
...SORRY YE BARU SEMPAT POST...
...HAPPY READING MWAH...
Dini dan Sarah mengikuti Mala yg pergi menuju ke anak TKJ ya tidak semuanya di hukum tapi hampir seluruhnya.
"Hai ayang kamu di hukum juga ya?" tanya Mala menempel seperti prangko.
"Iya gara gara ga bawa penggaris" jawab Wisnu
Orang yg mendengar ucapan lembut Wisnu serasa ingin muntah.
"Nu kok lu bisa lembut ma cewe lu tapi ma kita anj udah kek kesurupan reog" sahut Farhan.
"Bacot lu" balas Wisnu.
"Buset si bapak andalannya bacot mulu" ujar Gio.
"Eh neng Dini, dihukum juga ya?" tanya Gio.
"Udah tau nanya lagi lu" jawab Dini tak santai.
"Santai dong Bu yaelah udah kek macan betina aja" ujar Gio.
"Hehe soalnya males banget di suruh pake gitu" tunjuk nya ke Al yg sedang memutari lapangan menggunakan helm dan sapu yg di tunggangi yg membuat mereka tertawa
"Hahahaa lucu banget muka lu Al" ucap Ridho di tengah tawanya.
Di circle nya hanya Nathan Raka Riko saja yang membawa penggaris yang ke 7 orang itu tidak.
"Kamu udah yang kek gitu?" tanya Mala yg masih tertawa.
"Ahhhahhaa" tawa Dini kencang.
"Anj liat muka Al hahahhhaa kek pantat ayam" ucap Dini di sela tawa nya sambil memukul lengan Sarah.
"Awas aja lu Ni" batin Al menyimpan rencana, entah rencana apa.
Al pun telah menyelesaikan hukumannya giliran yang lain lagi Wisnu Farhan Ridho dan Al sudah tinggal lah Gio Adit dan Bastian.
"Lu lagi io" Al mendorong pelan Gio ke tengah dan ia duduk dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
Al ingin meminum air yg ia beli di kantin tadi tapi tiba tiba ada yg merenggutny.
"Minum kalau masih ngos-ngosan ga boleh, nanti airnya ke paru paru" ujar Dini.
Al mengkerutkan dahinya tanda ia bingung.
"Lu khawatir ma gue?" tanya Al.
"Ga itu hanya tanda kemanusiaan, kalau pun yg mau minum bukan elo ya tetep gue bilang" ucap Dini.
"Alasan" ucap Al dan merebut kembali airnya.
"Ya udah kalau mau minum minum aja mati sekalian" ucap Dini acuh.
__ADS_1
"Njir di sumpahin" gumam Al.
"Njir Gio Hahhhahhaa cocok jadi kang ojek" olok Farhan.
"Heh kalau mau ribut jangan di sini teman kalian lagi belajar" tegur ibu guru yg di depan lapangan dan masuk lagi ke kelasnya.
"Buset"
"Giliran gue yg ketawa di marahin anjir pilih kasih amat dah" ucap Farhan tak terima.
"Ya mungkin ibunya jengkel dengerin lu ketawa, gue aja yg di deket lu agak emosi" sahut Ridho.
"Asw lu"
Mereka menunggu giliran di hukum karna helm dan sapunya cmn satu.
"Eh kalo gini lama anjir, gue ngambil helm dulu deh, ma pinjam sapu" ucap Dini dan pergi mengambil helm nya di parkiran.
Saat Dini ke parkiran ia melihat motor abangnya sedang di dudukin oleh segerombolan kakel cewe, ga semuanya cmn 1 aja tapi di kerubunin.
"Eh gue cocok kan sama si Rey" tanya perempuan yg tenga duduk di motor Rey.
Dini melihatnya dengan tatapan sinis tanda tak suka, kakel yg merasa di tatap pun membuka mulutnya.
"Apa liat liat?" tanya nya ketus.
"Gue punya mata dan ga buta jadi ya bisa liat" jawab Dini fakta.
Kakel itu terdiam apa yg di katakan Dini memang benar, Dini pun mengambil helm di motornya yg di sebelah motor abangnya itu.
