MARRIAGE CONTRACT WITH THE COLD DOCTOR

MARRIAGE CONTRACT WITH THE COLD DOCTOR
Bab 8: Terpaksa melakukannya!


__ADS_3

Seperti biasa, Dava dan juga Rea akan disibukkan dengan kegiatan masing-masing setiap harinya. Rea pergi ke kampus dan Dava sibuk bekerja di rumah sakit.


Pagi ini, Rea diantar oleh suaminya ke kampus. Walaupun dia menolak sebelumnya, namun Dava tetap ngotot untuk mengantarnya. Mau tidak mau, dia harus menerimanya.


...****************...


Sesampainya di kampus, Rea langsung turun dari mobil mewah sang suami. Dia ingin segera berlalu meninggalkan Dava, namun langkahnya terhenti. Ia membalikkan badannya lagi.


"Terimakasih sudah mengantar ku. Lain kali.. kamu tidak perlu melakukannya lagi" Sahutnya polos.


"Cih! Lain kali? Siapa juga yang mau mengantar mu? Aku hanya terpaksa melakukannya!" Sahut Dava mengejek Rea dan segera melajukan mobilnya, meninggalkan Rea yang masih linglung.


Tiba-tiba ia tersadar kembali dan mencerna perkataan Dava barusan. Ia mengepalkan tangannya dan menghentakkan kakinya.


"Dasar pria mesum! B******k! Bisa-bisanya dia berkata begitu. Huh, bukannya dia yang ngotot ingin mengantarku? Sekarang dia malah meledek ku, seolah akulah yang memohon padanya. Lihat saja, aku akan membalas mu. DASAR ES BALOK!!!" Teriaknya kesal. Ia masih terus mengomel-ngomel.. sampai ia tersadar ketika seseorang memanggil namanya.


"Rea" Teriak seseorang, tak jauh dari tempat Rea berdiri. Ia adalah Jelly, sahabat baiknya.


"Jelly!" Sahutnya senang. Kemudian, keduanya berpelukan sambil cipika-cipiki.


"Ehh.. kamu darimana aja? Udah lama banget tau.. kamu gak pernah mau diajak jalan lagi! Apa kamu sibuk?" Tanya Rea sembari melepaskan pelukannya.


"Ehh... iya. Aku sibuk banget akhir-akhir ini, makanya gak bisa nemenin kamu, hehe! Maaf, ya?" Ucapnya tersenyum tipis.


"Udah, gapapa kok! Aku ngerti, itu pasti hal yang penting banget buat kamu, kan?" Ucapnya apa adanya.


Jelly hanya tersenyum tipis. Entah itu senyuman maksud baik atau malah sebaliknya. Dia menatap lekat wajah Rea.


"Jangan salahkan aku!" Gumamnya dalam hati.


Kemudian, keduanya berjalan masuk menuju ruangan kelas mereka pagi ini. Dan ternyata, keduanya telah disambut oleh Rio serta teman-teman mereka yang lain.


"Kalian udah datang, ya?" Tanya Angga, teman baik Rio sekaligus Rea.


"Emm, iya. Kamu kan liat sendiri kita udah disini. Ngapain ditanya lagi?" Ketus Jelly.


"Ehh.. Jelly, mulut kamu ini benar-benar ya.. kek empedu b**i tau? Pahit banget kek hidup kamu ini, tanpa warna" Sahut Angga geram.


"Kamu banci, ya? Berani sama cewek doang!" Ledeknya lagi.


"Udah dong! Kenapa jadi berantam sih? Masalah sepele doang.. kenapa dibesar-besarin? Jangan sampai kalian cinlok, loh.. hahahah" Sahut Rea tertawa kecil.


"Ogah!" Sahut keduanya bersamaan dan langsung berjauhan.


"Hahaha.. dasar kalian ini! Kayak baru jatuh cinta aja" Sahut Rea meledek keduanya.

__ADS_1


Sementara, Rio hanya sibuk melihat Jelly yang berpakaian minim dan seksi itu. Memang benar, Kelly selalu tampil seksi dan menggoda. Siapapun yang melihatnya, pasti akan tergiur dan menginginkan tubuhnya.


Sepulang sekolah...


"Ehh.. Je.. kita ke toko buku yuk? Aku mau beli beberapa untuk persiapan ujian semester nanti!" Rea berniat mengajak Jelly. Meski ia tahu, sahabatnya itu akan tetap menolaknya kali ini. Dan benar saja, Jelly memang menolaknya. Ia selalu beralasan setiap kali Rea mengajaknya.


"Maafin aku ya Rea.. aku sibuk banget sayang! Jadi gak bisa nemenin kamu hari ini. Kamu gapapa kan?" Bujuknya seolah merasa bersalah.


"Iya, gapapa kok! Pergilah! Hati-hati di jalan" Ucapnya lembut. Dan hanya dibalas anggukan oleh Jelly dan berlalu pergi sambil melambaikan tangannya. Begitupun Rea, dia juga membalas hangat lambaian tangan sahabatnya itu.


Tak berselang beberapa waktu, Rio langsung membuka percakapan.


