Masa Di Sekolah

Masa Di Sekolah
32


__ADS_3

...EYYYOW KEMBALI LAGI BERSAMA AUTHOR YG BISA DISEBUT KECE ANJAYY...


...JGN LUPA LIKE YA ANJ...


...MAAP KASAR:)...


...CUSSS LANGSUNG...


Di dalam kelas pelajaran terakhir.


"Ada yg bisa jawab ini?" tanya ibu nya.


Krikkk kriikkk


"Tanggal berapa ini?" tanya ibu yg bernama Sonya.


"Tanggal 25 bu" jawab Dini.


"Okeh nomor absen 25 siapa?"


Mampus gue


"Siapa?" tanya nya lagi


"S-saya Bu" mengangkat tangannya ragu.


"Risky, ternyata kamu ya, majuu kerjain soalnya" ucap ibunya tegas.


Risky maju dengan perasaan yang gugup dag dig dug aselolei seketika Risky keringat dingin.


"Duh gue ga paham lagi ya Allah" merutuki dirinya di dalam hati.


"Ya Allah tolong lah hambamu" batinnya berdoa.


KRINGG KRINGG


Bel tanda pulangan pun akhirnya berbunyi dan Risky bernafas lega.


"Risky duduk, Ini di jadikan pr ya bsok di kumpul di ruangan ibu" ucap ibunya.


Hufffttt


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam ibunya dan pergi.


"WAALAIKUMUSALAM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH" balas seisi kelas dengan keras.


"Alhamdulillah makasih ya Allah anak soleh emang" ucapnya dengan tangan menghadap ke atas.


"Bapak lu namanya Soleh?" tanya Rangga yg tiba tiba di belakang nya.


"Bukan lah" jawab Risky


"Lah trs Soleh siapa?"


"Blokkk goblokkkk" ucapnya merutuki ke lolaannya si ketua kelas.


"Ajig gimana sih" Rangga heran.


"Eh kalian jadi ga ke bioskop?" tanya Sarah.


"Gue mah ngikut aja kalo jadi ya ayok kalo ga jadi sih ya udah" jawab Dini.


"Nah gue juga gitu" timpal Laras.


"Okeh yok, sekarang kah?" tanya lagi Sarah.


"Iya sekarang, eh tapi tanya nak TKJ dulu sekarang kah atau malam" sahut Mala.


"Ya udah ke tempat nak TKJ biar mastiin" ucap Sinta.


Mereka ber8 menuju ke kelas anak TKJ ingin memastikan apakah mereka jadi ke bioskop atau ga.


"Yang sayang" panggil Mala.


"Apa hm?" balas Wisnu sambil membaiki rambut Mala.


"Teman mu jadi ke bioskop ga?" tanya Mala.


"Woi kalian jadi ga ke bioskop nya?" teriak Wisnu.


"Yoii jadi lah, ya kan?" tanya balik Gio ke temannya dan di angguki oleh mereka.

__ADS_1


"CUSS berangkat" teriak bubuhan cewenya dan di ikuti oleh Gio, Farhan, Ridho dan Adit.


"Eh tapi gue ikut ma siapa?" ucap Sarah.


Sarah, Lastri, Laras, dan Sinta tidak membawa motor karna mereka emang ga bisa ngendarain nya.


"Noh banyak yg kosong tenang aja, sama babang Gio juga boleh ko" ucap Gio sambil memainkan alisnya.


"Kalian duluan aja gue mau ke toilet bentar" ucap Dini dan berjalan ke toilet ya biasa mau make legging nya.


Dini sudah mengganti legging nya dan menuju keparkiran ia mengernyitkan dahinya.


"Loh kok belom berangkat?" tanya Dini ke mereka.


"Nungguin Lo kali, masa kita ninggalin ya kali" sahut Farhan.


"Ya udah ayok" ucap Dini


"Sar Lo dah ada tebengan?" tanya Dini ke Sarah sambil memakai helmnya.


"Iya udah" jawabnya dan naik ke motor Gio.


Laras sama Adit, Sarah sama Gio, Lastri sama Sukma, Sinta sama Rina dan Mala sama Wisnu yang lain bonceng angin.


Mereka menyalakan mesin motornya dan membelah jalanan.


motor Dini dan Al sejajar di jalan mereka saling melihat satu sama lain dan memberikan smirk nya lalu menancap gas nya seperti sedang balapan.


"Buset ngapain tuh njir udah kek ngajak mati aja" ucap Farhan menganga.


"Lah buset untung ga rame amat"


Dini kalau sudah di jalan jangan tanya ngebutnya minta di cabut nyawanya udah kek arena balapan di buatnya.


"Jago juga nih cewe" batin Al dan menyunggingkan senyuman nya yg tipis.


"Lumayan lah"


"Harus nya aku yg di sana" nyanyi Raka dan melihat ke sampingnya yg sudah menahan api cemburunya.


"Dampingi mu dan bukan dia" lanjutnya lagi dan membuat orang itu tambah kesal.


Dini dan Al mengurangi kecepatannya saat berada di dekat lampu merah, yang sisa berapa detik lagi lampu hijau.


"Lu mau jadi partner gue balapan ga?" tanya Al.


"Balapan?" tanya nya lagi memastikan, Al mengangguk artinya iya.


"Partner yg gmn?" tanya lagi Dini.


"Gue yg balapan lu gue bonceng" menjelas kan secara rinci.


"Emm" mikir.


Lampu pun sudah di warna hijau, bunyi klakson pun sangat ribut membuat Dini menunda untuk menjawabnya.


