Masa Di Sekolah

Masa Di Sekolah
30


__ADS_3

"Gue boleh duduk di sini?" ucap seseorang tiba tiba


Dini menoleh ke samping dan mengernyitkan kan dahinya.


"Lu udah duduk" ucapnya dan memfokuskan dirinya ke jalanan


Orang itu tersenyum dan mengeluarkan hp nya entah apa yg ia lakukan dengan hp nya.


"Lo ngapain disini?" tanya nya basa basi.


"Bukan urusan lo" jawab Dini dan melenggang pergi.


Orang itu menatap kepergian Dini dengan tatapan senduh.


"Sampai kapan lo pura pura ga tau Din"


...•••...


Dini dan Rey sudah berada di parkiran sekolah turun dari motor dengan kerennya di tambah angin yg mendukung membuat rambut Dini yg tergerai menjadi terbang terbang.


"Bang aku duluan" ucap Dini dan melambai.


Dan lagi lagi Dini dan Rey menggemparkan orang orang yang ada di parkiran, menebak nebak apa kah mereka mempunyai hubungan yg spesial atau hanya kebetulan saja.


"Pagi cantikkk" ucap seseorang tiba tiba yg menghalangi jalannya.


Jalan Dini tertahan dan ia merasa dejavu.


"Pagi jugaaa Gio yang tampan" ucap Dini tersenyum terpaksa


"Aaa bisa aja" memukul pelan pundak Dini.


"Ekhem hai Din" sapa Ridho dengan senyuman manisnya dan di balas senyuman oleh Dini.


"Din pagi pagi gini enaknya ngegombal ya" ujar Bastian tiba tiba di depan Dini dan mendorong Gio ke samping.


"Apa Fatur?" tanya Dini.


"Loh kok Fatur? Din nama gue kan Bastian" jawab Bastian mengkerutkan dahinya.


"Eh kirain Fatur ternya my future" ujar Dini dan menutup mulutnya seperti salting lalu berjalan ke kelasnya.


Bastian Ridho dan Gio mematung mencerna ucapan Dini.


"Anjirr gue di gomballll ma cewe" salting Bastian.


"Njir baru juga mau ngegombal malah duluan di gombalin" lanjut Bastian


"Buaya betina sepertinya" ucap Ridho menempelkan jari telunjuk di bibirnya.


"Jijiyk" ucap Gio dan masuk ke kelasnya.


"Bilang aja iri kan lu" teriak Bastian.


"Demi apa sih gue di gombalin" ucapnya tak percaya.


"Harus gue dapatin tuh cewe" lanjut Bastian.


"Mending jangan coi" saran Ridho.


"Emang knp?" tanya Bastian.


"Saingan lu ngeri cok" jawab Ridho.


"Emang siapa?" tanya nya lagi.


"Entar lu tau sendiri" jawab Ridho dan ikut masuk ke kelas tidak menghiraukan teriakan Bastian.


"Pagiii ketua" sapa Sinta di ambang pintu.


"Yoi pagi" jawab Dini.


"Eh buket nama kelompok Pramuka kita apa? harus berjenis bunga" tanya Mala.


"Emm Anggrek aja" jawab Dini sambil mengutak-atik ponselnya.


"Bagus juga" ucap Rina di belakang Dini.


"Eh tau ga?" jeda Mala.


"Hmm?"


"Masih pagi aja udah mau ghosip" ujar Sarah yang baru masuk ke kelasnya dan menyentil dahi Mala.


"Yeeee dengerin dulu kaliii" nyolot Mala.


"Ye dah iyeee"


Yang lain menunggu apa yg akan keluar di mulut Mala.


"Jadi tuh-...


KRINGGG KRINNGG (bel masuk)


"Ya bel masuk ga jadi deh" ucap nya jail.


Mereka menggeleng gelengkan kepala nya melihat Mala yg tidak jelas.

__ADS_1


"Ga jelas lu setan" kesal Sinta


"Masih pagi udah bikin kesal aja nih anak satu" ujar Rina.


"Di bilangi kan dia nih emang ga jelas" sahut Sarah.


"Diam lu" tunjuk Mala.


"Assalamualaikum pagi" salam ibu ibu yang baru saja masuk.


"Waalaikumusalam pagi Bu Sri" jawab seluruh siswa-siswi.


"Hari ini kita pemilihan ketua kelas dan antek-anteknya" ucap Bu Sri.


"IYA BU"


"Bu ijin ke WC" Rangga mengangkat tangannya.


"Jangan lama lama Rangga" ucap Bu Sri


"Iya Bu"


"Jadi langsung yah kita pemilihan nya"


"OKE BU"


10 menit kemudian.


Rangga baru saja masuk ke kelasnya dan di sorak riuh oleh semua murid di kelasnya.


"Kenapa?" tanya nya heran.


"Liat ke papan tulis tuh" ucap Risky.


Rangga melihat ke papan tulis dan membulat kan matanya


"Njirr"


"Heh mulutnya" tegur Bu Sri.


"Loh kok nama saya ada di situ Bu?" tanya Rangga tak terima


"Mana jadi ketua kelas lagi"


"Siapa suruh ke WC mampus Hahahaa" ketawa Risky dan di ikuti oleh sekelasnya.


Pagi yang indah tapi tidak buat Rangga ia merasa frustasi dan tertekan.


