Masa Di Sekolah

Masa Di Sekolah
13


__ADS_3

Kini barisan Dini menuju ke tempat Rey dimana ia sedang berbicara dengan seorang perempuan yg bisa di bilang cantik.


Mereka pun menghampiri Rey dan meminta tanda tangnnya nya.


"Bang minta tanda tangan" ucap Dini yg sudah capek dari tadi keliling untuk meminta tanda tangan yang diikuti oleh anggotanya.


Rey pun menghentikan pembicaraan nya itu dan menatap adiknya dengan mengkerutkan dahinya.


"Eh maksudnya kak" ucap Dini salah ngomong


"Follow dulu..." ucap Rey terpotong karna Dini yg melanjutkannya


"Follow IG sudah follow ML sudah, terus apa lagi? " tanya Dini


"Udah tanda tangan nih" ucap Dini dan memberikan buku nya ke Rey pas di dada nya Rey dengan sedikit kasar dan Rey pun refleks mengambil nya dan hanya geleng geleng kepala karna sifat adek nya itu , padahal mereka sudah sepakat agar tidak ada yg tau kalau mereka itu abang adek.


Mereka yg melihat Rey dan Dini beranggapan bahwa mereka pacaran sebenarnya mereka abang adek karna mereka ga tau aja jadi beranggapan gitu.


Wanita yg tadi mengobrol sama Rey hanya kesal dan pergi meninggal kan Rey karna melihat Rey dan Dini, padahal mereka ga ngapa ngapain di pakein cembukor segala.


"Ya elah galak amat, nanti g ada yg mau ama lo" ucap Rey sambil memberikan tanda tangannya.


"Bodo " ucap Dini dan mengambil bukunya dari tangan Rey yg udah di tanda tangani dan mundur ke belakang lalu melihat lihat tanda tangan osis apakah masih ada yg belum di tanda tangani atau sudah semua.


"Btw tau dari mana gue ketos?" tanya Rey yg masih fokus memberikan tanda tangannya.


"Nebak" jawab Dini.


Rey menaikkan alis nya dan melihat Dini lalu melanjutkan memberikan tanda tangan nya.

__ADS_1


Barisan Dini pun meminta ttd ketos dan syarat nya pun sama harus mengikuti ig nya ya gitulah ketos sok jual mahal apa lagi sudah ketemu ama yang namanya adek kelas buhh songong nya minta di tampol.


"Adek adek semuanya tolong baris lagi di barisan nya seperti semula yah" ucap Rika


semua para siswa siswi pun pergi ke barisan nya semula dan duduk.


"Ade ade sebentar lagi ada guru2 yang berbeda jurusan yang bakal berkenalan dengan kalian jadi kalian harus bersikap sopan dan santun jangan ada yg berisik saat guru nya berpidato" ucap Rika.


"Emang kita anak tk yg di bilangi kaya gitu, kita mah juga udah tau kalo ada guru bicara g boleh berisik" ucap Sukma berbisik tapi masih bisa di dengar oleh teman2/barisan nya kecuali osis.


"Huss diam osis nya bilang gitu ya karna kalian nnti nya ribut bikin kesan yg g baik apa lagi kita ini belom jadi murid seutuhnya di sekolah ini" ucap Dini yg menengahi agar mereka g bikin ribut lagi.


Barisan Dini pun diam lagi dan tidak bergemih.


"Oh ya osis punya 2 peraturan disini yang pertama adalah.


"jika osis salah maka kembali ke nomor satu" lanjut Rika lagi.


Para calon siswa siswi hanya diam bukan berarti mereka setuju apa yang osis bilang.


"bjeir ngery ngery lah kalo salah kembali ke nomor satu anying" ujar Sarah.


10 menit kemudian.


Guru guru yang berbeda jurusan pun telah berdatangan dan sesuai jurusan mereka mengikuti guru mereka tinggal lah perawat yg ada di lapangan bersama dengan guru perawatnya.


"Perkenal kan nama saya Doni Setiawan Spd sya kepala perawat di smk sini" ucap pak Doni memperkenal kan dirinya dan membahas topik yang panjang sampai sampai semu murid merasa bosan dan ngantuk.


Dan sampai lah pada sesi pertanyaan dimana calon murid itu keringat dingin bercucuran.

__ADS_1


"Ada yang mau nanya dari semua yg saya katakan tadi atau dari luar topik juga boleh" ucap pak Doni.


Semua siswa siswi hanya diam dan tidak menjawab atau pun menanyakan pertanyaan kepada pak Doni.


"Kalau kalian gk ada yang mau nanya biar saya yang nanya" ucap pak Doni mereka yang mendengar itu mulai keringat dingin dan jantungnya berdegup sangat kencang cuman gara2 4 kata itu bisa membuat yg mendengarnya keringat dingin.


"Saya akan mulai dariiiiiiiii....." ucap pa Doni sambil memutar ke siswa siswi yang lagi menunduk karna takut ditunjuk ,merasa pak Doni di dekat siswi2 ,para siswi itu semakin keringat dingin dan ada juga yg cuek padahal yah dihatinya dag dig dug.


"Duh semoga bukan gue"


"Iss gue paling g suka main tunjuk tunjuk gini"


"Kenapa harus pake tunjuk segala sih "


"Cba kalo g mau tu g usah ditunjuk "


"Vangke makanya gue kaga mau sekolah ya gini"


Dan masih banyak lagi suara hati siswa siswi yang tidak mau ditunjuk.


"Okey kamu" ucap pak Doni dan menunjuk seseorang itu dan yang ditunjuk tidak melihat pak Doni.


"Kamu yang lagi nunduk ayo berdiri" ucap pak Doni.


"Kenalin dulu nama nya ,asal sekolah dulu, dan tempat tinggal" ucap pak Doni dan menyuruh osis memberikan micnya ke anak itu.


"Perkenalkan nama gue...."


NEXT.

__ADS_1


__ADS_2