"Sayang.. aku juga mau pergi! Masih banyak urusan yang harus segera ku selesaikan. Kamu.. gapapa kan?" Tanyanya penuh hati-hati.


Raut wajah Rea langsung berubah drastis. Ia terkejut. Mengapa begitu kebetulan dengan Rio? Akhir-akhir ini mereka seperti punya kesibukan yang sama! Sampai gak ada waktu bersama teman sendiri. Tampak sebersik rasa kecewa diwajahnya.


"Ahh.. Apa yang ku pikirkan? Apa aku udah gila? Benar-benar deh!" Gumamnya dalam hati.


Lalu, ia membuka bicara.


"Yaudah, gapapa!" Sahutnya pelan.


"Aku janji.. setelah urusan ku selesai,aku bakal ngajak kamu keliling dunia" Timpal Rio dengan wajah memelasnya.


Lalu, Rio langsung bergegas pergi dari sana


Setelah kepergian Rio, Rea langsung pergi menuju ke sebuah toko buku terbesar di kota itu, untuk membeli buku referensi untuk ujian semester nya nanti.


"Mutiara Restaurant"


Sementara itu, Gigi, salah seorang sahabat baik Rea, tampak sedang berbelanja di sebuah mall terbesar kota itu. Dia di temani oleh asisten pribadi mamanya.


Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama, ia memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Lalu, mereka bergegas naik ke lantai tiga, khusus tempat kuliner tersedia. Keduanya berjalan kesana-kemari untuk mencari tempat duduk yang lebih pas dan nyaman.


Tiba-tiba langkahnya terhenti.


"Sayang.. pokoknya kamu harus cepetan mutusin dia, ok?" Sahut seorang wanita seusianya dengan nada yang begitu manja, terdengar dari pojokan restoran itu.


"Iya, kamu tenang aja sayang! Aku akan segera meninggalkannya! Aku hanya mencintai mu!" Sahut seorang pria, yang menurutnya tidak asing dengan suara itu.


Gigi semakin yakin pernah mendengar kedua suara itu.


"Ehh.. sepertinya aku mengenal suara ini. Tapi siapa ya?" Gumamnya dalam hati.


"Ahh.. sudahlah,! Kenapa aku harus peduli?" Ucapnya pelan dan hendak pergi dari sana.

__ADS_1


Namun, lagi-lagi langkahnya terhenti.


"Aku gak suka kamu dekat-dekat sama Rea, wanita j****g itu!" Sahut wanita itu sedikit berteriak.


"Baiklah, sayang!"


Mendengar nama Rea diucapkan sembarangan oleh seseorang, membuat Gigi naik darah. "Apa maksudnya?" Gumamnya dalam hati.


Lalu, ia memberanikan diri untuk bertanya kepada pasangan itu.. mengapa mereka menyebut-nyebut nama Rea?


"Permisi.. saya ingin bertanya.." Ucapannya terhenti. Mulutnya menganga, segera ia menutupnya dengan kedua tangannya. Serta matanya melotot seperti ingin menelan seseorang.


"Apa.. apa yang kalian lakukan di sini?" Tanyanya terbata-bata.


Sontak Rio langsung berdiri dan melepaskan pelukannya. Ia merasa linglung saat ini. Entah alasan apa yang akan dikatakannya kepada Gigi.


"Kalian.. kalian sedang berpacaran?" Tanyanya penasaran.


"Ya, memangnya kenapa? Tidak boleh?" Sahut Jelly ketus.


"Aihkk.. kamu tetap arogan seperti dulu, Jelly. Apa yang kau sukai darinya, Rio? Apa kau putus asa karna Rea menikah dengan pria lain? Huh, sungguh menyedihkan!" Sahut Gigi apa adanya.


"Tutup mulut busuk mu itu. Rio hanya mencintai ku seorang. Apa kau tau?" Jelly menunjuk ke wajah Gigi dengan tidak sopan.


" Hanya aku seorang! Tidak ada orang lain!" Lanjutnya lagi dengan tatapan sinis.


"Cih! Benarkah? Semoga saja doa mu ini terkabulkan. Atau kamu akan menggila seperti a****g liar" Sahut Gigi menghina.


"Kamu!" Dia hendak menampar Gigi, namun Rio menahannya. Tentu saja, Jelly semakin menggila dibuatnya.


"Baiklah, aku pergi sekarang. Tidak akan mengganggu kalian lagi! Selamat bersenang-senang" Sahut Gigi lagi dan berlalu pergi meninggalkan keduanya.


"Sayang.. kamu lihat! Dia menindas ku!" Ucapnya manja.


"Udah dong, sayang. Ucapannya tadi gak usah dimasukin ke hati, ok?" Ucapnya mencoba membujuk Jelly.


"Tapi.."


"Gadak tapi-tapian. Yang terpenting adalah kamu satu-satunya orang yang ku cintai! Bukan orang lain ataupun Rea"


"Aku tau sayang. Aku juga mencintaimu!"


"Jadi, Rea tidak memberitahu Gigi yang sebenarnya? Baguslah! Tidak ada yang perlu ku khawatirkan sekarang. Semua akan berjalan sesuai rencana mama!" Rio bergumam dalam hati.


TBC

__ADS_1


__ADS_2