"Gara gara kandung kemih nih makanya gue jadi ketua kelas" merutuki kandung kemih nya.


"Kesian Hahahahaa" tawa puas Risky


"Jamkos kah?" tanya Sinta.


"YNTKTS" jawab Sarah.


"Eh ketua kelas ini jamkos?"


"Mana gue tau" jawabnya yg masih frustasi.


"Ya elah tanya ke ruang guru kek" ucap Sinta.


"Lu aja, lu kan wakil nya" ujar Rangga.


"Ya kan ada ketua kelas, wakil bergerak kalo g ada ketuanya" ucap Sinta panjang lebar yang lainnya sedang asik sendiri.


"Bacot lu" berdiri dan meninggalkan kelasnya entah mau pergi kemana.


"Mau kemana tuh anak" tanya Risky, Sinta mengangkat bahunya acuh.


"WOI JAMKOSS" teriak Rangga yang berada di ambang pintu.


Mereka pun bersorak riuh dan keluar dari kelas mungkin pergi ke kantin.


"Eh jamkos nih ke kantin yuk" ajak Farhan.


"Emang boleh?" tanya Gio.


"Sejak kapan sih kita ga ngelanggar peraturan?" memain mainkan alisnya


"Yahahha wahyu gas lahh" bangun Adit dari tempat duduknya dan berdiri keluar kelas.


"Al ikut ga?" tanya Nathan.


"Yoi ikut" merapihkan bukunya.


10 siswa itu berjalan dengan gagah nya sambil memasukan tangan kirinya ke kantong celana secara bersamaan.


"Nak TKJ ya"


"Nak TKJ ganteng ganteng anjir"


"Yang tengah punya gua"


"Ini mah kalo milih sambil merem juga ga bakal nyesel"


"Ya karna anak TKJ semuanya cowo jadi pada ganteng ya kali cantik"

__ADS_1


"Halah bilang aja sirik kan lu"


"Pala kau ku betot"


Dini dan kawan kawan sudah berada di kantin sambil bergibah.


"Eh liat tuh cewe cewenya udah pada keluar brutal juga mereka" ucap Wisnu.


"Yok pesan dulu" ajak Gio.


"Eh kita duduk di bubuhan cewek situ yok" ajak Bastian pleboi cap kadal.


"Hooh gabung aja itu masih banyak yg kosong" sahut Farhan.


"Hai boleh gabung ga?" tanya Bastian.


"Eh boleh kok boleh masih banyak yg kosong juga" balas Sinta, dan di senggol oleh Dini jangan lupa dengan tatapannya yg horor.


"Buset hehe ga papa kali ya kan" cengir Sinta.


"Iya gpp beb duduk sini" Mala memanggil Wisnu.


Wisnu mencubit hidungnya Mala gemas.


"Ekhemmm dunia serasa milik berdua yang lain mah ngontrak" sindir Adit.


"Sttt diam jomblo" balas Wisnu dan di senggol malu malu sama Mala.


"Mau perkenalan ga kita kan belom kenalan nih" saran Gio.


"Nah iya biar deket gitu kan ya" sahut Sinta.


"Ya ya biar ga linglung" balas Laras.


"Gue dulu ye" diangguki oleh semua orang.


"Kenalin gue Gio nardo panggil aja gio kalo mau panggil syg juga gpp sih" cengir nya dan di pukul oleh Ridho.


"Kenalin nama gue Faridho Norhan" sambil memperlihatkan senyumnya yg manis.


"Dipanggil?" tanya Laras.


"Manggilnya apa aja yang penting jangan manggil syg"


"Hahhahahaaa" tawa mereka.


"Lama anjir kalo kenalan nya gini" ucap Nathan.


"Iya juga ya tapi seru sih" ucap Adit.


"Nama panggilan aja udah ga usah nama panjang" saran Dini.


"Nah itu..." setuju Nathan.


"Gue Raka, dan adik gue Riko" ucap Raka sambil memperkenalkan adiknya.


"Buset di wakilin" ucap Lastri dan di tatap datar oleh Riko.


"Hehe maap bwang becanda" cengirnya.


"Gue Nathan"


"Al" singkat


"Dah tau" sahut Dini.


"Gue Adit"


"Gue Bastian yg paling tamvan di antara bekantan ini" ucapnya berdiri dan membuka lebar kedua lengannya seperti bergaya.


DUKK


Melayang lah sebuah pulpen ke lengan Bastian.


"Asuw"


"Ngaca woi ngaca muka lu noh mirip taplak meja hhahhaa" ujar Ridho dan berjabatan dengan Gio yang artinya mereka setuju apa yg dikatakan oleh Ridho.


"Sialan lu"


"Yok sekarang para ledies memperkenalkan dirinya" ucap Gio seperti MC.


•••


"Seru juga ya cewe cewenya" ujar Bastian.


"Hooh kek ga canggung canggung gitu ga sih? kek enak aja di ajak becanda" sahut Adit.


"Apakah ini masanya Adit tidak akan jomblo lagi? wahh terus saksikan acara ini selamat siang"


"Wkwkw anj emang ada yang mau sama orang stress" ujar Bastian.


"Siapa yg lu bilang stress hah?" tanya Adit tak terima di bilang stress.


"Becanda anjing lu mah kek cewe"


DUGGGG

__ADS_1


Semua orang kaget...


NEXTT PNTQ...


__ADS_2