
...SORRY YE AUTHOR MALAS UP...
...AHHHHHH MALAS BANGET...
...OKE BACA YANG TENANG....
Al tengah berada di apartemen nya duduk di depan jendela ia sedang melamun entah mengapa ia terlihat sangat murung.
Al dari SMP memang sangat rajin dan ia sudah memiliki usaha sendiri dan hasilnya apartemen yg sedang ia tempati, tapi Al sangat jarang ke apart nya, ia ke apart jika ia sedang merasa suntuk dan galau.
Tiba tiba bel apart nya berbunyi menandakan akan ada tamu di apart nya, dengan malas ia melangkah dan membuka pintu apart nya.
Seketika ia terdiam melihat siapa yg di ambang pintu, Al menaikkan alisnya satu dan tamu itu melenggang masuk seperti sangat akrab dengan yg punya rumah.
"Ngapain? kesini?" tanya Al kembali duduk ke tempatnya semula.
"Pengen aja" jawab orang itu acuh.
Al malas meladeni orang itu dan pergi ke kamarnya seraya memainkan hp nya.
"Gue ga di suguhi makanan nih?" tanya orang itu di ambang pintu kamar Al.
"Lu kan bisa ambil sendiri" ucap Al jutek.
"Ihh lu kenapa sih" mendekat ke arah Al.
"Emang nya gue kenapa?" tanya Al yg tatapannya masih terfokus pada hp nya.
"Ayo lah, lu masih marah sama gue?" tanya orang itu sambil memegang kedua pipi Al.
"Au deh" jawab Al membuang mukanya.
"Lu kok ngegemesin sih hm? sejak kapan gemes kaya gini?" tanya orang itu tapi tak di gubsir oleh Al.
"Utututuuutu" mencubit pipinya Al yg menggembul seperti anak kecil.
Al menenggelamkan kepalanya di dada orang itu.
"Lu harum" ucap Al.
Orang itu mengusap usap kepala Al dan tersenyum manis walaupun Al tidak melihatnya.
"Empuk" ucap Al spontan.
Orang itu pun membulatkan matanya dan mencubit lengan Al lalu menjauh kan kepala Al dari dadanya.
"Mesuummmm" pekik nya dan keluar sedangkan Al ia sedang tertawa renyah di kamarnya.
Al tersenyum senang menggoda orang itu. mood nya pun kembali lagi dan mengecek apa orang itu lakukan.
"Ngapain hm?" tanya Al dari belakang dengan kedua tangan di taruh di pinggang orang itu.
"Al lepasin gue mau masak" ucap orang itu sambil ingin melepaskan pelukan Al.
"Sayang, aku mau" ucap Al mendusel dusel di tengkuk orang itu.
"M-mau apa?" tanya orang itu dengan jantung yg tidak bisa di ajak kompromi.
"Mau makan" jawab Al dan tertawa.
"Lu mau gue tusuk?" tanya orang itu yg sedari tadi memegang pisau untuk memotong sayuran.
"Hahahahhaa, gue tunggu ya di ruang tamu" ucap Al sebelum menghilang ia mengecup dahi orang itu dan pergi ke ruang tamu.
Deg deg.
"Sialan nih jantung" gumam orang itu.
__ADS_1
...•...
...•...
"Abang kmn sih udah jam delapan malam juga," ucap Dini di tengah ruang tamu sedang menyalakan tv.
"Di telp juga ga di angkat, ni orang emang suka banget bikin panik." ucap Dini tak tenang mengingat kakanya sudah sejam yg lalu ia pergi tapi entah kmn.
Dari arah pintu terdengar suara seperti sedang mencoba membuka pintu yg sedang terkunci, Dini berjaga jaga siapa tau itu maling.
Ia pun mendekat ke arah pintu dengan tongkat baseball di tangannya, dengan kuda kuda yg sempurna ia mendekat ke arah pintu.
Ceklek
Pintu terbuka, Dini langsung mengangkat tongkat nya dan tertahan.
"Wess kamu mau bunuh Abang?" tanya orang itu yg tak lain kakanya sendiri Yap itu Rey.
"Huh Abang ini bikin kaget aja" ucap Dini dan menaruh tongkat baseball nya ke tempatnya semula.
"Dari mana aja sih bang?" tanya Dini saat di sofa.
"Abis beli makanan" menyodorkan sekantong plastik makanan cemilan dan pokok.
