
"Bang, udah sampai?" tanya Dini ketika ia melihat abang nya telah di depan nya.
"Belom." jawab Rey dan duduk di sofa yg sudah di sediakan saat Rey pergi.
"Dih, Abang lama amat di rumah ngapain aja?" tanya Dini.
"Sttt jgn ribut" tegur Rey ketika Dini meninggikan suaranya.
"Eh, lupa"
"Ya udah sana ke rumah, lu berani kan?" tanya Rey memastikan kalau adik nya ini berani di rumah sendiri.
"Berani lah" ucap Dini.
"Abang da bawa keperluan besok ke sekolah?" tanya Dini.
"Iya cmn punya Abang tapi" jawab Rey.
"Ya Dini tanya nya itu" ucap Dini.
"Ohh, nih" memberikan kunci motor.
"Dini berangkat ya" menyalimi tangan Rey.
"Assalamualaikum" salam Dini dan pergi ketika Rey sudah menjawab salam nya.
...•...
Dini telah sampai di rumah setelah 35 menit di perjalan.
Dini membuka pintu dan pergi ke kamar nya setelah ia dengan nyaring memberikan salam, bayangin jika ada yg jawab, kan serem.
"Duh lowbat lagi nih hp" gerutu Dini dan me ngecas hp nya.
Dini menaruh pakaian gantinya di atas kasur dan mengambil handuk lalu memulai ritual mandinya selama 10 menit.
Dini pun keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di tubuhnya, memancarkan kulitnya yg putih bersih.
"Buset!!" Dini kaget saat melihat ke pantulan kaca.
"Gue cakep amat rambut di cepak gini" ucap Dini memuji dirinya sendiri, Dini langsung cepat cepat memakai baju nya karna sudah pukul 6 sore ternyata.
Dini menyiapkan buku yg bsok di bawa dan tak lupa baju olahraga nya yg bsok ia kenakan dan pakaian dalam, karna ia akan bermalam di rumah sakit, tak lupa membawa keperluan kedua ortu nya, Abang nya dan ia.
Dini mengeluarkan tas besar dari lemari nya, dan memasukan semua barangnya ke tas besarnya, sedang kan tas sekolah nya berada di rumah sakit yg di bawa oleh Al.
"Dah siap" ucap Dini sendiri dan menenteng tas nya keluar dari rumah tak lupa ia mengambil hp nya yg telah ia cas lalu mengunci rumah nya.
Saat Dini ingin mengegas motornya ia mendengar dering hp nya, yang menandakan ada yg menelpon nya, dan tertera lah 'Musuh bebuyutan' itu artinya Al lah yg menelpon.
Al: Hallo?
Dini: Salam dulu kek, kayak ga punya agama aja!
Al: Assalamualaikum.
Dini: Waalaikumsalam apa?
Al: Gua otw ke situ.
Dini: Ke rumah?
Al: Rumah sakit.
Dini: Gue lagi di rumah ini.
Al: Ngapai?
__ADS_1
Dini: Pulang mandi.
Al: Ya udah gue ke situ.
Dini: Eh tap-..
TUT TUT.
"Kebiasaan kalo nelpon suka matiin duluan!!" gerutu Dini dan membuka WA nya sambil menunggu Al sampai.
Dini kaget karna notif WA nya terlalu banyak, ia terharu ternyata masih banyak orang yg menyayangi nya walaupun belum sebulan mereka berteman.
Dini membalas cht mereka satu satu dengan perasaan terharu dan menutup nya.
Al pun telah sampai di kediaman nya Dini, terlihat Dini tengah melamun sampai Al 3 kali mengklakson kan Dini.
"Santai aja kali pakkk" tegur Dini dan keluar dari halaman nya.
"Buset mau pindahan lu?" tanya Al tapi tak di herani Dini, Dini hanya memutar bola mata nya malas.
Dini turun dari motor dan mengunci pagar nya lalu menaiki motor nya lagi.
"Yok" ajak Dini, Dini pun mengegas motornya dengan kecepatan rata-rata.
Al mendahului Dini dan berhenti di dekat masjid, Dini pun heran Al knp berhenti.
"Knp?" tanya Dini menaikan kaca visor nya.
"Sholat dah Maghrib nih" jawab Al dan di cengirin oleh Dini.
Al dan Dini memarkirkan motornya dan masuk ke masjid tapi sebelum itu ia berwudhu dulu dan mereka pun sholat.
