Dava lagi.


"Aihk! Dasar Dava, manusia alien..!" Kesalnya.


"Huh, baiklah! Ayo bertemu nanti siang!" Lanjutnya lagi sudah pasrah. Pasrah dengan perlakuan Dava yang selalu mengejeknya.


"Emm? Dimana?" Tanya Dava memastikan.


"Di Eagle Restaurant! Katanya, itu restaurant yang baru saja dibuka. Pasti menarik!" Sahut Alex menjelaskan.


"Baiklah. Aku pasti datang!" Timpal Dava singkat. Ia segera mematikan ponselnya dan beranjak pergi menuju ke kamarnya.


"Di kamar Rea"


Rea yang tengah duduk di depan meja riasnya, tampak sedang kesal. Ia kembali mengotak-atik ponselnya, dan berkali-kali menghubungi seseorang. Ternyata, orang yang membuatnya kesal adalah Rio. Meski masih menjalin hubungan asmara, namun keduanya sudah jarang saling memberi kabar satu sama lain. Rea selalu berusaha menghubunginya, tapi jawaban Rio tetap sama seperti sebelumnya. Alasannya adalah karena sibuk.


"Rio kenapa sih? Apa dia nyembunyiin sesuatu ya, dari aku?" Gumam Rea pelan. Tiba-tiba ia memukul bibirnya pelan.


"Apaan sih Rea? Overthinking banget sih kamu! Rio pasti sibuk, iya pasti sibuk. Karna dia gak mungkin berbohong, kan?" Lanjutnya lagi, berusaha untuk tetap berpikir positif.


Kemudian, ia kembali melanjutkan make-upannya.


Tak menunggu waktu lama, Rea turun menuju ke meja makan. Berselang beberapa menit, Dava menyusul dengan mengenakan pakaian kerjanya yang terlihat rapi.

__ADS_1


"Di meja makan"


Keduanya menghabiskan sarapannya dengan cepat. Karna mereka sedang buru-buru. Rea yang harus mengikuti kelas pagi, sementara Dava, memiliki janji temu dengan pasien langganannya.


Setelah selesai sarapan, mereka langsung pergi menuju ke mobil. Dava akan mengantarkan Rea ke kampus. Seperti biasa, hanya ada keheningan di dalam mobil. Rea sibuk memainkan ponselnya, sedangkan Dava fokus menyetir. Itulah kebiasaan keduanya, ketika bepergian kemanapun.


...****************...


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Jam makan siang telah tiba. Begitupun dengan Dava dan juga Alex. Keduanya akan bertemu untuk melepas rindu antar sahabat.


"Di Eagle Restaurant"


Alex tampak sedang duduk santai di salah satu meja restoran mewah tersebut. Ia tengah sibuk memainkan ponselnya, sambil menyeruput kopi latte pesanannya.


Beberapa saat kemudian, Dava datang menghampirinya. Ia mengenakan pakaian cassualnya, bukan pakaian kerja yang ia pakai tadi pagi.


"Udah nunggu lama, ya?" Sahut Dava, yang menyadarkan Alex dari kesibukannya.


"Ehh, enggak kok. Aku juga baru aja, nyampe!" Sahut Alex menjelaskan. Ia mempersilakan Dava untuk duduk. Keduanya berbincang santai. Lalu memesan makan siang mereka. Mereka memang sangat akrab dan terlihat sedikit mirip. Orang lain yang melihatnya pun bisa salah sangka, mengira keduanya benar-benar kakak beradik.


"Di pojokan restoran"


Rio dan juga Jelly, juga sedang makan siang di restoran yang sama dengan Dava. Keduanya duduk di meja pojokan restoran, yang tak jauh dari tempat Dava dan Alex berada. Mereka tampak bahagia dan begitu mesra. Mereka memang sering menghabiskan makan siang bersama. Sesekali Rio mengecup kening Jelly dengan penuh kasih. Ditengah-tengah kemesraan mereka, tiba-tiba... brakkk! Suara meja digebrak dengan begitu keras oleh seseorang, yang tak lain adalah Rea, wanita yang masih menjadi kekasih Rio dan menjadi istri kontrak Dava sekaligus. Ia tampak sangat marah, air matanya mengalir begitu deras. Tangannya terkepal dengan kuat.


"Apa-apaan ini Rio? Dan kamu... Jelly? Beraninya kalian mengkhianati ku, huh?" Teriaknya begitu keras. Dan teriakannya itu membuat semua orang yang berada disana menoleh kearahnya sambil berbisik-bisik. Tak terkecuali dengan Dava, ia juga menoleh ke arah suara tersebut. Karna suara itu terdengar tidak asing ditelinga nya. Matanya membulat melihat Rea yang tengah berdiri dan sudah menangis di sana. Kemudian ia juga menoleh ke arah Rio.


"Ada apa dengannya? Biasanya, dia hanya marah ketika barangnya diganggu orang lain saja. Kenapa melihat pasangan yang sedang berselingkuh itu, bisa membuatnya marah! Dasar aneh!" Gumam Alex dalam hati.


Sementara Rea yang tak jauh dari mereka, terlihat masih saja marah-marah dan menangis.