"Kok ga bilang bilang kan mau ikut" ucap Dini cemberut tapi ia tetep mengambil makanan yg di tangan abangnya.
"Ah kalo Dini ikut nanti lama lagi" balas Rey sambil membuka satu kaleng soda.
"Ga makan bang?" tanya Dini yg sudah menyendok kan nasinya ke mulut.
"Kenyang" jawabnya.
"Indra mau kesini Din" ucap Al.
"Trs?" tanya Dini yg masih makan sambil menonton duo botak.
"Ya lu di kamar ntar ketahuan kalo kmu adiknya cogan" ucap Rey songong.
"Iya deh ntar aku di kamar aja" ucap Dini melanjutkan makannya.
"Bagus" mengusap kepalanya Dini.
"Ckkk ah" dengus Dini sebal.
"Oh iya dia kesini sama teman teman abang yang lain" jelas Rey sebelum adiknya mengamuk.
Ya emang teman Rey itu ga pernah ke rumah nya dan baru baru ini Rey dekat sama mereka kurang lebih 3 bulan lah, saat kelas satu Rey tidak suka berisolasi dengan temannya yg lain.
"Suruh mereka bawa makanan tuh, disini lagi kosong" ucap Dini yg masih makan.
"Bsok kita ke supermarket" ucap Rey.
"Yessss" ucap Dini senang.
"Janji bang?" tanya Dini.
"Iyaaa"
...•...
...•...
Sudah 1 set jam teman abang nya di bawah ribut entah bicara apa mereka.
"Duh suntuk banget" ucap Dini yg berbaring di kasurnya.
"Udah pulang apa yak? , kok ga ada suara" gumam Dini.
__ADS_1
Dini mengintip sedikit dan AGHKKKKKKK, teriak Dini dan orang itu bersamaan, orang yg di bawah pun pergi ke atas melihat apa yg sedang terjadi.
"Jadi Rey bisa jelasin?" tanya Indra yg butuh penjelasan sebelum ia berpikir macam macam.
Rey menatap Dini dengan datar lalu ia menjelaskan kepada mereka kalau Dini adalah adik kandungnya bukan adik ketemu gede.
"Ooohhhhh" ucap 3 orang itu.
Dini cengar cengir seperti tak ada salah.
"Heheh bang Dini kira udah pulang temannya makanya Dini ngintip eh tau taunya ada setan" ucap Dini dengan wajah yg berubah.
"Lagian gue juga kaget kok lu ada Ade Rey, kemarin kesini ga ada tuh" ucap Orang itu yg bernama Andre mencari pembelaan.
Dini menyerngitkan dahinya bingung.
"Mereka pernah ke sini bang?" tanya Dini.
"Iya pernah, pas kamu ke bioskop" jawab Rey dan di angguki oleh Dini.
"Sana ke kamar" ucap Rey.
Dini pun keatas dengan berlari karna sedari tadi ia menjadi titik fokus oleh mereka.
"Lu kok ga pernah ngasih tau kalo lu punya adik yg cantik" tanya Vero.
"Kalian ga nanya" jawab Rey.
"Kelas brp adik Lo?" tanya Andre.
"Kelas satu SMK" jawab Rey.
"Sekolah dimana?" tanya teman satunya yg bernama Genta.
"Lu ga pernah liat dia di sekolah?" tanya Indra tak menyangka jika teman temannya ini telat info.
"Loh sekolah?" Andre bingung Genta pun lebih bingung.
"Hadeh adek gue satu sekolah ma kita" ucap Rey.
"Kok gue ga pernah liat?" tanya Vero.
"Mana gue tau" ucap Rey.
"Gue kira lu ma Dini pacaran, soalnya kalian deket banget" ucap Indra.
"Yg Deket belum tentu pacaran Ndra, kek si pembaca noh deket tapi ga jadian mana di ghosting lagi" ucap Rey.
Becanda woi
"Rahasia loh ini jgn bilang bilang" ucap Al berbisik ke mereka.
"Tenang aja aman" ucap mereka dan meragakan mulutnya seperti terkunci.
"Sip"
...•...
...•...
"Kita mulai rencana nya" ucap Orang itu di walkie talkie dengan menggunakan topeng
LIKE WOII.
VISUAL YG LAIN MASIH DI CARI JADI SABAR.
DAN YA MOHON MAAF TIDAK BISA MEMBALAS SATU SATU KOMEN KALIAN KARNA 'MALAS'
__ADS_1
NEXT.