
...DEMI KALIAN AUTHOR GADANG NEPATIN JANJI AYO MAKANYA SUPPORT DENGAN CARA LIKE KOMEN N VOTE YOK YOK BIAR RAJIN DAN SEMANGAT....
...•...
...•...
...•...
Pukul setengah sembilan malam.
"Lu dimana jingan?" tanya Al di telfon, ia sekarang sudah berada di tempat balapan, ia lagi menunggu Dini yg entah dimana.
"Gue lagi di rumah su, tunggu bonyok(bokap nyokap) gue pergi" jawab Dini sama sama ngegas.
"Cepat anj ini udah mau mulai" ucap Al mulai kesal.
"Sabar setan bentar lagi juga berangkat" ucap Dini membesarkan suaranya sampai terdengar oleh orang yg di luar.
"Ngapain sih ribut ribu?" tanya mama membuka pintu kamar Dini.
"Gapapa ma temen Dini emang ngeselin jadi bagus di gas in" ucap Dini nyengir.
"Ya udah turun bentar lagi mama sama papa berangkat" ucap mama nya dan pergi ke bawah.
Yang nanya nanya mama ma papa nya Dini mau kemana, mereka ada undangan pernikahan di luar kota sama sepupunya Dini jadi mau ga mau mereka datang.
"Hati hati ya mah pah salamin sama Bangsat" ujar Dini memeluk mamanya dan papanya secara bergantian, beda lagi sama si Rey ia hanya mencium tangan kedua ortunya.
"Heh" tegur mamanya.
"Maksud nya bang Satria, disingkat aja biar enak" ucap Dini.
"Rey jaga adik mu ini yg nakal" ucap mama Sonia.
Yang di bicarakan hanya tersenyum, harusnya sedih sih emang anak durhaka si Dini.
"Iya mah" Balas Rey.
"Mama sama papa jalan dulu ya, kalian baik baik di rumah" ucap mama Sonia sambil mengecup kening kedua anaknya.
"Iya mah, kita ini udah besar kok jadi tenang aja" ucap Rey Mama dan Papanya hanya mengangguk angguk.
"Hati hati ya mahhh pahhh" teriak Dini saat mobil mereka sudah melaju kencang meninggalkan mereka berdua.
"Bang mau ikut ke arena?" tanya Dini masuk ke dalam rumah.
"Balapan?" tanya Rey memastikan.
"Iya"
"Yok lah, lu mau gue bonceng atau bawa motor sendiri?" tanya Rey.
"Bawa motor sendiri lah biar keren" ucap Dini dengan gaya swag nya.
"Ya udah mau siap siap dulu" Rey pergi ke kamarnya dan di susulin oleh Dini, Dini pergi ke kamarnya sendiri jangan mikir macem macem Kelen.
Dini telah siap dengan pakaian serba hitam nya
Kira kira gini lah pakaian nya Visualnya nanti di eps selanjutnya okey.
"Bang gimana keren ga?" tanya Dini sambil membetulkan pakaian nya.
"Keren" jawabnya cuek.
__ADS_1
"Dihhh cuek amat si bapak" memutar bola matanya malas.
"Dah yuk berangkat udah di tungguin nih ma si kadal" ucap Dini menuruni tangga dengan santai dan di susul oleh Rey.
10 menit perjalanan ya lumayan jauh lah tapi yg bawa motor ga maen maen laju nya kayak mau nge prank malaikat Izrail.
Dini dan Rey sudah sampai di tempat yg mereka tuju, dan menjadi sorotan cewe yg memakai baju yg kekurangan bahan.
Dini sekarang lagi menelfon si kadal tai sapi siapa lagi kalau bukan Al.
"Lu dimana su? rame banget anying" tanya Dini dengan suara yg agak nyaring karna disitu sangat rame.
"Namanya juga balapan pintar, lu dmn nya biar gue jemput?" tanya Al sambil celingak-celinguk.
"Gue lagi di, ini dmn ya njir" Dini lagi mencari tanda agar Al bisa mengetahui dimana ia berada karna semakin larut semakin banyak orang.