"Kamu b******n Rio! Dasar pria busuk! Aku membencimu! Dan kamu, Jelly, kamu adalah orang paling menjijikkan! Dasar bermuka dua. Beraninya kamu menggoda pacar ku, huh?" Teriak Rea lagi. Gigi yang berdiri disampingnya pun, berusaha untuk tetap menenangkannya.


"Udah dong Re.. udah ya? Disini tempat umum, malu diliatin banyak orang!" Sahut Gigi.


"Memangnya kenapa, Rea? Rio gak pernah sayang sama lo. Dia cintanya sama aku doang. Kamu itu cuma dimanfaatin aja sama dia. Dasar gak berguna!" Celoteh Jelly tak tahu malu.


"Kamu..." Rea hendak memukulnya, namun tangannya ditahan oleh Rio.


"Benar, aku hanya mencintai Jelly seorang, bukan kamu. Dan masalah hubungan kita, itu cuma alasan agar aku bisa manfaatin kamu." Lanjut Rio tak berperasaan. Rea hanya terdiam tak bergeming. Namun, air matanya tak kunjung berhenti.


"Dasar pasangan hina!" Geram Gigi, sudah merapatkan giginya. Tentu saja, ia tidak akan terima sahabatnya disakiti oleh orang lain.


Andai saja saat itu, Gigi mengetahui tentang hubungan mereka yang masih berlanjut. Gigi pasti memberitahu Rea tentang kebusukan Jelly dan Rio selama ini.


Ditengah-tengah kerumunan tersebut, Dava datang dan langsung menggendong tubuh Rea yang sudah tampak lelah dan berantakan. Tentu saja hal itu membuat semua orang kaget. Dan banyak gadis-gadis yang memuja ketampanannya.


"Makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna!"


"Siapa dia?"

__ADS_1


"Bukankah itu Tuan muda, Mourinho?"


"Benar, namanya adalah Dava!"


"Dia sangat tampan!"


"Bahkan tidak bisa dibandingkan dengan pasangan selingkuh itu!"


"Benar, dia sangat tampan! Sisakan satu pria tampan sepertinya untuk ku yang jomblo ini"


Mereka terpesona dengan ketampanan Dava.


Sementara Rea, ia hanya terdiam tak bergeming, seolah tidak mempedulikan orang-orang disekitar. Ketika Dava hendak membawanya pergi dari sana, langkahnya terhenti sejenak.


"Kalian akan menerima akibatnya, jika berani menyakiti istriku!" Sahutnya tegas, sambil menunjukkan tatapan mematikannya ke arah Rio dan Jelly. Dan hal itu membuat keduanya semakin risau tak tenang. Karna keluarga Dava adalah keluarga yang sangat disegani dan menjadi konglomerat nomor satu di kota itu. Siapapun yang berani mengusik keluarganya, jika memang bersalah akan diratakan oleh mereka.


Sementara orang-orang disekitar banyak yang berbisik-bisik, tak sedikit gadis yang tampak kecewa mendengar perkataannya barusan.


"Ternyata, dia sudah menikah!"


"Huh, sayang sekali!"


"Tapi, istrinya juga sangat cantik!"


"Ya, mereka pasangan serasi!"


Alex yang mendengar kata istri, semakin penasaran dibuatnya.


"Istri? Istri? Istri? Wanita itu istrinya? Pantas saja dia marah tadi! Tapi siapa laki-laki b******n itu?" Gumamnya pelan, sembari mengikuti langkah kaki sahabatnya itu.


"Flashback off"


Rea yang baru saja selesai mengikuti kelas, tiba-tiba mendapat pesan dari Gigi, sahabatnya.


"Re.. kita nongkrong, yuk! Aku kangen banget sama kamu!"


Tanpa nembalas pesan Gigi, Rea langsung menelponnya.


"Nongkrong dimana?" Sahutnya, sembari berjalan keluar dari gerbang kampus.


"Di Eagle Restaurant Re! Ituloh, restoran mewah yang baru buka di pinggiran kota. Tadi teman aku rekomendasiin ke aku, dan katanya tempatnya bagus banget. Gak nyesal deh pokoknya!" Sahut Gigi menjelaskan.


"Oke, sampai jumpa!" Sahut Rea lalu, segera mematikan ponselnya karna taxi yang ia pesan telah tiba. Mobil melaju menuju ke Eagle Restaurant, tempat dimana mereka akan bersenang-senang kali ini.


Tak menunggu waktu lama, mobil telah tiba tepat didepan restoran mewah itu. Ia segera turun dan membayar ongkosnya. Ternyata, Gigi telah berdiri di sana menunggunya.


"Rea, sini!" Teriaknya sembari melambaikan tangannya. Rea pun menghampirinya dengan senyum mengembangnya. Mereka berpelukan seperti biasa. Kemudian, mereka berjalan masuk kedalam, sambil bercanda gurau. Saat mereka hendak masuk, tanpa sengaja mata Rea tertuju pada seorang pria yang dikenalnya. Saat itu pula, senyumannya tiba-tiba menghilang menjadi sangat dingin. Ia berjalan ke arah pria tersebut dan.. braakk! Ia menggebrak meja dengan begitu keras.


TBC

__ADS_1


__ADS_2