"Entar deh gue jawab" ucapnya dan menancap gas dan susul oleh Al.


Sampai lah mereka di sebuah mall yang cukup terkenal di sana besar nan mevvah.


Mereka semua turun dari motor dengan kerennya apa lagi bubuhan cowoknya saat membuka helm aura mereka terpancar.


Tanpa mengganti baju sekolahnya mereka pun masuk ke mall dan mudah dikenali kalau mereka anak sekolahan.


mereka menjadi pusat perhatian di tengah mall itu, mereka curiga kalau anak sekolah yg berada di situ telah bolos padahal mah kaga.


"Buset gue cakep banget ya sampe di liatin gitu?" ucap Gio narsis.


"Yang diliat mah gue kali ya kali tampang taplak meja di liatin" ucap Bastian songong.


"Songong amat lu titisan sungokong"


"Eh main yok yok" ajak Ridho.


"Kita kan mau nonton kesini coek" ucap Farhan menggeplak lengan Ridho.


"Iss ayo lah bentar aja noh seru bet keknya main basket" ucap Ridho.


"Iya njir seru keknya yukk lah" ucap Gio, Gio dan Ridho menuju ke tempat yg bernama funcity.


Tim cewe cewenya pun juga ikut karna merasa sangat seru di lihat.

__ADS_1


"Masa kecil kurang bahagia" Nathan menggeleng gelengkan kepala nya.


Al tersenyum melihat Dini tersenyum Ehh Al mencubit dirinya sendiri.


Al mengikuti Dini yg telah membeli koin, ternyata Dini ingin mencoba mancing boneka, 8 kali Dini coba tapi ia gagal terus dan tertinggal 2 koin lagi.


Al melihatnya hanya senyum senyum sendiri karna ia merasa gemas dengan tingkahnya Dini yg menggaruk garuk kepalanya seperti monyet.


"Fuhh bismillah" meniup koinnya dan memasukan nya ketempat koin itu.


"Minggir biar gue yg capit" menyenggol Dini dan Dini pun terpental.


"Ah apaan sih sini biar gue aja" ucap nya kesal, udah di buat kesal sama mancing boneka eh di buat kesal lagi sama musuh bebuyutan nya.


Yap Dini sudah menganggap Al itu sepertih musuh bebuyutan nya entah mengapa ia menganggapnya seperti itu.


"Liat aja dulu berhasil nih" ucapnya serius.


"Nih liat nih cara gue main" ucap Al melirik Dini sebentar, Dini pun melihat cara Al bermain dengan rada kesal.


"Di putar dulu, terus pilih target, geserkan sedikit sit sit sit dan tapp" Al memencet tombol mancingnya dan yaaa Al mendapatkan nya, Dini di buat menganga.


"Nah gampang kan" memberikan bonekanya ke Dini dan pergi ke temannya.


"What the f....."


Sekitar 10 menit mereka bermain di funcity dan akhirnya mereka pergi ke lantai paling atas ya itu di mana tempat bioskop berada.


"Gue aja yg antri" ucap Mala dan menyeret Wisnu untuk menemaninya.


"Kalian beli cemilannya yaaa" teriak Mala dan mulutnya di tutup oleh tangan Wisnu.


"Heh banyak orang malah teriak kamu nih" tegur Wisnu.


"Hehe maap ayang" cengirnya ke Wisnu.


Sekitar 5 menit mengantri, akhirnya ia mendapatkan tiketnya lalu di bagi.


"Kenapa ga ngambil paling belakang aja?" tanya Gio.


"Hayoo mau ngapainn" tanya Sinta sambil memicingkan matanya.


"Enak aja gitu" ucapnya.


"Mencurigakan"


"Ya udah yok masuk cemilannya juga udah ada" ucap Lastri.


Mereka semua masuk ke dalam bioskop ternyata baru mau di mulai, mereka pun mengambil posisinya ternyata Dini dan Al bersampingan lagi.


"Bosen bet gue deket lu mulu" ucap Dini rada kesal.


Al tidak menggubris perkataan Dini ia fokus melihat layar yg besar di depannya, padahal ia tidak terlalu suka menonton film romansa tapi karna solidaritas jadi ia ikut.


Dini sedikit mencuri curi pandang ke Al.


"Iya gue tau gue ganteng tapi jangan liatnya gitu juga" ucapnya yg masih fokus ke depan layar.


"Ehh buset matanya ada 3 nih 1 di samping" batin Dini.


"Geer lo" balas Dini yg menutupi rasa malunya.


"Emang yang gue maksud lo?" tiba tiba Al melihat ke arahnya dan tubuhnya juga ikut menyamping, kepala Al sedikit dekat di pundak Dini.


Dini seketika gugup di tatap orang ganteng jiakhhhhh ia menatap ke layar depan pura pura serius.


Temannya yang lain sibuk dengan dunianya sendiri ada yg tidur ada yg serius nonton dan ada juga yg main hp.


"Lo kalo dari samping gini muka lo kek gepeng anjir" ucap Al bohong padahal ia sangat tersepona dengan kecantikan Dini.


Dini langsung menoleh ke sampingnya dengan tatapan sedikit mengguncang emosi.


Muka Al dan muka Dini sangat dekat hingga mereka bisa mencium aroma parfum lawannya.


INI CERITANYA PLOT TWIST BANGET ANJIRR


...DI PANTENGIN TERUS MAKANYA...


JANGAN LUPA LIKE YA FAGG


NEXTTT.

__ADS_1



__ADS_2