Masa Di Sekolah

Masa Di Sekolah
41


__ADS_3

Satu setengah jam telah berlalu anak Pramuka pun di bubarkan karna sudah waktunya pulang.


"Gea setan mana sih?!" melihat jam tangannya.


"Eh ketua kita pamit undur diri ya bye" mereka melambai ke arah Dini dan di balas oleh Dini.


"Anj mana dah" gumam Dini seraya mencari Gea.


"Lu nungguin siapa?" tanya Al yg tiba tiba berada di dekatnya.


"Geaa" jawab nya.


"Ohh" ber oh ria saja dan duduk di motornya sambil membuka handphone nya.


"Lah lu napa ga pulang?" tanya Dini.


"Bentar" jawabnya dan Dini mengangkat bahunya cuek.


Al melihat lihat sekeliling yang sudah tidak terlalu ramai dan melihat ke arah Dini yg sedari tadi mondar mandir.


"Bisulan lu?" tanya Al.


"Kaga napa emang?"


"Lu dari tadi mondar mandir ga jelas, mending cht dia" saran Al.


"Lah iya ya tumben lu pintar" ucap Dini membuka handphone nya Al pun merasa sombong dengan muka meledek.


Dan Dini menemukan notif dari Gea kalau Gea pulang bareng teman sekelompok nya karna ingin membeli perlengkapan bersama mereka untuk dipakai Sabtu depan.


"Sialan nih si Gea" gumam Dini memaki Gea.


Al menyerngitkan dahinya.


"Ahhgk jingan" desah kesal Dini menendang krikil yg ada di depan kakinya.


Dini pun memakai helm nya dan menaiki motornya tapi agak aneh knp motornya terasa rendah dan bergoyang.


Al menyerngitkan kan lagi dahinya melihat Dini turun dari motornya.


Dini berjongkok dan yang bener saja ban Dini bocor.


"Apes banget gue, mana ban nya dua duanya lagi agkh siapa sih yg jail gini?" mendesah kesal lalu bangkit dari jongkok nya lalu melihat Al dengan senyum genit.


"Ga usah liatin gue kek gitu cepat naik!" ujar Al peka.


"Peka amat sih pak" kata Dini tersenyum dan menaiki motor Al dengan girang.


"Trs motor lu?" tanya Al.


"Disini aja bsok gue urus, eh bentar dulu" ujar Dini turun dari motor Al lalu menuju ke tempat satpam.


"Pak tolong jagain motor saya ya pak, soalnya ban nya bocor bengkel nya jauh nih duit buat bapak" mengulur kan uang biru dua lembar.


"Ohh siap neng" ucap pak satpam dan mengambil duitnya.


"Ah makasih ya pak, kalau gitu saya duluan" ucap Dini dan pergi.


"Ngapain lu?" tanya Al saat Dini udah di belakangnya.


"Kepo aja lu" jawab Dini.


"Ya elah nih anak gue bawa ke hotel juga lu" ucap Al bercanda.

__ADS_1


"Sabi tuh malming juga kan" kata Dini juga bercanda.


"Nanti nangesss"


"Udah ah ayo jalan" ucap Dini memukul bahu Al.


Al pun membelah jalan raya sambil modus dengan mengerem mendadak.


"Anjg lu modus ya?" tanya Dini saat Al tiba tiba ngerem.


"Liat noh di depan ada polisi tidur" ucap Al.


"Hah?" tanya Dini tak mendengar kata Al.


"Lo mau gue tidurin?" ucap Al jail.


"Sialan lu bgsd" memukul bahu Al keras.


"Aww sakit jingan!!" pekik Al.


"Lu sih nyari gara gara ma gue" ucap Dini tak mau ngalah.


"Btw ada yg kenyal kenyal di punggung gue" kata Al tersenyum jail.


Dini ngeleg bentar tiba tiba melayangkan cubitan yg keras ke lengan Al.


"Awww Hahahahha" sakit tapi diiringi oleh tawa Al.


"Entah sejak kapan gue tawa lepas gini" batin Al menciut.


Al dan Dini telah sampai di rumah dengan selamat, Dini pun turun dari motor Al dengan tumpuan pundak Al.


"Anjg" pekik Dini keras mengagetkan Al.


"Besokan Minggu yak?" tanya Dini panik dan di angguki oleh Al.


"Trs?" tanya Al.


"Tadi gue nitipin ke satpam motor gue" ucap Dini menepok jidatnya sangking bodohnya ga ingat kalau besok hari Minggu.


"Yee lu sih tadi gue tanya malah bilang 'kepo lu'." ucap Al sambil mengikuti tingkah bicara Dini.


"Rasa ingin berkata kasar(stonk)" ucap Dini kesal melihat wajah Al.


"Mau balik ngambil?" tanya Al mencoba meredahkan panik nya Dini.


"Ga usah deh besok aja gue ke sekolah ma abang" ucap Dini.


"Lo ada acara ga malam ini?" tanya Al.


"Lo mau ngajak gue pergi ya?" tanya Dini menaik turun kan alisnya.


"Ga usah geer" menyapu habis wajah Dini menggunakan telapak tangannya.


"Ihh tangan lu tuh kotor" menyingkirkan tangan Al dari wajahnya.


"Ya udah gue balik" ucap Al.


"Ya thanks ya and hati hati" ucap Dini melambai Al.


Al pun mengklakson kan Dini dan menancap gas nya.


"Buset bawa motor udah kek ngeprank malaikat maut dah" menggeleng gelengkan kepala nya, Dini emang ga suka sadar diri.

__ADS_1


"Assalamualaikum" salam Dini saat sudah masuk di dalam rumah.


"Waalaikumusalam" jawab Rey yg tengah menonton televisi.


"Habis dari mana lu lama amat?" tanya Rey.


"Dari Pramuka kan" menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Gue kira jalan sama Al" sindir Rey.


"Ya emang aku di antar sama Al, motor ku bannya bocor bang" jelas Dini.


"Ohh"


"Ohh aja?" tanya Dini heran.


"Ya trs?" tanya Rey menaikkan alisnya satu.


"Abang ga nge hawatirin Dini gitu?" tanya Dini Berkaca kaca.


"Buset kok mau nangis?,cup cup cup sini sini" merentangkan tangannya lebar agar Dini masuk ke dekapan nya.


"Bukan Abang ga nge hawatirin Dini tapi Abang tau kalau Al pasti ada disitu, kan udah pasti Al jagain Dini nya Rey" jelas Al sambil mengeratkan pelukannya ke Dini sesekali mengecup kepalanya.


"Ya udah sana mandi lu bau menyan" ucap Rey sambil pura pura menutup hidungnya.


"Ihh nyebelin banget sih Abang" melempar bantal ke Rey dan naik ke atas kamarnya.


Ya begitulah jika Dini dengan Rey selalu manja entah bagaiman jika Rey sudah memiliki pasangan nntinya.


BASTIAN



PAKBOI CAP KADAL NIH.




ADIT



MUKANYA BABY FACE TAPI BEUH🥵




RAKA



BUSET DAMAGENYA GA MAIN MAIN COI🥵




LIKEEE BIAR HARI LANGSUNG GAS UP.


OH IYA NOVEL TERBARU KU HARI INI LIRIS YEY JGN LUPA BACA JUDULNYA "HISTORIS"

__ADS_1


NEXT.


__ADS_2