"Lah bodok"
"Bang ini dmn nya?" tanya Dini ke Rey.
"Noh depan gubuk" ucap Rey menunjuk gubuk di samping nya.
"Ohh, ini di depan gubuk" ucap Dini.
"Lu sama siapa ke sini?" tanya Al.
"Polisi" ucap Dini nyaring, yg tadi ribut sekarang menjadi hening.
Dini merasa heran kok tiba tiba menjadi hening, ia mengalihkan pandangannya ke depan dan ternyata ia menjadi pusat perhatian.
"Eh apa nih?" tanya Dini bingung.
"Kamu juga ngapain bilang polisi Din Din" ucap Rey geleng geleng kepala.
"Deg deg an coi" ucap Dini memegang dada kirinya.
"Ternyata lu disini" ucap Al yg sudah di depan motornya Dini.
"Ya kan gue dah bilang di depan gubuk blokk" pekik Dini.
"Santai dong"
"Lu bawa siapa?" tanya Al melirik lirik ke samping Dini.
"Abang gue" jawab Dini.
"Ohh ya udah turun caranya mau mulai" ucap Rey menggetok helm Dini.
"Asw santai"
"Lu aja ga, Bang ayo motornya taro sini aja" Ajak Al yg entah knp berubah menjadi hangat tidak cuek seperti di sekolah apakah dia transgender?,bukan blokk.
"Woi malah ngelamun!" menggetok helm nya Dini lagi.
"Is iya anj" kesal Dini dan turun ke motornya tapi udah terparkir rapi ya sobat.
"Sorry ya gue bawa lu ke dalam bahaya gini" ucap Al di samping Dini.
"Ya elah sans aja kali kan gue juga yg mau" balas Dini.
"Bang gpp nih gue ajak Dini?" tanya Al memastikan.
"Hati hati aja bawa motornya adek gue lecet, lu berurusan sama gue" ucap nya tegas.
"Ya elah bang kayak ga kenal gue aja" ucap Al.
__ADS_1
Dini merasa kagum dengan abangnya yg begitu menyayangi dirinya, dengan terharu Dini pergi ke dalam pelukan nya Rey.
Rey tersenyum lembut dan mencium pucuk kepalanya Dini.
"Dah ga malu apa diliatin orang" ucap Rey melihat sekeliling.
"Abang sih" memukul pelan lengan Rey.
"Ye kok gue"
Al yg menyaksikan adegan antara Abang dan adek itu hanya tersenyum dan melanjutkan jalannya ke tempatnya yg sudah di penuhi oleh suporter nya beserta temannya.
"Loh kok ada mereka?" tanya Dini sedikit berbisik.
Al menoleh ke samping "Ya emang ada" jawab nya
"Kok lu ga bilang sih" ucap Dini agak kesal.
"Ga penting juga" ujar Al.
"Loh neng Dini?" ucap cowok itu bertanya tanya knp Dini bisa ada disini.
"Hehehe kok kalian ada disini?" tanya Dini gugup.
"Yang harusnya nanya itu kita" ucap temannya orang itu.
"Gue yang ajak" ucap Al.
"Ohh jadi Dini partner lu?" tanya nya.
"Iyaa"
"Bahaya banget tau buat cewe secantik lu" ucap orang itu menakut nakutin Dini.
"Udah lah Gio ini gapapa" ucap Dini.
Yap ternyata anak TKJ berada di arena balapan entah apa hubungan nya mereka dengan Al.
"Kalian kok bisa ada disini?" tanya Dini.
"Ya karna Al anggota kita" jawab Nathan maju ke depan.
"Anggota?anggota anak TKJ?" tanya Dini.
"Bukan"
"Terus?" tanya nya penasaran.
"Jadi Al itu adalah anggota...."
JIAKHHH DI GANTUNG MAMPUS
PENASARAN GA SIH HUBUNGAN NYA AL DAN DINI?.
TERUS AL ITU ANGGOTA APA?.
APA HUBUNGAN REY DAN AL?.
SIAPA MANTAN DINI?.
YOK TEBAK HAYOOOO.
NEXT.
__ADS_1