TAMATTT.
...°...
YA GAK LAH, LANJUT.
Setelah selesai sholat mereka pun melanjutkan lagi perjalanan nya ke rumah sakit.
Saat di jalan Dini melihat penjual martabak asin dan manis yg tengah ramai pengunjung, ia pun meminggir kan motor nya, Al pun dengan setia mengikuti Dini kemana pun dari belakang.
"Pak beli martabak manis sama asin nya masing masing satu kotak" ucap Dini ke penjual nya tanpa membuka helm nya, ia pun pergi ke motornya sambil menunggu martabak nya.
"Al" panggil Dini.
Al pun mendongak kan kepalanya dan menghadap ke Dini.
"Apa?" tanya Al.
"Thanks ya, selalu temenin gue di saat gue keadaan sulit" ucap Dini dengan mata yg sudah berkaca kaca.
Al pun turun dari motor nya saat melihat mata Dini mulai berkaca kaca, ketika melihat Al turun dari motor, Dini pun dengan cepat menurunkan kaca helm nya.
Menggemaskan
Al membuka kaca helm nya Dini, ternyata air mata Dini telah lolos.
"Heyy heyy udah cukup yah hari ini lu nangis gue ga tega liat lu nangis" ucap Al sambil menghapus air mata nya Dini.
Mereka berdua menjadi sorotan orang lewat disana karna jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam jadi orang makin ramai di sana, dan banyak anak muda yg berkeliaran.
"Martabak manis asin" panggil penjual nya.
"Eh pesanan gue" ucap Dini ingin pergi membayar nya namun Al telah mendahului nya.
__ADS_1
"Brp bang?" tanya Al mengeluarkan dompetnya.
"45 ribu mas" ucap penjual nya, Al mengeluarkan uang berwarna biru nya dan memberikan nya ke penjual.
"Ga usah di kembalikan pak, makasih pak" ucap Al sopan dan pergi ke dekat Dini.
"Nih" menyodor kan plastik yg berisi 2 kotak martabak dengan beda rasa.
"Nih duit Lo" ucap Dini merogoh kantong nya.
"Ga usah"
"Iss kan gue yg beli masa lu yg bayar" gerutu Dini.
"Udah ga usah bacot duit gue juga" ucap Al dan menaiki motor nya.
"Ayo" ucap Al membuat Dini mengumpat dalam hati.
Dini dan Al terjebak lampu merah 60 detik ia menunggu, sambil menunggu ia melihat apa kan ada yg menggiur kan di depannya?, karna dari tadi siang ia tak bernafsu makan saat kedua orang tua nya di nyatakan kritis tapi sekarang navsu makan Dini telah kembali dan yap Dini menemukan nasi goreng Abang Abang di depan lampu merah.
Al melihat Dini di samping nya, menurut nya Dini sekarang sangat menggemaskan, ia memakai baju oversize sehingga membuat tubuh mungilnya tenggelam di lahap baju.
...•...
...•...
Di lain tempat ada orang yg tengah merayakan 30% kemenangan nya di club'.
"Entah aku harus senang apa tidak" kata nya di tegukan terakhir.
"Boss ayo boss tuan muda sedang berada di rumah" ucap pengawal nya.
"Apa? tuan muda di rumah?" pekik nya dan berdiri dari duduk nya walaupun ia tidak bisa menjaga keseimbangan nya.
"Iya tuan, ia baru saja sampai di rumah"
"Nanti tengah malam aku akan menemui nya, ia tak suka melihat ku seperti ini" ucap nya lirih.
"Tuan?.." cicit nya.
"Cari kan aku penginapan!" tegas nya dan di patuhi oleh mereka.
...•...
...•...
Al memberhentikan motornya di salah satu market, Dini pun kebingungan mau apalagi nih anak.
Al masuk ke mart itu dan mencari apa yg ia butuh kan dan membayarnya.
"Ngapai!?" tanya Dini saat melihat Al sudah keluar membawa sekantung plastik sedang.
"Nih"
"Apa?" tanya Dini bingung.
"Buka aja"
Mata Dini berbinar-binar.
...OKE SAMPE SINI SAY CAPE SAYA...
...LIKE DONG MAKANYA HUH!!...
...KOMEN JUGA DONG CKKK...
...OKE YG UDAH LIKE THANKS...
__ADS_1
NEXT.