"Mau di hormati? tapi ga ngehormatin orang? jangan mimpi!!" ucap Dini tegas.
Kakel itu pun geram dan melayangkan tangannya ke pipi Dini tapi tertahan oleh tangan seseorang.
"Lo berani nyentuh dia? Lo bakal berurusan sama gue!!" ucap seseorang yg tak lain adalah abangnya yaps Rey.
"Lagi pula Lo ngapain di atas motor gue hah?! turun!!" ucap Rey tegas.
Mereka pun seketika ciut.
"Sana ke kelas kalian masih jam pelajaran juga udah di parkiran mau ngapain?!" tanya Rey.
"T-tadi habis pergi ke WC" jawab orang itu nunduk.
"Ya udah sana balik ke kelas!!" tegas nya lagi.
Segerombolan kakel itu pun pergi dengan terbirit-birit sambil merutuki Dini.
"Awas aja lu" batin cewek yg duduk di motor Rey tadi.
"Kamu ngapain juga disini?!" tanya Rey yg masih sedikit emosi.
"Mau ngambil helm" jawab Dini.
"Buat?" tanya nya lagi.
__ADS_1
"Dihukum karna ga bawa penggaris" jawab Dini sambil menjelaskan alasannya di hukum.
"Btw bang tadi lu keren banget tau" Dini kagum.
"Abang mu ini emang keren" ucap Rey menyombongkan diri.
"Baru di puji dikit udah terbang" cibir Dini.
"Dah sana" mengacak acak rambut Dini.
"Apaan sih bang kusut nanti!!" ucap Dini menyingkirkan tangan Rey di kepalanya.
Rey tersenyum melihat adiknya tenyata sudah besar.
Dari kejauhan ada yg mengepalkan tangannya kuat kuat.
"Awas aja lu Dini"
Dini sudah di dalam lapangan memakai helmnya dan mengambil sapu yg sudah di pinjam tadi.
Sekarang giliran Sarah karna Mala sudah maju saat Dini mengambil helmnya.
"Cerdas juga si Dini" puji Bastian.
"Cewe gue gitu loh" ucap Gio tanpa ia sadari ada yg menatapnya tajam
"Kok gue ngerasa hawa nya tiba tiba beda yah" ucap Gio memegang tengkuknya.
"Ya gmn ga beda, calon pawang nya di belakang lu" tunjuk Farhan memakai dagunya.
Gio berbalik badan dan cengengesan.
"Heheh becanda pak" ucap Gio mengangkat 2 jarinya berbentuk V.
Al pun mengalihkan pandangannya ke Dini yang tengah mengelilingi lapangan ada yg ketawa dan ada juga yg tersenyum seperti Al yg tengah tersenyum tipis, tipis banget sampai tidak ada orang yg menyadari jika ia tersenyum.
Al merasa gemas karna Dini menggunakan helm full face.
Dini berjalan sempoyongan ke arah anak TKJ dan duduk sambil mengambil air yg ada di depannya tapi di rampas oleh Al.
"Kata lu tadi ga boleh minum kalau lagi ngos-ngosan" ucap Al membalikkan keadaan.
"Kadang yang bilang itu yg ga ngejalanin" ucap Dini.
"Hah?" Al tidak paham apa yg di ucapkan Dini.
"Lupain, sini airnya gue dah ga ngos ngosan" ucap Dini dan Al memberikan airnya
"Jangan lupa ntar malem" ucap Al dan pergi keatas tapi sebelum itu ia mengacak acak rambut Dini.
"Aghkk ga Abang ga Al sama aja" ucap Dini kesal.
...YG NUNGGUIN AL SAMA DINI BALAPAN TUNGGUIN YA EPS SELANJUTNYA, TAPI SEBELUM ITU AUTHOR KASIH TANTANGAN GA GEDE KOK PASTI BISA LAH LIKENYA LEBIH 60, LIKENYA LEBIH SEGITU DAN KOMENNYA BANYAK AUTO UP...
NEXT.
__ADS_1